<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>KIAN PROFESI NERS 2026</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4195" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4195</id>
<updated>2026-11-08T16:56:54Z</updated>
<dc:date>2026-11-08T16:56:54Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</id>
<updated>2026-07-22T16:55:03Z</updated>
<published>2026-07-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto
Orang tua rentan mengalami masalah kesehatan karena saat usia mereka meningkat, tubuh mulai menua. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan nyeri sendi adalah Gout Arthritis. Terapi non-farmakologis seperti latihan ergonomis terbukti mampu mengurangi tingkat nyeri serta keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara memberikan perawatan keperawatan kepada seorang pasien lansia yang berusia 85 tahun, Tn. N yang mengalami nyeri kronis karena gout arthritis di UPT Pesanggrahan PMKS &#13;
Majapahit Mojokerto. Pendekatan dalam pelayanan perawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengumpulan data, penentuan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan penilaian hasil. Diagnosa keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri kronis yang disebabkan oleh kondisi muskuloskeletal kronis. Pasien mengeluh merasakan nyeri dan kaku pada kedua lutut sejak dua tahun terakhir. Nyeri tersebut seperti tertusuk-tusuk, berlokasi di kedua lutut, dengan skala nyeri 7. Nyeri muncul setelah bangun pagi dan semakin memburuk saat bergerak, intensitasnya terus meningkat. Saat nyeri terjadi, Tn. N tampak meringis dan &#13;
gelisah. Intervensi yang diberikan mencakup pemberian terapi olahraga ergonomis selama tiga hari berturut-turut, pemantauan tanda vital, serta penyuluhan tentang cara mengelola nyeri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skala rasa sakit berkurang dari 7 menjadi 4 dalam waktu 3 hari. Selain itu, ada penurunan gejala menangis dan peningkatan tanda-tanda kehidupan vital. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi ergonomic exercise berhasil mengurangi rasa sakit yang berkepanjangan pada lansia yang menderita arthritis gout.
</summary>
<dc:date>2026-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Dengan Penerapan Slow Deep Breathing Pasien Hipertensi Di Ruang Sunan Gunung Jati Rs Sakinah Kota Mojokerto</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4891" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ananda, Delia Rika</name>
</author>
<author>
<name>Wahyuni, Lutfi</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4891</id>
<updated>2026-11-02T04:07:27Z</updated>
<published>2026-09-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Dengan Penerapan Slow Deep Breathing Pasien Hipertensi Di Ruang Sunan Gunung Jati Rs Sakinah Kota Mojokerto
Ananda, Delia Rika; Wahyuni, Lutfi
Gejala hipertensi salah satunya adalah nyeri kepala, Nyeri akut terjadi dengan intensitas nyeri ringan hingga nyeri berat selama kurang dari tiga bulan. pengobatan non farmakologi nyeri kepala karena hipertensi dapat dilakukan relaksasi slow deep breathing exercise. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu memberikan gambaran serta Analisis Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Dengan Penerapan Slow Deep Breathing Pasien Hipertensi Di Ruang Sunan Gunung Jati Rs Sakinah Kota Mojokerto. Tehnik slow deep breathing ini dilakukan selama 1 menit dengan jeda 2 detik setiap pengulangan, mengikuti dengan periode istirahat 2 menit, melakukan latihan dalam lima siklus selama 15 menit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi ini dapat menurunkan skala nyeri pasien dari 6 ke 4, nyeri saat beraktifitas menurun, cekot-cekot menurun, stres berkurang. Penerapan intervensi ini dialkukan dalam keadaan semi fowler atau fowler ketika ada ditempat tidur atau kursi. Latihan ini digunakan sebagai salah satu alternatif bagi pasien dengan nyeri akut pada kasus hipertensi.
</summary>
<dc:date>2026-09-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN POST TONSILEKTOMI MELALUI INTERVENSI TERAPI MINUMAN DINGIN (COLD DRINK THERAPY) UNTUK MENGURANGI NYERI MENELAN  DI RUANG CEMPAKA RSUD IBNU SINA  GRESIK</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4889" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rasanti, Riska Raditya</name>
</author>
<author>
<name>Wahyuni, Lutfi</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4889</id>
<updated>2026-10-19T03:16:09Z</updated>
<published>2026-06-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN POST TONSILEKTOMI MELALUI INTERVENSI TERAPI MINUMAN DINGIN (COLD DRINK THERAPY) UNTUK MENGURANGI NYERI MENELAN  DI RUANG CEMPAKA RSUD IBNU SINA  GRESIK
Rasanti, Riska Raditya; Wahyuni, Lutfi
Tonsilektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat tonsil akibat peradangan berulang atau kronis. Salah satu masalah utama yang sering dialami pasien post tonsilektomi adalah nyeri menelan yang dapat mengganggu asupan nutrisi dan proses pemulihan. Nyeri tersebut terjadi akibat trauma jaringan pasca operasi serta proses inflamasi pada area orofaring. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah terapi minuman dingin (cold drink therapy). Terapi ini bekerja dengan memberikan efek vasokonstriksi lokal sehingga dapat menurunkan peradangan dan sensasi nyeri pada daerah operasi. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien post tonsilektomi dengan masalah nyeri menelan melalui intervensi terapi minuman dingin. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian terapi minuman dingin selama 3 hari, dengan frekuensi setiap pasien merasakan nyeri dan durasi pemberian disesuaikan dengan toleransi pasien. Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi selama 3 hari, terjadi penurunan intensitas nyeri menelan pada pasien. Hal ini ditandai dengan pasien mengatakan nyeri berkurang, pasien lebih mampu menelan, peningkatan asupan cairan, serta ekspresi wajah tampak lebih rileks. Selain itu, tidak ditemukan adanya komplikasi seperti perdarahan atau peningkatan nyeri setelah pemberian terapi. Kesimpulannya, terapi minuman dingin (cold drink therapy) efektif dalam membantu menurunkan nyeri menelan pada pasien post tonsilektomi. Terapi ini merupakan metode sederhana, mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, serta dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri dalam asuhan keperawatan.
</summary>
<dc:date>2026-06-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4881" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wulandari, Anis Fitryyah</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4881</id>
<updated>2026-10-14T09:34:43Z</updated>
<published>2026-08-18T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK
Wulandari, Anis Fitryyah
Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan pada ibu postpartum yang ditandai dengan ketidakadekuatan pengeluaran ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi belum terpenuhi secara optimal. Daun katuk merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu meningkatkan produksi ASI. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui pemberian daun katuk sebagai intervensi unggulan berbasis Evidence-Based Nursing. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. I dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari, 18–20 Juli 2026, berupa pemberian ekstrak daun katuk yang dikombinasikan dengan edukasi menyusui, perbaikan posisi dan perlekatan, pijat payudara, anjuran menyusui rutin, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta pemantauan pengeluaran ASI. Hari pertama ASI masih sedikit dan masalah belum teratasi. Hari kedua pengeluaran ASI meningkat dan masalah teratasi sebagian. Hari ketiga ASI lebih deras, bayi mampu melekat dan mengisap dengan baik, serta ibu mampu menyusui secara mandiri dan percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan komprehensif dengan pemberian daun katuk menunjukkan peningkatan pengeluaran ASI dan kemampuan menyusui. Namun, masalah menyusui tidak efektif masih teratasi sebagian. Peningkatan ASI tidak dapat dikaitkan hanya dengan daun katuk karena terdapat intervensi keperawatan lain yang diberikan secara bersamaan.
</summary>
<dc:date>2026-08-18T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
