• Login
    View Item 
    •   Home
    • KIAN PROFESI NERS
    • KIAN PROFESI NERS 2025
    • View Item
    •   Home
    • KIAN PROFESI NERS
    • KIAN PROFESI NERS 2025
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS IMPLEMENTASI SUPERVISI MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DI RUANG JANTUNG RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA

    Thumbnail
    View/Open
    PENDAHULUAN (932.6Kb)
    ABSTRAK (69.59Kb)
    KESEDIAAN PUBLIKASI (350.3Kb)
    BAB I (77.56Kb)
    BAB II (424.5Kb)
    BAB III (349.9Kb)
    BAB IV (183.9Kb)
    BAB V (69.84Kb)
    LAMPIRAN (645.6Kb)
    UJI SIMILARITAS (317.1Kb)
    Date
    2025-06-10
    Author
    Yunianti, Nani
    Basuki, Duwi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Supervisi memegang peranan penting untuk diimplementasikan di rumah sakit khususnya rawat inap. Pelaksanaan supervisi keperawatan di berbagai rumah sakit belum optimal dan fungsi manajemen tidak mampu diperankan oleh perawat di sebagian besar rumah sakit di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasi supervisi Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) di Ruang Jantung RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Desain penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Ruang Jantung pada bulan Februari 2025 pada 22 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perawat ruangan menilai bahwa implementasi supervisi MPKP Ruang Jantung RSPAL dr. Ramelan Surabaya yang dilakukan oleh kepala ruangan adalah baik yaitu 21 orang (100%). Terdapat 9 dari 11 tindakan supervisi sudah dilakukan, sedangkan 2 diantaranya yaitu supervisor memanggil perawat primer untuk mengadakan pembinaan dan klarifikasi permasalahan masih belum dilakukan menurut 9 perawat (42,9%), dan pelaksanaan supervisi dengan inspeksi, wawancara, dan memvalidasi data sekunder juga belum dilakukan menurut 15 perawat (71,5%). Seluruh perawat ruangan menilai bahwa implementasi supervisi MPKP Ruang Jantung RSPAL dr. Ramelan Surabaya yang dilakukan oleh kepala ruangan adalah baik. Sebagian besar supervisor memanggil perawat primer untuk mengadakan pembinaan dan klarifikasi masalah, dan hampir setengah supervisor melaksanakan supervisi secara lengkap melalui inspeksi, wawancara, dan validasi data sekunder. Rumah sakit disarankan untuk meningkatkan pelatihan bagi supervisor agar dapat melaksanakan supervisi dengan pendekatan yang lebih komprehensif.
    URI
    https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3662
    Collections
    • KIAN PROFESI NERS 2025

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of RepositoryCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV