HUBUNGAN PERILAKU SEDENTARI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 MOJOANYAR MOJOKERTO
Date
2018-04-13Author
Yulianti, Indra
SB, Elies Meilinawati
Ibnu, Faisal
Metadata
Show full item recordAbstract
Aktivitas sedentari seperti misalnya
bermain games komputer, menonton televisi
maupun media elektronik lain daripada berjalan,
bersepeda maupun naik-turun tangga menurunkan
keluaran energi sehingga terjadi keseimbangan
positif dimana masukan energi lebih banyak
dibandingkan keluaran energi. Tubuh cenderung
untuk menyimpan energi dalam bentuk lemak dan
selanjutnya terjadi obesitas. Tujuan penelitian ini
mengetahui hubungan antara perilaku sedentari
dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP
Negeri 1 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Desain
penelitian analitik dengan pendekatan cross –
sectional. Populasi sebanyak 435 orang, jumlah
sampel 53 responden dengan teknik probability
sampling (cluster random sampling). Pengukuran
perilaku sedentari dilakukan dengan kuesioner dan
tabel kegiatan harian, sedangkan kejadian obesitas
menggunakan CDC growth chart. Sebagian besar
responden berperilaku sedentari namun tidak
overweight sebanyak 26 orang (49,0%), hampir
setengah responden tidak berperilaku sedentari dan
tidak overweight sebanyak 21 orang (39,6%),
sebagian kecil responden berperilaku sedentari
sebanyak dan overweight 3 orang (5,7%) dan tidak
satupun responden tidak berperilaku sedentari dan
overweight sebanyak 3 orang (5,7%). Analisa data
dengan uji regresi logistik biner SPSS 16.0. Hasil
penelitian menunjukkan adanya hubungan perilaku
sedentari dengan kejadian obesitas p(0,000) <
(0,05). Perilaku sedentari atau inaktifitas fisik
(ketidakaktifan fisik) adalah suatu kelompok perilaku
yang dilakukan secara sadar dan menghasilkan
pengeluaran energi yang sangat sedikit.
Mengembangkan pemahaman yang lebih baik
tentang perilaku sedentari sangat penting untuk
mencegah dan mengurangi obesitas pada populasi
remaja. Mengurangi aktivitas tersebut akan dapat
mengendalikan berat badan pada remaja