HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN SOCIAL SKILL DENGAN PERKEMBANGAN SOCIAL SKILL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PANCASILA KABUPATEN MOJOKERTO
View/ Open
Date
2023-09-26Author
Solicha, Rizki Amalia
Peni, Tri
Laili, Siti Indatul
Metadata
Show full item recordAbstract
Orang tua mempunyai kewajiban mengasuh dan membimbing anak agar mencapai tahapan perkembangan social skill yang optimal sesuai dengan yang diharapkan. Kenyataannya tidak semua orang tua terutama ibu memahami seperti apa pengasuhan yang terbaik bagi anaknya, terutama tentang pemberian stimulasi untuk tumbuh kembang anak yang dapat mempengaruhi perkembangannya kelak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan social skill dengan perkembangan social skill anak usia prasekolah. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun di TK Pancasila Kabupaten Mojokerto, dengan teknik total sampling didapatkan sampel sejumlah 40 orang. Instrument menggunakan kuesioner stimulasi perkembangan dari SDIDTK, dan lembar observasi PKBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mempunyai perilaku positif dalam melakukan stimulasi perkembangan social skill yaitu sebanyak 21 orang (52,5%), dan sebagian besar responden mempunyai perkembangan social skill berfungsi tinggi yaitu sebanyak 24 responden (60%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan pvalue=0,024 dan koefisien korelasi sebesar 0,357 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada ada hubungan antara perilaku ibu dalam melakukan stimulasi perkembangan dengan perkembangan social skill pada balita di TK Pancasila Kabupaten Mojokerto. Ibu dengan perilaku dalam melakukan stimulasi perkembangan social skill positif dapat menyebabkan anak mempunyai perkembangan social skill berfungsi tinggi. Hal ini disebabkan karena dengan stimulasi maka anak terbiasa melakukan tugasnya dalam berinteraksi dengan orang lain, anak mampu bekerja sama dengan orang lain, dan anak akan lebih mandiri dalam melakukan tugasnya sehari-hari.