ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “SM” MASA HAMIL, BERSALIN, NIFAS, NEONATUS, SAMPAI KB DI DESA GEDANGAN KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO
Abstract
Pelayanan yang mengutamakan pemilihan perawatan normal seperti persalinan spontan dan mengurangi risiko komplikasi obstetri menunjukkan manfaat dari pendekatan Continuity of Care (CoC) tanpa efek samping jika dibandingkan dengan model standar. Namun kenyataannya, tidak semua pelayanan kebidanan menerapkan prinsip continuity of care sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi yang tidak ditangani sehingga menyebabkan penanganan yang terlambat terhadap komplikasi dan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, neonatus, sampai dengan KB dengan menggunakan manajemen kebidanan.
Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”SM” berlangsung ± 8 minggu dari masa kehamilan 36 minggu, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 1 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali, serta KB sebanyak 1 kali.
Kunjungan ANC Ny.”SM” pada usia kehamilan 40 minggu tidak ada keluhan. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal. Penulis memberikan KIE tentang tanda persalinan. Ibu melahirkan dengan spontan di Puskesmas Kutorejo bayi lahir 28 Juni 2024 pukul 04.36 WIB, lahir secara normal tolong oleh Bidan dengan BB : 2.600 gram, PB: 48 cm LK 31 cm, Jenis kelamin perempuan, langsung menangis, gerak aktif.
Asuhan kebidanan masa nifas didapatkan keluhan nyeri luka jahitan perineum. Bidan mengajarkan cara perawatan perineum, memberikan KIE nutrisi, tanda bahaya nifas, dan teknik menyusui yang benar. Pada kunjungan III dan IV sudah tidak ada keluhan. Asuhan kebidanan KB dimulai dengan memberikan KIE tentang KB saat KF IV.
Evaluasi kehamilan Ny “SM” mengalami kehamilan normal. Persalinan terjadi secara spontan pervaginam tanpa penyulit. Masa nifas didapatkan nyeri luka jahitan perineum, dan neonatus tidak ditemukan adanya masalah. Asuhan
kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.