HUBUNGAN STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA WARGA RT 01 DESA BUDUG SIDOREJO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG
Abstract
Pada saat stres, sekresi katekolaminakan meningkat sehingga angiotensin, renin dan
aldosteron yang dihasilkan juga semakin meningkat. Aktivasi sistem saraf simpatis juga
menyebabkan pelepasan norepinefrin dari saraf simpatis di jantung dan pembuluh darah. Hal ini
menyebabkan peningkatan curah jantung dan total peripheral resistance (TPR). Peningkatan
aktivitas saraf simpatis secara berkepanjangan dapat menyebabkan hipertrofi jantung dan
pembuluh arah yang berkontribusi dalam meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan
untuk Mengetahui hubungan stress dengan tekanan darah pada warga RT 01 Desa Budug
Sidorejo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah rancangan penelitian non eksperimen, dengan jenis penelitian yaitu analitik korelasional
dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga RT 01
Desa Budug Sidorejo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang sebanyak 115 responden,
sampel yang digunakan dalam penelian ini sebanyak 115 responden yang diambil dengan teknik
total sampling. Analisa data dilakukan dengan cara editing, coding, scoring, tabulating. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa paling banyak adalah responden yang mengalami stres berat dan
memiliki tekanan darah tinggi yaitu sebanyak 59 responden (66.3%).