<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1477">
<title>SKRIPSI S1 KEBIDANAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1477</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4753"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4752"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4751"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4747"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-26T10:33:41Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4753">
<title>GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (mHealth) DI DESA PARASREJO KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4753</link>
<description>GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (mHealth) DI DESA PARASREJO KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN
KARTIKA SAGITASARI, WIDYA; YUSWO YANI, LASIYATI; DEWI YANTI, ARIU
Penggunaan aplikasi kesehatan digital dapat membantu menyediakan informasi mengenai perawatan kehamilan, perkembangan janin, kebutuhan nutrisi, jadwal pemeriksaan, serta upaya mengenali tanda bahaya kehamilan. Namun, keberhasilan pemanfaatan aplikasi tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman ibu hamil dalam mengenal fungsi dan cara penggunaannya. &#13;
Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden berjumlah 53 ibu hamil. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu hamil mengenai aplikasi digital kesehatan ibu dan anak (mHealth). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat. Analisis data menggunakan pemeriksaan data (editing), pemberian kode (coding), pemberian nilai (scoring), penyusunan tabel (tabulating)&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan aplikasi mHealth, yaitu sebanyak 37 responden (69,8%). Sebanyak 13 responden (24,5%) berada pada kategori pengetahuan cukup dan 3 responden (5,7%) termasuk dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan yang diperoleh responden adalah 17,36 dari skor maksimal 20, dengan nilai median 18, skor terendah 10, skor tertinggi 20, dan standar deviasi 2,18. Tingkat pengetahuan yang lebih baik ditemukan pada responden dengan pendidikan SMA/SMK, usia 20-35 tahun, serta ibu yang telah memiliki pengalaman kehamilan sebelumnya. Informasi mengenai aplikasi mHealth paling banyak diperoleh responden dari tenaga kesehatan, yaitu sebanyak 38 orang (71,7%). Mayoritas ibu hamil telah memiliki pemahaman yang baik mengenai penggunaan Aplikasi Digital Kesehatan Ibu dan Anak (mHealth).
</description>
<dc:date>2026-09-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4752">
<title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA  OLIEFERA) SEBAGAI TERAPI KOMPLERMENTER TERHADAP  PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI DESA GONDANG  REJO KECAMATAN GONDANG WETAN  KABUPATEN PASURUAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4752</link>
<description>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA  OLIEFERA) SEBAGAI TERAPI KOMPLERMENTER TERHADAP  PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI DESA GONDANG  REJO KECAMATAN GONDANG WETAN  KABUPATEN PASURUAN
WIDIYANINGRUM, AGUS; KUSMINDARTI, INDAH,SST., Bd., M.Kes.; PURWATI, HENI, SST., M.Keb
Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang belum optimal pada masa postpartum &#13;
dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya &#13;
nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah ekstrak daun kelor (Moringa &#13;
oleifera) sebagai terapi komplementer karena mengandung nutrisi yang mendukung &#13;
produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak &#13;
daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di Desa Gondangrejo, &#13;
Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan desain &#13;
pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi &#13;
penelitian sebanyak 42 ibu postpartum, dengan sampel 30 ibu postpartum yang &#13;
dipilih menggunakan purposive sampling. Data produksi ASI dikumpulkan melalui &#13;
lembar observasi sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor selama tujuh &#13;
hari. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test dengan α = 0,05. Sebelum &#13;
intervensi, sebanyak 15 responden (50,0%) memiliki produksi ASI kurang dan 15 &#13;
responden (50,0%) cukup, dengan rata-rata skor 6,50 ± 1,17. Setelah intervensi, 24 &#13;
responden (80,0%) berada pada kategori cukup dan 6 responden (20,0%) &#13;
meningkat, dengan rata-rata skor 11,20 ± 2,15. Hasil uji menunjukkan nilai p-value&#13;
= 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan pemberian ekstrak daun &#13;
kelor terhadap peningkatan produksi ASI. Dengan demikian, ekstrak daun kelor &#13;
dapat menjadi salah satu terapi komplementer untuk mendukung peningkatan &#13;
produksi ASI pada ibu postpartum.
</description>
<dc:date>2026-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4751">
<title>PERBEDAAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR  KB SUNTIK 1 BULAN DAN 2 BULAN DALAM  PERIODE 6 BULAN DI TPMB ENI  ANGGRAENI LUMAJANG</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4751</link>
<description>PERBEDAAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR  KB SUNTIK 1 BULAN DAN 2 BULAN DALAM  PERIODE 6 BULAN DI TPMB ENI  ANGGRAENI LUMAJANG
EKA RETNO ANJARSARI, YESI; KHUSNIYATI, ETIK; MARDIYANA, RINA
Kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif dan praktis. Namun, kenaikan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan akseptor dan dapat memengaruhi kenyamanan serta keberlanjutan penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan  kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 1 bulan dan 2 bulan selama periode enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 40 akseptor KB, terdiri dari 20 akseptor KB suntik 1 bulan dan 20 akseptor KB suntik 2 bulan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis berupa berat badan sebelum dan sesudah penggunaan kontrasepsi selama enam bulan. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Independent Samples t-Test dengan tingkat kemaknaan 0,05.  kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 1 bulan sebesar 2,25 kg, sedangkan pada akseptor KB suntik 2 bulan sebesar 3,80 kg. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan p = 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat perbedaan  kenaikan berat badan yang signifikan antara kedua kelompok. Akseptor KB suntik 2 bulan mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan akseptor KB suntik 1 bulan, dengan selisih  1,44 kg. Bidan diharapkan memberikan konseling mengenai efek samping kontrasepsi hormonal serta menganjurkan pola hidup sehat dan pemantauan berat badan secara berkala
</description>
<dc:date>2026-09-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4747">
<title>GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI PIJAT ILU DI POSYANDU KAMBOJA DESA SIMBARINGIN KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4747</link>
<description>GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI PIJAT ILU DI POSYANDU KAMBOJA DESA SIMBARINGIN KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO
Prameswari, Mei Fany Wanda; Sa'diyah, Lida Khalimatus; Frilasari, Heni
Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan mengalami gangguan pertumbuhan serta kesehatan, salah satunya adalah masalah sistem pencernaan seperti kolik, kembung, dan konstipasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan perkembangan anak. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai teknik pijat ILU sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif menjadi kendala utama dalam penanganan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan orang tua tentang pijat ILU sebelum dan sesudah dilakukan edukasi, serta mengkaji perubahan pengetahuan pada aspek pengertian, manfaat, tujuan, dan teknik pijat ILU. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pre–post edukasi, melibatkan total sampling terhadap 25 orang tua di Posyandu Kamboja Desa Simbaringin Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto yang dinilai menggunakan pre-test dan post test, dengan analisis data secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan utama menunjukkan bahwa sebelum edukasi, mayoritas orang tua berada pada kategori pengetahuan kurang (56%), sedangkan setelah edukasi terjadi peningkatan kategori baik menjadi (48%), serta penurunan kategori kurang menjadi (20%). Edukasi mengenai pijat ILU terbukti mampu meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pengertian, manfaat, tujuan, dan teknik pijat ILU. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendukung peran orang tua dalam melakukan perawatan balita secara mandiri sebagai upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan pencernaan pada balita.
</description>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
