<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2019</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/8" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/8</id>
<updated>2026-07-27T04:22:38Z</updated>
<dc:date>2026-07-27T04:22:38Z</dc:date>
<entry>
<title>PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS PADA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT RSI SAKINAH KAB MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4402" rel="alternate"/>
<author>
<name>HAQ, MARISTANNA MILATAL</name>
</author>
<author>
<name>SANTOSO, WINDU</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4402</id>
<updated>2026-07-22T02:44:47Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS PADA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT RSI SAKINAH KAB MOJOKERTO
HAQ, MARISTANNA MILATAL; SANTOSO, WINDU
Tingkat kepuasan pasien dapat digunakan sebagai sarana untuk menilai kualitas perawatan kesehatan. Ini mencerminkan kemampuan penyedia untuk memenuhi kebutuhan pasien. Seharusnya pasien harus diberlakukan sama sesuai dengan keadaan sakitnya dan tidak ada diskriminasi, hal ini diberlakukan bagi pasien umum ataupun pasien yang menggunakan BPJS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS pada mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSI. Sakinah. Desain penelitian adalah deskriptif komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien BPJS dan non BPJS sebanyak 983 responden. Sampel berjumlah 70 Responden yang terdiri dari 35 pasien BPJS dan 35 pasien non BPJS diambil dengan menggunakan teknik Consecutive sampling. Sumber data menggunakan data primer, instrumen menggunakan lembar kuesioner tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di ruang Rawat Inap. Hasil penelitian menggunakan analisis Mann Whitney didapatkan nilai ρ= 0,000 &lt; 0,05 yang artinya terdapat perbedaan kepuasan pasien BPJS dan non BPJS pada mutu pelayanan suasana yang diberikan kurang nyaman, sedangkan pada aspek tangibles meliputi fasilitas yang diberikan kurang memadai dan pada saat komunikasi juga kurang. sedangkan pada pasien non BPJS, pada aspek assurance dan tangibles tersebut sudah mendapatkan puas dikarenakan pasien sudah mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang mereka harapkan. Karena standar pelayanan rumah sakit seharusnya sama tanpa membedakan status pasien.keperawatan dari aspek assurance dan tangibles di RSI Sakinah. Hal ini dikarenakan pasien BPJS kurang puas dalam aspek assurance meliputi
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238" rel="alternate"/>
<author>
<name>SARI, UUNG CAHYA  SHOLEH  HARIA</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238</id>
<updated>2026-05-11T07:43:46Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO
SARI, UUNG CAHYA  SHOLEH  HARIA
Masa remaja  merupakan masa   terjadi transisi masa kanak-kanak menuju dewasa,   perubahan   pubertas  pada   anak   gadis  ditandai  dengan   terjadinya menstruasi.   Sering kali remaja  mengeluhkan gangguan  menstruasi yaitu  nyeri menstruasi  (dismenorea).   Tujuan  penelitian untuk  mengetahui tingkat  nyeri dismenorea yang dialarni  oleh Remaja Putri Di Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet. Populasi  Remaja  Putri   Di  Pondok Pesantren  Fatchul Ulum Kecamatan Pacet    berjumlah 150   remaja  putri.   Sampel diambil secara teknik nonprobability   sampling  with   simple  purposive   sampling  ber  jumlah  40. menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional.  Variabel dari penelitian ini  adalah tingkat nyeri  haid.   lnstrumen pada  penelitian  ini  berupa kuiseoner.  Serta untuk mengukur itensitas nyeri digunakan skala nyeri Bourbanis. Kemudian Setelah  data  terkumpul   dilakukan   editing,   cording  ,scoring,   dan tabulating.  Analisa menggunakan uji  Deskriptif mencari modus.   Penelitian ini menghasilkan      penemuan bahwa  sebagian  besar  Remaja  Putri  Di  Pondok Pesantren   Fatchul  Ulum  Kecamatan  Pacet   Kabupaten   Mojokerto   dengan dismenorea sedang (32.5%).   Sebagian  besar Remaja Putri  Di  Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dengan penangganan nyeri haid secara non farmakologi  dengan  minum air putih (50.0%).  Nyeri dismenorea dipengaruhi   oleh  beberapa  faktor  yaitu  umur,  stres,  alergi,   gizi  dan  siklus&#13;
menstruasi.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237" rel="alternate"/>
<author>
<name>Laili, Ulfa Binti Nuril</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237</id>
<updated>2026-05-11T07:28:53Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto
Laili, Ulfa Binti Nuril
Suami merupakan orang pertama yang memberi dukungan karena menjadi sumber kekuatan utama bagi istri. Ibu yang tidak memperoleh dukungan dari suami akan merasa diabaikan, tidak berharga, merasa dalam bahaya, merasa diperlakukan tidak hormat, dan dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi postpartum.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan depresi postpartum pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.&#13;
&#13;
Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum kurang dari 6 minggu di wilayah kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto sebanyak 34 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 32 responden.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:&#13;
&#13;
sebagian besar responden memperoleh dukungan suami positif sebanyak 17 orang (53,1%)&#13;
sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum sebanyak 23 orang (71,9%)&#13;
&#13;
Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p = 0,007 (α &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kejadian depresi postpartum. Ibu yang mendapatkan dukungan suami positif cenderung tidak mengalami depresi postpartum.&#13;
&#13;
Bentuk dukungan suami meliputi ungkapan empati dan cinta, peningkatan kepercayaan diri istri, pemberian nasihat dan pengetahuan, bantuan sarana, serta penghargaan positif.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dukungan Suami, Depresi Postpartum, Ibu Postpartum
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>TERAPI BRAIN  GYM MENINGKATKAN GANGGUAN  KOGNITIF PADALANSIA</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4236" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khasana, Septi Nur</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4236</id>
<updated>2026-05-11T03:29:12Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TERAPI BRAIN  GYM MENINGKATKAN GANGGUAN  KOGNITIF PADALANSIA
Khasana, Septi Nur
Proses  menua  menyebabkan   lansia  mengalami  penurunan   gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah Brain Gym dapat meningkatkan  gangguan kognitif pada  lansia di UPT Pesanggrahan  PMKS Mojokerto.   Desain  penelitian  ini  yaitu  pra  eksperimen  dengan  populasi sebanyak 30 responden dengan teknik  purposive sampling. Dengan hasil data yang  di peroleh yaitu  lebih dari  setengah lanjut  usia penderita gangguan kognitif sebelum diberikan brain gym dengan jumlah 20 responden (66,7%), hampir  setengah   lanjut  usia   penderita  gangguan  fungsi  kognitif  setelah diberikan  brain  gym  dengan jumlah  13 responden  (43,3%). Ada  pengaruh brain gym terhadap peningkatan gangguan kognitif (p &lt; a 0,005). Gangguan kognitif muncul karena berbagai faktor yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan.  Dengan terapi brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif pada lansia di UPI Pesanggrahan PMKS Mojokerto.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
