<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SKRIPSI S1 KEBIDANAN 2026</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4197" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4197</id>
<updated>2026-09-09T13:05:44Z</updated>
<dc:date>2026-09-09T13:05:44Z</dc:date>
<entry>
<title>GAMBARAN NAFSU MAKAN PADA BALITA SESUDAH DI BERIKAN PIJAT TUINA DI TEMPAT PRAKTEK MANDIRI TERAPIS BUDI ARYADINATA DESA SOCAH  BANGKALAN - MADURA JAWA TIMUR</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4676" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rusmala Sari, Dewi</name>
</author>
<author>
<name>Yuswo Yani, Lasiyati</name>
</author>
<author>
<name>Dewi Yanti, Ariu</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4676</id>
<updated>2026-09-09T07:21:30Z</updated>
<published>2026-09-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">GAMBARAN NAFSU MAKAN PADA BALITA SESUDAH DI BERIKAN PIJAT TUINA DI TEMPAT PRAKTEK MANDIRI TERAPIS BUDI ARYADINATA DESA SOCAH  BANGKALAN - MADURA JAWA TIMUR
Rusmala Sari, Dewi; Yuswo Yani, Lasiyati; Dewi Yanti, Ariu
Nafsu makan yang menurun pada balita merupakan salah satu permasalahan yang dapat mempengaruhi asupan gizi, pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu terapi kolplementer yang banyak digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan adalah pijat Tuina. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran nafsu makan balita setelah diberikan pijat Tuina di tempat praktek mandiri terapis Budi aryadinata. Metode penelitian ini desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 10 balita yang dipilih menggunakan Total sampling. Data dikumpukan dengan menggunakan kuesioner mengenai nafsu makan balita setelah di berikan pijat tuina dan dianalisis dalam bentuk frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 Balita, sebagian besar 8 Balita (80%) memiliki nafsu makan baik, 1 Balita (10%) memiliki nafsu makan cukup dan 1 Balita ( 10%) memiliki nafsu makan kurang setelah diberikan pijat Tuina. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar balita memiliki nafsu makan yang baik setelah di berikan pijat tuina. Meskipun demikian terdapat balita yang memiliki nafsu makan yang cukup dan kurang yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktr psokologis, kebiasaan makan, dan kondisi kesehatan. Dengan demikian pijat tuina dapat menjadi terapi komplementer yang mendukung peningkatan nafsu makan pada balita.
</summary>
<dc:date>2026-09-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH KOMPRES HANGAT HERBAL JAHE MERAH TERHADAP DISMENORE DI SMK RADEN RAHMAT  MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4621" rel="alternate"/>
<author>
<name>Utami, Ananda</name>
</author>
<author>
<name>Yulianti, Indra</name>
</author>
<author>
<name>Mardiyana, Rina</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4621</id>
<updated>2026-08-19T08:00:21Z</updated>
<published>2026-08-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH KOMPRES HANGAT HERBAL JAHE MERAH TERHADAP DISMENORE DI SMK RADEN RAHMAT  MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO
Utami, Ananda; Yulianti, Indra; Mardiyana, Rina
Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri dismenore adalah kompres hangat herbal jahe merah yang memiliki efek hangat, antiinflamasi, dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat herbal jahe merah terhadap dismenore pada siswi SMK Raden Rahmat Mojosari Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 8 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat herbal jahe merah selama ±30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 5 orang (62,5%), sedangkan 3 orang (37,5%) mengalami nyeri ringan. Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 5 orang (62,5%), sedangkan 3 orang (37,5%) tidak mengalami nyeri. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk diperoleh p-value 0,174 &gt; 0,05 sehingga data berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil Paired Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 &lt; 0,05, sehingga terdapat pengaruh kompres hangat herbal jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore. Kompres hangat herbal jahe merah dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri dismenore pada remaja putri.
</summary>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERSIAPAN PRANIKAH DENGAN KESIAPAN MENJADI ORANG TUA DI KUA BANGSAL</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4620" rel="alternate"/>
<author>
<name>Winarti, Winarti</name>
</author>
<author>
<name>Kumsindarti, Indah</name>
</author>
<author>
<name>Yuswo Y., Lasiyati</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4620</id>
<updated>2026-08-24T03:12:28Z</updated>
<published>2026-08-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERSIAPAN PRANIKAH DENGAN KESIAPAN MENJADI ORANG TUA DI KUA BANGSAL
Winarti, Winarti; Kumsindarti, Indah; Yuswo Y., Lasiyati
Pasangan yang akan menikah perlu mempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai orang tua karena kehadiran anak membawa berbagai tanggung jawab, mulai dari pemberian kasih sayang, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan pranikah terhadap kesiapan menjadi orang tua di KUA Bangsal Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain Pretest-Posttest terhadap 32 calon pengantin yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen ini menggunakan Data  kesiapan menjadi orang tua sebelum penyuluhan setelah diberikan penyuluhan pranikah diberikan post test melalui kegiatan penyuluhan dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden belum siap menjadi orang tua sebelum penyuluhan. Setelah penyuluhan, sebanyak 68,8% responden dinyatakan siap, sedangkan 31,2% masih belum siap. Hasil uji statistik memperoleh nilai p=0,000 (&lt;0,05), yang berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya bimbingan pranikah sebagai upaya meningkatkan kesiapan calon pasangan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas serta mendukung pengembangan program bimbingan pranikah.
</summary>
<dc:date>2026-08-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TINGKAT DISMINORE PADA MAHASISWA S1 KEBIDANAN DI UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4619" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dinda, Dinda</name>
</author>
<author>
<name>Khusniyati, Etik</name>
</author>
<author>
<name>Ma’rifah, Asirotul</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4619</id>
<updated>2026-08-24T07:14:46Z</updated>
<published>2026-08-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TINGKAT DISMINORE PADA MAHASISWA S1 KEBIDANAN DI UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
Dinda, Dinda; Khusniyati, Etik; Ma’rifah, Asirotul
Dismenore merupkan masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja. Dismenore merupakan permasalahan pada sistem reproduksi yang biasanya dialami oleh sebagian wanita usia subur dan remaja putri. Salah satu pennyebab yang diduga berhubungan terhadap dismenore yaitu indeks massa tubuh, ketidak normalan IMT dapat mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan meningkatkan risiko nyeri haid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat dismenore pada mahasiswa S1 Kebidanan di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Penelitian menggunakan metode desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 82 mahasiswa S1 Kebidanan di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto, sedangkan pemilihan sampel menggunkan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling ditemukan sebanyak 37 reponden. Instrumen yang digunakan meliputi perhitungan IMT dan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37 responden, sebagian besar memiliki IMT normal sebanyak 19 responden (51,4%), sebanyak 10 responden (27,0%) termasuk kategori berat badan lebih, dan 8 responden (21,6%) berada pada kategori kurus. Hasil uji statistik Rank Spearman memperoleh nilai p-value = 0,000 (&lt;0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat dismenore pada mahasiswa S1 Kebidanan. Mahasiswa dengan IMT kategori kurus cenderung mengalami dismenore berat dibandingkan mahasiswa dengan IMT normal maupun berat badan lebih
</summary>
<dc:date>2026-08-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
