<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</id>
<updated>2026-07-07T06:02:21Z</updated>
<dc:date>2026-07-07T06:02:21Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN POLA KONSUMSI KAFEIN DENGAN  KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA  UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4340" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rizqiyah, Putri Suhailah</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4340</id>
<updated>2026-07-07T05:11:03Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN POLA KONSUMSI KAFEIN DENGAN  KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA  UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI
Rizqiyah, Putri Suhailah
Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami mahasiswa dan dapat memengaruhi konsentrasi, prestasi akademik, serta kesehatan fisik dan &#13;
mental. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan insomnia adalah pola konsumsi kafein. Konsumsi kafein berlebihan dapat menghambat kerja adenosin &#13;
di otak sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi kafein dengan kejadian &#13;
insomnia pada mahasiswa Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi se-luruh mahasiswa semester VIII Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto sebanyak 196 mahasiswa. Sampel berjumlah 132 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66 responden (50,0%) memiliki pola konsumsi kafein kategori sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai &#13;
p = 0,000 (p &lt; 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,530. Hasil tersebut &#13;
menunjukkan adanya hubungan positif antara pola konsumsi kafein dan kejadian insomnia, yaitu semakin tinggi konsumsi kafein, semakin tinggi tingkat insomnia pada mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah pola konsumsi kafein &#13;
berhubungan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Mahasiswa dapat membatasi konsumsi kafein pada sore hingga mal-am hari atau 6-8 jam sebelum tidur, mengurangi penggunaan gadget 1-2 jam sebelum tidur.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 DI SDN WONOREJO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4338" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nasywa, Nawang</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4338</id>
<updated>2026-07-07T05:40:51Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 DI SDN WONOREJO
Nasywa, Nawang
Kebiasaan sarapan pagi berperan penting sebagai sumber energi untuk mendukung kesiapan fisik dan fungsi otak siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas III–V di SDN Wonorejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN Wonorejo pada Februari 2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III, IV, dan V sebanyak 77 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan kuesioner konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebanyak 49 siswa (63,6%) dan konsentrasi belajar kategori tinggi sebanyak 40 siswa (51,9%). Hasil analisis crosstab menunjukkan 37 responden (48,1%) dengan kebiasaan sarapan baik memiliki konsentrasi belajar tinggi, sehingga terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa. Hal tersebut dapat terjadi karena sarapan pagi menyediakan energi yang dibutuhkan otak untuk mempertahankan fokus dan perhatian selama pembelajaran. Dengan demikian, semakin baik kebiasaan sarapan pagi siswa, semakin tinggi pula konsentrasi belajarnya.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK RA NURUL ULUM TUNGGALPAGER</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4336" rel="alternate"/>
<author>
<name>Eka Hafizah, Firdina</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4336</id>
<updated>2026-07-07T05:41:08Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK RA NURUL ULUM TUNGGALPAGER
Eka Hafizah, Firdina
Pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah gizi baik gizi kurang maupun gizi lebih. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah di RA Nurul Ulum Tunggalpager. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di RA Nurul Ulum Tunggalpager sebanyak 61 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan dan pengukuran antropometri untuk mengetahui status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan baik sebanyak 37 responden (60,7%) dan status gizi baik sebanyak 43 responden (70,5%). Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan pola makan baik memiliki status gizi baik. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Pola makan yang baik berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan pola makan yang baik cenderung memiliki status gizi yang lebih baik. Dengan demikian, semakin baik pola makan anak, semakin baik pula status gizinya.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUMBERDAWESARI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4337" rel="alternate"/>
<author>
<name>Indriawati, Ajeng</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4337</id>
<updated>2026-07-07T05:41:56Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUMBERDAWESARI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN
Indriawati, Ajeng
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 lansia hipertensi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 responden. Variabel independen yaitu dukungan keluarga dan variabel dependen yaitu kualitas hidup lansia hipertensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Whoqool-Bref) dan kuesioner kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori cukup dan kualitas hidup kategori rendah. Hasil Uji Statistik Spearman Rank Test diperoleh nilai p &lt; 0,001 (α &lt; 0,05) sehingga H₁ diterima (H₀ ditolak) yang berarti terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,543 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan positif, artinya semakin baik dukungan keluarga maka semakin tinggi kualitas hidup lansia hipertensi, begitu sebaliknya. Pentingnya dukungan keluarga pada lansia hipertensi dapat membantu lansia lebih patuh menjalani pengobatan, menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan motivasi lansia dalam menjaga kondisi kesehatannya sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
