PENGARUH PEMBERIAN AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN EFEK SAMPING MUAL DAN MUNTAH PADA PASIEN TB PARU DENGAN PENGOBATAN OAT
Date
2024-02-23Author
Pratiwi, Chaterina Janes
Hariyono, Rudi
Wahyuni, Lutfi
Pujiwati, Ely
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasien dengan infeksi TB Paru yang menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) umumnya mengalami
efek samping mual muntah sehingga dapat meningkatkan tingginya angka drop out pada awal pengobatan.
Pemberian akupresur pada titik P6 dan ST36 dipercaya mengurangi kejadian mual dan muntah akibat
pemberian OAT. Desain penelitian eksperimental dengan pre-post test design. Teknik sampling yang dipakai
dalam penelittian ini adalah purposive sampling. Terdapat 65 responden terlibat dalam penelitian ini.
Responden merupakan pasien TB di Poliklinik TB Paru RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
Pemberian terapi akupresur dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikasi. Pengukuran mual muntah
menggunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Tingkat mual muntah sebelum diberikan
terapi akupresur yaitu 31% responden mual berat, 42% responden mual sedang, dan 26% responden mual
ringan. Sedangkan, tingkat mual muntah setelah terapi akupresur, yaitu 12% responden mual sedang, 80%
responden mual ringan, dan 8% responden tidak mual. Hasil uji Wilcoxon Rank Test dengan nilai p = 0,000
yang berarti secara statistic dengan derajat kepercayaan 95% diyakini ada pengaruh pemberian akupresur
terhadap penurunan efek samping mual muntah pada pasien TB Paru dengan pengobatan OAT. Semakin
sering diberikan intervensi akupresur, maka keluhan mual muntah semakin berkurang.