Hubungan Pola Aktifitas dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 1 Balongpaggang Gresik
Date
2022-09-20Author
Fitriyah, Lailatul
Sudarsih, Sri
Merbawani, Raras
Metadata
Show full item recordAbstract
Obesitas merupakan suatu kondisi patologis, dimana pada umumnya terjadi karena tidak seimbangnya antara masukan energi dengan keluaran energi. Perubahan gaya hidup, dari tradisional menjadi kehidupan lebih modern yaitu tersedianya teknologi canggih pada zaman sekarang ini seperti kendaraan bermotor, gadget, computer, televisi, menyebabkan seseorang kurang dalam hal aktivitas fisik baik dari aktivitas fisik ringan sampai aktivitas fisik berat, sehingga dapat mengakibatkan kegemukan atau bahkan mencapai obesitas level tertinggi (Restuastuti, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola aktivitas dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 1 Balongpanggang. Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan desain cross – sectional. Jumlah sampel adalah 63 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling, analisa data menggunakan uji spearman rho. Hasil uji spearman rho menunjukkan bahwa H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara pola aktivitas dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 1 Balongpanggang. Keeratan hubungan sedang yang ditunjukkan oleh nilai correlation coefficient sebesar 0,454 dan hubungannya bersifat positif yang artinya semakin berat aktivitas fisik maka semakin kecil angka kejadian obesitas. Pola Aktivitas terdiri dari aktivitas fisik ringan, sedang dan berat. Sebagian besar energi yang masuk melalui makanan seharusnya digunakan untuk aktivitas fisik. Dengan semakin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang akan hilang. Kurangnya aktivitas ini menyebabkan banyak energi yang tersimpan sebagai lemak, sehingga banyak orang yang kurang beraktivitas akan menjadi gemuk dan obesitas