<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1477">
<title>SKRIPSI S1 KEBIDANAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1477</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4202"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4162"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4150"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4140"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T09:18:34Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4202">
<title>Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1-3 Bulan di Aura Mom Kids &amp; Baby Spa Sidoarjo</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4202</link>
<description>Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1-3 Bulan di Aura Mom Kids &amp; Baby Spa Sidoarjo
Lisnawati, Indah; Ma'rifah, Asirotul; Mardiyana, Rina
Tidur merupakan kebutuhan dasar bayi yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang, namun pada usia 1–3 bulan kualitas tidur bayi sering kali belum optimal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 1–3 bulan di Aura Mom Kids &amp; Baby Spa Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 1–3 bulan yang mengikuti layanan di Aura Mom Kids &amp; Baby Spa Sidoarjo, dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas tidur bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat bayi, sebagian besar kualitas tidur bayi berada pada kategori cukup sebesar 53,3%, sedangkan setelah dilakukan pijat bayi sebagian besar kualitas tidur bayi berada pada kategori baik sebesar 73,3%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 1–3 bulan di Aura Mom Kids &amp; Baby Spa Sidoarjo. Dapat disimpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur bayi usia 1–3 bulan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan.
</description>
<dc:date>2026-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4162">
<title>GAMBARAN DERAJAT PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 NGULING PASURUAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4162</link>
<description>GAMBARAN DERAJAT PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 NGULING PASURUAN
PRATIWI, RIZKA PUTRI; Meilinawati, Elies; Mardiyarra, Rina
Every woman experienced varying physical and emotional changes during the premenstrual phase. Most experienced mild and tolerable symptoms that appeared a few days before menstruation, such as bloating, moodiness, and breast tenderness, which were referred to as premenstrual syndrome (PMS). The purpose of this study was to describe the severity of PMS among female adolescents at SMP Negeri 2 Nguling Pasuruan. This study employed a descriptive design. The study population consisted of all eighth-grade female students at SMP Negeri 2 Nguling Pasuruan, totaling 121 students. Purposive sampling was used, resulting in 60 respondents who met the inclusion criteria. The research variable was PMS severity. The instrument used was the Short Premenstrual Syndrome Assessment Form (SPAF). Data were analyzed using frequency distribution and percentages. The results showed that 50 respondents (83.3%) experienced mild PMS severity, while 10 respondents (16.7%) experienced severe PMS severity. Data analysis indicated that almost all respondents experienced mild PMS severity, with predominant symptoms including swelling in certain body parts, water retention, and temporary weight gain. PMS occurred due to a complex interaction between the neuroendocrine system, neurotransmitters, the immune system, and psychosocial factors. PMS could be influenced by age, age at menarche, high-sugar diet, junk food and caffeine consumption, lack of exercise, and body mass index (BMI).
</description>
<dc:date>2025-11-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4150">
<title>FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBOAN TAHUN 2024</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4150</link>
<description>FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBOAN TAHUN 2024
SUKMA, RIZA WIDYA; MEILINAWATI, ELIES
</description>
<dc:date>2025-10-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4140">
<title>HUBUNGAN PEMBERIAN MP ASI DINI DENGAN STATUS GIZI DI DESA PLOSOBUDEN KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4140</link>
<description>HUBUNGAN PEMBERIAN MP ASI DINI DENGAN STATUS GIZI DI DESA PLOSOBUDEN KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN
Cholidah, Maya; Mardiyana, Rina; Yuswo Yani, Lasiyati
Masalah gizi anak terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi (nutritional imbalance). Kesalahan pola asuh orang tua dalam memilih waktu pemberian makanan kepada anaknya dapat memicu terjadinya masalah gizi pada anak. Status gizi di indonesia sebagian besar sudah tergolong baik, namun masih ada bayi yang memiliki gangguan status gizi seperti gizi buruk, gizi kurang dan bahkan ada yang status gizi lebih. Penelitian menggunakan cross sectional.&#13;
Populasi penelitian ini menggunakan sampel bayi yang berada di desa plosobuden. Menggunakan sampel dengan simpel random sampling sejumlah 20 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan buku KIA.&#13;
Dari hasil penelitian diperoleh analisis data dengan uji fisher exact didapat sebanyak 50% bayi diberikan MP ASI dini, dan 70% bayi memiliki status gizi baik dengan hasil (p=0,944). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pemberian MP ASI dini dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan di desa plosobudem.
</description>
<dc:date>2025-02-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
