<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>KTI/ LTA D3 KEPERAWATAN</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/13" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/13</id>
<updated>2026-09-06T09:49:53Z</updated>
<dc:date>2026-09-06T09:49:53Z</dc:date>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH NYERI AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4650" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mufidah, Ainun</name>
</author>
<author>
<name>Hariyono, Rudi</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4650</id>
<updated>2026-09-03T13:22:56Z</updated>
<published>2026-07-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH NYERI AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO
Mufidah, Ainun; Hariyono, Rudi
Hipertensi sering disertai nyeri akut kepala akibat peningkatan tekanan vaskuler&#13;
serebral sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif. Studi kasus ini&#13;
bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan&#13;
masalah nyeri akut di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Desain&#13;
penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua partisipan (Tn. P usia&#13;
70 tahun dan Ny. S usia 71 tahun) yang memenuhi kriteria: usia &gt;60 tahun,&#13;
hipertensi grade 2, dan kesadaran compos mentis. Pengumpulan data melalui&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Asuhan keperawatan meliputi pengkajian,&#13;
diagnosis nyeri akut, intervensi manajemen nyeri (identifikasi PQRST, kompres&#13;
hangat, kontrol lingkungan, kolaborasi analgesik), implementasi, dan evaluasi&#13;
selama 3 hari. Hasil menunjukkan kedua partisipan mengalami penurunan skala&#13;
nyeri (Tn. P dari skala 6 menjadi 4; Ny. S dari skala 5 menjadi 3), tekanan darah&#13;
membaik (Tn. P 140/85 mmHg; Ny. S 150/90 mmHg), frekuensi nadi menurun,&#13;
serta tanda meringis dan gelisah berkurang. Evaluasi pada hari ketiga menyatakan&#13;
nyeri akut teratasi. Asuhan keperawatan yang diberikan sesuai standar SDKI, SIKI,&#13;
dan SLKI. Pemilihan teknik nonfarmakologis berdasarkan karakteristik nyeri&#13;
(kompres hangat untuk nyeri tegang) terbukti efektif. Discharge planning diberikan&#13;
untuk mencegah rekurensi.
</summary>
<dc:date>2026-07-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN NYERI AKUT YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA WUNUT KEC. MOJOANYAR KAB. MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4639" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nurjanah, Mifta</name>
</author>
<author>
<name>Kusumaningrum, Uni Azizah</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4639</id>
<updated>2026-08-31T01:16:03Z</updated>
<published>2026-06-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN NYERI AKUT YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA WUNUT KEC. MOJOANYAR KAB. MOJOKERTO
Nurjanah, Mifta; Kusumaningrum, Uni Azizah
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering terjadi pada lansia dan menjadi masalah kesehatan yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah nyeri akut berupa sakit kepala akibat peningkatan tekanan vaskuler serebral. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, serta kenyamanan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh nyeri kepala pada bagian tengkuk dengan skala nyeri sedang, disertai peningkatan tekanan darah, tampak meringis, gelisah, serta mengalami gangguan istirahat dan tidur. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, pemantauan tanda-tanda vital, edukasi kesehatan, teknik relaksasi napas dalam, serta terapi nonfarmakologis berupa foot massage. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan kenyamanan pasien. Asuhan keperawatan yang komprehensif dengan kombinasi intervensi farmakologis dan nonfarmakologis efektif dalam menurunkan nyeri akut pada lansia dengan hipertensi. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemberian asuhan keperawatan pada kasus serupa.
</summary>
<dc:date>2026-06-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4600" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rismi Angger, Luly</name>
</author>
<author>
<name>Janes Pratiwi, Chaterina</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4600</id>
<updated>2026-08-12T12:02:58Z</updated>
<published>2026-07-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO
Rismi Angger, Luly; Janes Pratiwi, Chaterina
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular, seperti nefropati, neuropati, retinopati, hingga penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan klien yang mengalami diabetes melitus tipe 2 dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua partisipan dengan diagnosis medis diabetes melitus tipe 2 dan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis selama tiga hari perawatan. Hasil penelitian menunjukkan kedua partisipan mengalami penurunan kadar glukosa darah &lt;200 mg/dL disertai keluhan lemas, mulut kering, poliuria, dan polidipsia. Diagnosa utama yang ditegakkan adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan glukosa darah, manajemen hiperglikemia, edukasi diet dan kepatuhan terapi, pemantauan cairan, senam kaki diabetik, serta kolaborasi pemberian insulin dan cairan intravena. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan keluhan lemas, penurunan frekuensi haus dan berkemih, serta perbaikan kadar glukosa darah. Asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan efektif membantu stabilisasi kadar glukosa darah serta menurunkan risiko komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2.
</summary>
<dc:date>2026-07-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DEMAM THYPOID DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI RSUD DR. WAHIDIN  SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4540" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yuliati, Ratna Septha</name>
</author>
<author>
<name>Laili, Siti Indatul</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4540</id>
<updated>2026-08-06T13:36:53Z</updated>
<published>2026-07-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DEMAM THYPOID DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI RSUD DR. WAHIDIN  SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO
Yuliati, Ratna Septha; Laili, Siti Indatul
Demam tifoid merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Invasi bakteri ke dalam tubuh memicu respons imun dan pelepasan mediator inflamasi yang meningkatkan suhu tubuh sehingga muncul masalah keperawatan hipertermi. Hipertermi yang tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dehidrasi, dan komplikasi pada anak. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua anak usia prasekolah dengan demam tifoid dan masalah hipertermi di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Data diperoleh melalui pengkajian, observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah hipertermi berhubungan dengan proses infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan suhu tubuh dan tanda vital, identifikasi penyebab hipertermi, pemberian kompres air hangat, pemenuhan kebutuhan cairan, pengaturan lingkungan yang nyaman, penggunaan pakaian tipis, edukasi keluarga, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari dan kedua pasien dievaluasi suhu tubuh klien A menurun dari 38,7°C menjadi 36,8°C dan klien B dari 38,5°C menjadi 36,7°C. Pasien tampak lebih nyaman, kulit tidak lagi teraba hangat, dan tanda-tanda hipertermi berkurang. Asuhan keperawatan komprehensif efektif mengatasi hipertermi pada anak dengan demam tifoid. Perawat dan keluarga disarankan mempertahankan pemantauan suhu serta pemenuhan cairan guna mencegah komplikasi dan mendukung pemulihan.
</summary>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
