<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5</id>
<updated>2026-07-07T04:24:54Z</updated>
<dc:date>2026-07-07T04:24:54Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 DI SDN WONOREJO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4338" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nasywa, Nawang</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4338</id>
<updated>2026-07-07T03:19:03Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 DI SDN WONOREJO
Nasywa, Nawang
Kebiasaan sarapan pagi berperan penting sebagai sumber energi untuk mendukung kesiapan fisik dan fungsi otak siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas III–V di SDN Wonorejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN Wonorejo pada Februari 2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III, IV, dan V sebanyak 77 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan kuesioner konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebanyak 49 siswa (63,6%) dan konsentrasi belajar kategori tinggi sebanyak 40 siswa (51,9%). Hasil analisis crosstab menunjukkan 37 responden (48,1%) dengan kebiasaan sarapan baik memiliki konsentrasi belajar tinggi, sehingga terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa. Hal tersebut dapat terjadi karena sarapan pagi menyediakan energi yang dibutuhkan otak untuk mempertahankan fokus dan perhatian selama pembelajaran. Dengan demikian, semakin baik kebiasaan sarapan pagi siswa, semakin tinggi pula konsentrasi belajarnya.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUMBERDAWESARI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4337" rel="alternate"/>
<author>
<name>Indriawati, Ajeng</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4337</id>
<updated>2026-07-07T03:19:03Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUMBERDAWESARI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN
Indriawati, Ajeng
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 lansia hipertensi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 responden. Variabel independen yaitu dukungan keluarga dan variabel dependen yaitu kualitas hidup lansia hipertensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Whoqool-Bref) dan kuesioner kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori cukup dan kualitas hidup kategori rendah. Hasil Uji Statistik Spearman Rank Test diperoleh nilai p &lt; 0,001 (α &lt; 0,05) sehingga H₁ diterima (H₀ ditolak) yang berarti terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,543 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan positif, artinya semakin baik dukungan keluarga maka semakin tinggi kualitas hidup lansia hipertensi, begitu sebaliknya. Pentingnya dukungan keluarga pada lansia hipertensi dapat membantu lansia lebih patuh menjalani pengobatan, menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan motivasi lansia dalam menjaga kondisi kesehatannya sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK RA NURUL ULUM TUNGGALPAGER</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4336" rel="alternate"/>
<author>
<name>Eka Hafizah, Firdina</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4336</id>
<updated>2026-07-07T03:19:03Z</updated>
<published>2026-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK RA NURUL ULUM TUNGGALPAGER
Eka Hafizah, Firdina
Pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah gizi baik gizi kurang maupun gizi lebih. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah di RA Nurul Ulum Tunggalpager. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di RA Nurul Ulum Tunggalpager sebanyak 61 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan dan pengukuran antropometri untuk mengetahui status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan baik sebanyak 37 responden (60,7%) dan status gizi baik sebanyak 43 responden (70,5%). Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan pola makan baik memiliki status gizi baik. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Pola makan yang baik berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan pola makan yang baik cenderung memiliki status gizi yang lebih baik. Dengan demikian, semakin baik pola makan anak, semakin baik pula status gizinya.
</summary>
<dc:date>2026-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Kejadian Fatigue Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di RSI Sakinah Mojokerto</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4291" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dwi Apriliyanah, Risa</name>
</author>
<author>
<name>Nur So’emah, Eka</name>
</author>
<author>
<name>Dwi Ningsih, Arum</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4291</id>
<updated>2026-06-29T05:17:42Z</updated>
<published>2026-06-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Kejadian Fatigue Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di RSI Sakinah Mojokerto
Dwi Apriliyanah, Risa; Nur So’emah, Eka; Dwi Ningsih, Arum
Fatigue adalah gangguan fisik dan mental yang terjadi dalam waktu lama dan tidak membaik meskipun telah beristirahat, Bila fatigue tidak di atas i dapat dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi, proses berpikir, berhubungan sosial, serta dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan rancangan one group pre test dan post test design. Teknik Sampling yang di gunakan adalah Consecutive Sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Sebelum di berikan intervensi sebagian besar responden mengalami fatigue sedang, sedangkan setelah di berikan intervensi terjadi penurunan tingkat fatigue menjadi fatigue ringan pada sebagian besar responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh deep breathing exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa, dengan adanya nilai P-Value ( 0,000 ), Nilai P-Value &lt; ( 0,05 ). Terdapat pengaruh Deep Breathing Exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Sakinah Mojokerto. Deep Breathing Exercise terbukti efektif dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien yang menjalani hemodilalisa, karena Deep Breathing Exercise menstimulasi saraf parasimpatik sehingga tubuh lebih rileks dan suplai oksigen meningkat, membantu untuk meningkatkan produksi energi sehingga fatigue dapat menurun.
</summary>
<dc:date>2026-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
