<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>KTI/ LTA D3 KEPERAWATAN 2022</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/738" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/738</id>
<updated>2026-04-13T10:36:30Z</updated>
<dc:date>2026-04-13T10:36:30Z</dc:date>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS  TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU  DI RSU ANWAR MEDIKA  SIDOARJO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2817" rel="alternate"/>
<author>
<name>Setia Anwar, Yuke Happy</name>
</author>
<author>
<name>Rahmawati, Ima</name>
</author>
<author>
<name>Azizah, Umi</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2817</id>
<updated>2024-10-16T06:43:35Z</updated>
<published>2022-09-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS  TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU  DI RSU ANWAR MEDIKA  SIDOARJO
Setia Anwar, Yuke Happy; Rahmawati, Ima; Azizah, Umi
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium. Penyakit ini menyerang sistem pernafasan yang berdampak pada gangguan oksigen dalam tubuh, sehingga pengidap penyakit ini rentan mengalami sesak nafas dan kelemahan. Masalah yang terjadi pada pasien pengidap penyakit ini yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif dimana hal tersebut merupakan kondisi dimana individu mengalami ancaman pada pernafasannya yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk batuk secara efektif. Bersihan jalan nafas tidak efektif masih menjadi masalah utama pada pasien TB Paru di RSU Anwar Medika Sidoarjo pada tahun 2021 sebesar 98,4%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan asuhan keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien TB Paru di RSU Anwar Medika Sidoarjo mengingat solusi masalah ketidakefektifan bersihan jalan pada pasien TB Paru masih belum diimplimentasikan dalam asuhan keperawatan pada RSU Anwar Media Sidoarjo.&#13;
	Penelitian dilakukan menggunakan metode desian penelitian analisis yang mana dalam melakukan proses analisis penelitian, peneliti menggunakan metode pengumpulan data, observasi atau pemeriksaan langsung pada klien serta melakukan studi dokumentasi. &#13;
	Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah melakukan pengkajian pada klien 1 dan klien 2 terdapat perbedaan yang terletak pada pada adanya vocal fremitus pada klien 1 yang tidak ditemui pada klien 2 yang disebabkan oleh penumpukkan sekret yang diakibatkan oleh faktor kebiasaan merokok. Namun, dalam diognasa asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 mempunyai diagnosa keperawatan yang sama yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif yang berhubungan dengan penumpukkan sekret pada saluran pernafasan.Untuk proses perencanaan asuhan keperawatan sendiri dapat diberikan pada klien 1 dan 2 secara mandiri adalah observasi TTV yang dapat dilakukan dengan mudah oleh klien 1 dan 2. Akan tetapi, beberapa implementasi antara klien 1 dan 2 justru berbeda karena sesak nafas yang dialami oleh klien 1 lebih berat dari pada klien 2. Maka yang diajarkan batuk efektif hanya klien 2 saja. Memasuki tahap evaluasi yang mengalami perbedaan waktu pencapaian tujuan yang disebabkan perbedaan hasil antara klie 1 dan 2 dimana klien 1 masih terdengar ronchi di dada kanan atas yang diakibatkan karena kebiasaan merokok dari kecil pada klien 1 sehingga nafasnya lebih berat dari pada klien 2.&#13;
Jadi berdasarkan hasil diatas, maka dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan bersihan jalan tidak efektif pada pasien TB paru di RSU Anwar Medika Sidoarjo dapat diterapkan pada klien  1 maupun 2, akan tetapi untuk hasil dari penerapan asuhan keperawatn menunjukkan bahwa perbedaan pada klien 1 dan 2 yaitu pada batuk yang lebih berat oleh klien 1 yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok dari kecil, sehingga batuk efektif hanya diajarkan pada klien 2 saja.
</summary>
<dc:date>2022-09-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Gangguan Pola Tidur di RSU Anwar Medika Sidoarjo</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1416" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wahab, Zusril Firdaus</name>
</author>
<author>
<name>Ibnu, Faisal</name>
</author>
<author>
<name>Virda, Enny</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1416</id>
<updated>2022-10-05T07:09:29Z</updated>
<published>2022-09-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Gangguan Pola Tidur di RSU Anwar Medika Sidoarjo
Wahab, Zusril Firdaus; Ibnu, Faisal; Virda, Enny
Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan sistolik sedikiitnya 90 mmHg. Salah satu faktor risiko dari kejadian hipertensi yaitu mengalami masalah gangguan pola tidur. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah mampu mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami gangguan proses tidur pada kasus hipertensi di RSU Anwar Medika Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain naratif dengan membandingkan antara dua partisipan. Batasan istilah pada penelitian ini yaitu asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan masalah gangguan proses tidur. Partisipan yang diberikan asuhan keperawatan adalah dua partisipan yang memiliki Hipertensi. Dengan teknik pengkajian, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil pengkajian di dapatkan partisipan satu mengalami hipertensi dengan Tekanan darah 190/140 mmHg, mengeluh sulit tidur, mengeluh tidak puas tidur, mengeluh pola tidur berubah, sedangkan partisipan dua memiki hipertensi dengan tekanan darah 180/130 mmHg, mengeluh sulit tidur, mengeluh tidak puas tidur, mengeluh pola tidur berubah, mengeluh istirahat tidak cukup. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x24 jam gangguan proses tidur pada kedua partisipan teratasi dengan kriteria hasil keluhan sulit tidur menurun, keluhan tidak puas tidur menurun, keluhan pola tidur berubah menurun, keluhan istirahat tidak cukup menurun. Untuk mengatasi masalah pola tidur yang dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang nyaman dan meningkatkan pola tidur dengan menepati kebiasaan waktu tidur.
</summary>
<dc:date>2022-09-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA DENGAN DIAGNOSA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGSOLO KABUPATEN SIDOARJO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1414" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hakim, Luqmanul</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1414</id>
<updated>2022-10-05T06:01:26Z</updated>
<published>2022-10-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA DENGAN DIAGNOSA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGSOLO KABUPATEN SIDOARJO
Hakim, Luqmanul
ABSTRAC&#13;
&#13;
NURSING CARE OF SLEEP DISORDERS IN THE ELDERLY WITH HYPERTENSION DIAGNOSIS IN THE WORK AREA OF&#13;
KEDUNGSOLO PUSKESMAS SIDOARJO REGENCY&#13;
&#13;
By: Luqmanul Hakim&#13;
&#13;
Sleep pattern disturbances are interruptions in the amount of time and quality of sleep due to internal and external factors, problems with sleep pattern disorders include difficulty starting sleep, sleep dissatisfaction, stating that you do not feel enough rest, decreased ability to function, changes in normal sleep patterns, often awake for no reason. clear. Inadequate sleep patterns and poor sleep quality can result in impaired physiological and psychological balance in a person, besides that short sleep duration for a long time can cause hypertension due to increased 24-hour blood pressure and heart rate, increased sympathetic nervous system and increased blood pressure. salt retention. The purpose of this study was to carry out nursing care for sleep disorders in the elderly with a diagnosis of hypertension in the working area of the Kedungsolo Public Health Center, Sidoarjo Regency. The method used in this study is a descriptive method in a case study approach to 2 elderly clients with hypertension. Nursing care is carried out for 3x24 hours, it is hoped that the problem of sleep pattern disorders can be resolved, by showing an increase in sleep quality, increased sleep duration, decreased blood pressure, fresher and fitter clients in their activities. Client 1 has shown changes in sleeping hours that are not too late and sleep duration increases and blood pressure drops from 165/100 to 150/90. While client 2 has shown changes by not easily waking up at night, the duration of sleep at night increases, blood pressure drops from 170/105 to 148/90, so that the problem of sleep pattern disturbances in client 1 and client 2 is resolved. The provision of nursing care that has been given is effective in overcoming the problem of sleep pattern disorders, especially in patients with hypertension.
</summary>
<dc:date>2022-10-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK  DI WILAYAH PUSKESMAS BANGSAL</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1407" rel="alternate"/>
<author>
<name>husairi, ahmad</name>
</author>
<author>
<name>husairi, ahmad</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1407</id>
<updated>2022-10-05T00:36:13Z</updated>
<published>2022-09-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK  DI WILAYAH PUSKESMAS BANGSAL
husairi, ahmad; husairi, ahmad
ABSTRAK&#13;
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KLIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH PUSKESMAS BANGSAL&#13;
&#13;
Oleh : AHMAD HUSAIRI&#13;
	rheumatoid arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan sering kali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam  sendi. Sehingga mengalami gangguan mobilitas fisik Tujuan dari asuhan keperawatan  ini adalah mampu mengaplikasikan asuhan keperawatan ganguan mobilitas fisik pada pasien lansia yang mengalami rheumatoid arthtritis. Penelitian ini dilaksanakan di desa Peterongan kecamatan  Bangsal Kabupaten Mojokerto pada tanggal 08 agustus 2022 sampai dengan tanggal 20 agustus 2022 dengan jumlah 2 klien perempuan yang menderita rheumathoid artritis dengan masalah keperawatan ganguan moilitas fisik. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini setelah dilakukan intervensi selama 3 kali pertemuan menunjukkan gangguan mobilitas fisik klien 1 teratasi klien 2 terasi sebagian dengan Kemampuan meningkatkan pergerakan ekstermitas, kemampuan dalam meningkatkan kekuatan otot kemampuan dalam merentang gerak (ROM) ) Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa intervensi yang dilakukan Mengajarkan klien melakukan latihan ROM dapat meningkatkan kekuatan otot. Peneliti berharap klien  dan keluarga bisa menerapkan gerakan ROM jika memiliki keluhan dalam gangguan mobilitas fisik
</summary>
<dc:date>2022-09-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
