<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2019</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/8" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/8</id>
<updated>2026-05-25T10:23:45Z</updated>
<dc:date>2026-05-25T10:23:45Z</dc:date>
<entry>
<title>GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238" rel="alternate"/>
<author>
<name>SARI, UUNG CAHYA  SHOLEH  HARIA</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238</id>
<updated>2026-05-11T07:43:46Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO
SARI, UUNG CAHYA  SHOLEH  HARIA
Masa remaja  merupakan masa   terjadi transisi masa kanak-kanak menuju dewasa,   perubahan   pubertas  pada   anak   gadis  ditandai  dengan   terjadinya menstruasi.   Sering kali remaja  mengeluhkan gangguan  menstruasi yaitu  nyeri menstruasi  (dismenorea).   Tujuan  penelitian untuk  mengetahui tingkat  nyeri dismenorea yang dialarni  oleh Remaja Putri Di Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet. Populasi  Remaja  Putri   Di  Pondok Pesantren  Fatchul Ulum Kecamatan Pacet    berjumlah 150   remaja  putri.   Sampel diambil secara teknik nonprobability   sampling  with   simple  purposive   sampling  ber  jumlah  40. menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional.  Variabel dari penelitian ini  adalah tingkat nyeri  haid.   lnstrumen pada  penelitian  ini  berupa kuiseoner.  Serta untuk mengukur itensitas nyeri digunakan skala nyeri Bourbanis. Kemudian Setelah  data  terkumpul   dilakukan   editing,   cording  ,scoring,   dan tabulating.  Analisa menggunakan uji  Deskriptif mencari modus.   Penelitian ini menghasilkan      penemuan bahwa  sebagian  besar  Remaja  Putri  Di  Pondok Pesantren   Fatchul  Ulum  Kecamatan  Pacet   Kabupaten   Mojokerto   dengan dismenorea sedang (32.5%).   Sebagian  besar Remaja Putri  Di  Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dengan penangganan nyeri haid secara non farmakologi  dengan  minum air putih (50.0%).  Nyeri dismenorea dipengaruhi   oleh  beberapa  faktor  yaitu  umur,  stres,  alergi,   gizi  dan  siklus&#13;
menstruasi.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237" rel="alternate"/>
<author>
<name>Laili, Ulfa Binti Nuril</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237</id>
<updated>2026-05-11T07:28:53Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto
Laili, Ulfa Binti Nuril
Suami merupakan orang pertama yang memberi dukungan karena menjadi sumber kekuatan utama bagi istri. Ibu yang tidak memperoleh dukungan dari suami akan merasa diabaikan, tidak berharga, merasa dalam bahaya, merasa diperlakukan tidak hormat, dan dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi postpartum.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan depresi postpartum pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.&#13;
&#13;
Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum kurang dari 6 minggu di wilayah kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto sebanyak 34 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 32 responden.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:&#13;
&#13;
sebagian besar responden memperoleh dukungan suami positif sebanyak 17 orang (53,1%)&#13;
sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum sebanyak 23 orang (71,9%)&#13;
&#13;
Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p = 0,007 (α &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kejadian depresi postpartum. Ibu yang mendapatkan dukungan suami positif cenderung tidak mengalami depresi postpartum.&#13;
&#13;
Bentuk dukungan suami meliputi ungkapan empati dan cinta, peningkatan kepercayaan diri istri, pemberian nasihat dan pengetahuan, bantuan sarana, serta penghargaan positif.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dukungan Suami, Depresi Postpartum, Ibu Postpartum
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>TERAPI BRAIN  GYM MENINGKATKAN GANGGUAN  KOGNITIF PADALANSIA</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4236" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khasana, Septi Nur</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4236</id>
<updated>2026-05-11T03:29:12Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TERAPI BRAIN  GYM MENINGKATKAN GANGGUAN  KOGNITIF PADALANSIA
Khasana, Septi Nur
Proses  menua  menyebabkan   lansia  mengalami  penurunan   gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah Brain Gym dapat meningkatkan  gangguan kognitif pada  lansia di UPT Pesanggrahan  PMKS Mojokerto.   Desain  penelitian  ini  yaitu  pra  eksperimen  dengan  populasi sebanyak 30 responden dengan teknik  purposive sampling. Dengan hasil data yang  di peroleh yaitu  lebih dari  setengah lanjut  usia penderita gangguan kognitif sebelum diberikan brain gym dengan jumlah 20 responden (66,7%), hampir  setengah   lanjut  usia   penderita  gangguan  fungsi  kognitif  setelah diberikan  brain  gym  dengan jumlah  13 responden  (43,3%). Ada  pengaruh brain gym terhadap peningkatan gangguan kognitif (p &lt; a 0,005). Gangguan kognitif muncul karena berbagai faktor yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan.  Dengan terapi brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif pada lansia di UPI Pesanggrahan PMKS Mojokerto.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>DESCRIPTION OF JAUNDICE  INFANT'S BILIRUBIN LEVEL AFTER PHOTOTHERAPY AT MUHAMMADIYAII HASANAH ISLAMIC  HOS PITAL MOJOKERTO CITY</title>
<link href="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4235" rel="alternate"/>
<author>
<name>UMMA, EKA APRILIA  ROHMATUL</name>
</author>
<id>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4235</id>
<updated>2026-05-11T03:19:10Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">DESCRIPTION OF JAUNDICE  INFANT'S BILIRUBIN LEVEL AFTER PHOTOTHERAPY AT MUHAMMADIYAII HASANAH ISLAMIC  HOS PITAL MOJOKERTO CITY
UMMA, EKA APRILIA  ROHMATUL
Bayi  dengan  ikterus neonatorum  merupakan  salah  satu  faktor  resiko  yang mempunyai  kontribusi  terhadap   angka  kesakitan  dan  kematian   khususnya   pada masa  perinatal. Pada  kebanyakan  kasus  ikterus neonatorum, kadar  bilirubin tidak berbahaya  dan  tidak   memerlukan   pengobatan,   namun  pada   beberapa  kondisi bilirubin  bayi  dapat  terus  meningkat  sampai  ke  kadar  berbahaya sehingga  harus dilakukan    fototerapi.    Tujuan    penelitian   ini   adalah    mengetahui    gambaran penurunan  kadar  bilirubin  bayi  ikterus  pasca  fototerapi  di RSI  Muhammadiyah Hasanah Kota  Mojokerto. Desain penelitian ini adalah deskriptif.  Populasi  dalam penelitian ini adalah  semua bayi ikterus dengan  fototerapi  di RSI Muhammadiyah Hasanah  Kota  Mojokerto  pada   bulan  Januari-April   2019 sejumlah  104 bayi. Teknik  sampling penelitian  ini adalah  total  sampling. Sampel dalam penelitian  ini adalah  semua  bayi  ikterus  dengan  fototerapi   di  RSI  Muhammadiyah  Hasanah Kota  Mojokerto  pada  bulan  Januari-April   2019 sejumlah  104 bayi.  lnstrumen penelitian  menggunakan   rekam   medik.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa hampir setengah  responden  mempunyai  kadar bilirubin fisiologis 2 (&gt;11-15 mg%) yaitu   50  bayi   (48,1%)  sebelum   diberikan   fototerapi    dan   sesudah   diberikan fototerapi    menurun   dalam   kisaran   fisiologis   I  (&gt;5-11   mg%)   yaitu   91    bayi (87,5%).   Rata-rata penurunan  kadar bilirubin sesudah  diberikan fototerapi adalah&#13;
6,38  mg%  atau  46%  dari  kadar  bilirubin  awal.  Fototerapi   mengubah bilirubin menjadi bentuk yang larut dalam air untuk dieksresikan  melalui empedu atau urin schingga bilirubin dalam  darah menurun.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
