<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2414">
<title>KTI/ LTA D3 KEPERAWATAN 2024</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2414</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3261"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3055"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3038"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2935"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T10:37:39Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3261">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA KLIEN CVA INFARK DI RSI SAKINAH MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3261</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA KLIEN CVA INFARK DI RSI SAKINAH MOJOKERTO
Amalia, Fita Rosa; Basuki, Duwi; Pratiwi, Rizky Meuthia
Cerebrovascular Accident (CVA) infark atau lebih dikenal Stroke adalah kondisi di mana seseorang mengalami penurunan pasokan darah secara tiba- tiba ke bagian tertentu dari otak, yang menyebabkan gangguan mobilitas fisik. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada klien CVA infark dengan gangguan mobilitas fisik di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pada hari kelima, tujuan tercapai sebagian, dengan klien 1 menunjukkan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas dextra 5, sinistra 4, dan bawah dextra 5, sinistra 4, sementara klien 2 mencatat kekuatan otot atas dextra 4, sinistra 5, dan bawah dextra 3, sinistra 5. Perbedaan pemulihan antara klien 1 dan 2 disebabkan oleh kondisi klien 2 yang awalnya memiliki kadar GDA tinggi (317 mg/dL), menyebabkan kelemahan dan keterbatasan dalam mengikuti latihan ROM.Saran diberikan kepada klien untuk melanjutkan latihan ROM dan mobilisasi rutin, serta kepada perawat untuk meningkatkan keterampilan dalam memberikan latihan ROM.
</description>
<dc:date>2025-01-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3055">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN MASALAH NYERI KRONIS PADA ARTHRITIS DI DUSUN TEGALSARI DESA JABON KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3055</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN MASALAH NYERI KRONIS PADA ARTHRITIS DI DUSUN TEGALSARI DESA JABON KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO
SALASVA, CATHRINE DION
Arthritis merupakan Salah satu kondisi yang bermanifestasi sebagai peradangan pada sendi tulang. Salah satu masalah yang sering muncul pada Gout Arthritis adalah Nyeri Kronis.. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan dengan masalah nyeri kronis pada lansia penderita Arthritis di Dusun Tegal Sari Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi menggunakan dua klien yang mengalami nyeri kronis. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil pengkajian didapatkan klien 1 berusia 65 tahun mengeluh nyeri pada lutut kanan dengan skala nyeri 6, hasil kadar asam urat (6,9mg/dL), sedangkan klien 2 berusia 60 tahun mengeluh nyeri pada area kaki sebelah kiri terkusus pada lutut sebelah kiri dengan skala nyeri 7, hasil kadar asam urat (6,5mg/dL). Hasil analisis rencana asuhan sesuai dengan yang diimplementasikan dalam asuhan keperawatan selama 3 kali kunjungan. Terdapat perbedaan hasil dimana penurunan skala nyeri dan penurunan kadar asam urat yaitu klien 1 turun menjadi skala 3, hasil kadar asam urat (6,3mg/dL) sedangkan klien 2 turun menjadi skala nyeri 4, hasil kadar asam urat (5,8mg/dL), hal ini disebabkan karena perbedaan  dari aktivitas fisik setiap hari pada klien dan cara merawat radang sendi yang berbeda seperti selalu memeriksakan Kesehatan di Posyandu Lansia terdekat setiap bulannya. Sehingga diharapkan klien dapat melakukan kompres hangat secara mandiri pada saat nyeri muncul.
</description>
<dc:date>2024-08-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3038">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU-PARU  OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN   BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF  DI RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3038</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU-PARU  OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN   BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF  DI RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO
Sektiyono, Achmad Abdi; ibnu, Faisal; Yuniarti, Enny Virda
Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekret &#13;
atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Penyakit &#13;
Paru-Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit umum, dapat dicegah dan diobati &#13;
yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang &#13;
disebabkan karena kelainan saluran napas dan/atau alveolus. Tujuan penelitian ini &#13;
melakukan asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di RSU Anwar &#13;
Medika Sidoarjo.Penelitian ini dilakukan di ruang Asoka RSU Anwar Medika Krian &#13;
Sidoarjo Asuhan keperawatan dilakukan selama 3x24 jam dari tanggal 23 sampai 25 &#13;
Agustus 2022 dengan jumlah 2 klien laki-laki. Metode yang digunakan deskriptif &#13;
dengan pendekatan studi kasus. Pada klien 1 dengan keluhan batuk tidak efektif karena &#13;
dahak tidak bisa keluar sehingga terjadi penumpukan sekret. Pada hari ke 3 dengan hasil &#13;
evalusi mengatakan batuk sudah efektif dan dahak sudah bisa di keluarkan. Klien 2 &#13;
dengan keluhan tidak mampu batuk karena dahak tidak bisa keluar sehingga terjadi &#13;
penumpukan sekret. Pada hari ke 3 dengan evaluasi mengatakan sudah mampu batuk &#13;
efektif dan dahak sudah bisa di keluarkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa bersihan &#13;
jalan napas meningkat. Dapat disimpulkan bahwa intervensi yang diterapkan yaitu &#13;
latihan batuk efektif sudah tepat, namun dapat ditingkatkan menggunakan metode terapi &#13;
perkusi (clapping dada) agar menjaga kepatenan jalan napas dari penumpukan sekret. &#13;
Diharapkan keluarga dan klien mampu mengerjakan latihan batuk efektif secara tepat &#13;
dan rutin.
</description>
<dc:date>2022-08-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2935">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA YANG MENGALAMI POST  STROKE DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KUPANG KEC. JETIS KAB. MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2935</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA YANG MENGALAMI POST  STROKE DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KUPANG KEC. JETIS KAB. MOJOKERTO
Nur Hidayati, Rahma; Nur Hidayati, Rina; Andriyanto, Arief
Post stroke adalah masa setelah pasien stroke melewati fase kritis stroke. Post stroke merupakan gangguan fungsional otak akut fokal maupun global akibat terhambatnya aliran darah ke otak karena pendarahan ataupun sumbatan, kemungkinan konsekuensi bagi orang yang menderita stroke adalah kelemahan pada bagian samping tubuh yang menyebabkan tidak dapat bergerak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran seluruh aspek pengobatan lansia yang terkena post stroke, mulai dari awal pemeriksaan hingga pencatatan hasilnya. Metode penelitian Case Study yaitu melalui studi kasus pada pasien post stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik yang terdiri dari 2 klien. Hasil pengkajian didapatkan keluhan kelemahan anggota gerak pada ektremitas kiri, kesulitan melakukan gerakan, dan terasa kaku. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai dengan intervensi yang sudah direncanakan. Evaluasi keperawatan selama 3x kunjungan dalam waktu 1x2 jam, pada klien nomor satu dan nomor dua masalah gangguan mobilitas fisik di hari ketiga dapat teratasi sebagian. Salah satu cara pertama untuk merehabilitasi pasien stroke adalah dengan memberikan ruang gerak ROM (Range Of Motion).
</description>
<dc:date>2024-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
