Alternatif Pembiayaan Modal Usaha Dari Perusahaan Leasing atau Perbankan
Abstract
ndustri pembiayaan di Indonesia mula berkembang semula dalam beberapa tahun terakhir setelah mengalami
kemerosotan akibat krisis kewangan Asia pada tahun 1997-1999. Pertumbuhan ini berterusan walaupun ada
gangguan semasa pandemik COVID-19 dari tahun 2020 hingga 2022, yang menyebabkan perlambatan
ekonomi global dan domestik. Hal ini dapat dilihat daripada banyaknya perusahaan di Indonesia yang kembali
mempergunakan perkhidmatan pembiayaan untuk pengadaan modal dan aset tetap. Kebijakan keuangan
pendahuluan rendah yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan menarik bagi perusahaan yang memerlukan
modal tambahan untuk mengembangkan perniagaan mereka. Kajian ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui
alternatif pendanaan yang dipilih perusahaan dalam pengadaan aktiva tetapnya yaitu dengan alternatif
pendanaan sewa guna usaha (leasing) ataupun dengan kredit bank. Analisis ini mempergunakan variable bebas
yaitu alternatif pendanaan sewa guna usaha (leasing) dan kredit bank. Variabel terikatnya yaitu pengambilan
keputusan perusahaan untuk pengadaan aktiva tetap pada perusahaan. Sampelnya satu unit mesin digital
printing yang ada pada CV. Nusa Prima. Kajian ilmiah ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan
pendekatan kajian ilmiah deskriptif dan komparatif mempergunakan teknik analisis data present value cash
outflow. Alternatif pendanaan yang dipilih oleh CV. Nusa Prima pada tahun 2023 dalam pengadaan aktiva
tetapnya berupa 1 unit Mesin Digital Printing seharga Rp. 1.000.000.000 yaitu mempergunakan alternatif
pendanaan dengan Bank.