<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3313">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2025</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3313</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4189"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4188"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4185"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4184"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T12:15:14Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4189">
<title>Hubungan Stresss Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Desa Sungai Wetan Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4189</link>
<description>Hubungan Stresss Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Desa Sungai Wetan Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan
Septianingrum, Rizki; Ibnu, Faisal; Azizah, Umi
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering dialami &#13;
oleh lanjut usia dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan &#13;
gejala hingga terjadi komplikasi. Salah satu faktor risiko penting yang berperan &#13;
terhadap timbulnya hipertensi adalah stres, yang dapat memicu aktivasi sistem saraf &#13;
simpatis dan sistem endokrin sehingga meningkatkan tekanan darah. Berdasarkan &#13;
data awal di Desa Sungi Wetan, prevalensi hipertensi pada kelompok lansia &#13;
tergolong tinggi. Kondisi ini menjadi dasar perlunya dilakukan penelitian mengenai &#13;
hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia. &#13;
Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan &#13;
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia yang &#13;
berdomisili di Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. &#13;
Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive &#13;
sampling. Tingkat stres diukur dengan menggunakan Holmes and Rahe Stress &#13;
Inventory, sedangkan data kejadian hipertensi diperoleh dari hasil rekam medis dan &#13;
pemeriksaan tekanan darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square &#13;
dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
sebagian besar responden memiliki tingkat stres dalam kategori sedang. Kejadian &#13;
hipertensi lebih banyak ditemukan pada lansia dengan tingkat stres sedang hingga &#13;
berat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat &#13;
stres dan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Sungi Wetan (p &lt; 0,05). &#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan &#13;
kejadian hipertensi pada lansia di Desa Sungi Wetan. Hasil penelitian ini &#13;
diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam melakukan upaya &#13;
promotif dan preventif, khususnya melalui edukasi tentang manajemen stres guna &#13;
menurunkan risiko hipertensi pada kelompok lansia.
</description>
<dc:date>2025-09-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4188">
<title>GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA RIWAYAT ARTHRITIS GOUT DI DESA SURODINAWAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4188</link>
<description>GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA RIWAYAT ARTHRITIS GOUT DI DESA SURODINAWAN
INGGID FATIMATUZZAHRO
Gout arthritis merupakan gangguan sendi yang timbul akibat penumpukan zat purin berlebih dalam darah, yang menyebabkan ginjal tidak mampu mengeluarkannya secara optimal. Akibatnya, terjadi akumulasi kristal asam urat pada sendi dan jaringan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada pasien yang menderita gout arthritis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar asam urat pada penderita gout arthritis. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita gout arthritis di Desa Surodinawan, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi laboratorium dan diolah melalui proses editing, coding, serta tabulating. Hasil penelitian yang ditampilkan pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar asam urat dalam kategori normal, yaitu sebanyak 58 orang (76,3%). Salah satu gejala utama gout arthritis adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Berdasarkan hasil penelitian di Desa Surodinawan, dari total 76 responden, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki kadar asam urat yang berada pada kisaran normal.
</description>
<dc:date>2025-11-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4185">
<title>GAMBARAN KESIAPAN MENTAL CALON PENGANTIN DALAM MENGHADAPI PERNIKAHAN DI KUA KECAMATAN KRANGGAN KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4185</link>
<description>GAMBARAN KESIAPAN MENTAL CALON PENGANTIN DALAM MENGHADAPI PERNIKAHAN DI KUA KECAMATAN KRANGGAN KOTA MOJOKERTO
decayanti, safina firda; sajidin, muhammad; andriyanto, arief
Pernikahan idealnya dilaksanakan pada fase remaja akhir atau dewasa awal (usia 19–24 tahun), saat individu mulai menunjukkan kestabilan emosional, kemampuan adaptasi, dan toleransi terhadap stres. Pada fase ini, kontrol diri terhadap emosi dan pengambilan keputusan cenderung lebih matang dibandingkan masa remaja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan mental calon pengantin dalam menghadapi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif observasional. Sampel terdiri dari 23 pasangan calon pengantin (total 46 responden) yang sedang menjalani proses persiapan pernikahan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku Self Reporting Questionnaire (SRQ) yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1994. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin laki-laki memiliki kesiapan mental yang baik, yaitu sebanyak 18 responden (78,3%). Hal serupa juga ditemukan pada calon pengantin perempuan, dengan jumlah yang sama (78,3%). Kesiapan mental yang belum optimal dapat menyebabkan kesulitan dalam mengelola emosi dan stres, yang berpotensi menimbulkan konflik dalam hubungan pernikahan seperti pertengkaran atau percekcokan. Temuan ini menekankan pentingnya kesiapan psikologis sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan dan keharmonisan dalam kehidupan pernikahan
</description>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4184">
<title>GAMBARAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4184</link>
<description>GAMBARAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO
Febrian, Wisyam Ahmad
Stroke adalah keadaan medis akibat terjadinya gangguan aliran darah ke &#13;
otak, yang bisa diakibatkan dari sumbatan (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah &#13;
(hemoragik). Pasien stroke akan mengalami penurunan pada kemampuan &#13;
fungsionalnya. Fenomena yang terjadi sekarang menjadikan stroke sebagai salah &#13;
satu penyebab utama kecacatan akibat dari penurunan kemampuan fungsional di &#13;
seluruh dunia. Dalam penelitian ini, menggunakan desain deskriptif obserfasional, &#13;
populasinya ialah seluruh pasien stroke yang berada di wilayah kerja puskesmas &#13;
kranggan dengan berjumlah 37 responden. Sampling dalam penelitian ini &#13;
menggunakan non probability sampling dengan menggunakan metode purposive &#13;
sampling. Pada penelitian ini variable penelitian hanya terdapat 1 yaitu kemampuan &#13;
fungsional. Pada penelitian ini variable penelitian hanya terdapat 1 yaitu &#13;
kemampuan fungsional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hampir seluruh &#13;
responden memiliki kemampuan fungsional kategori berat sebanyak 17(45,9%) &#13;
responden. Untuk mengatasi permasalahan penurunan kemampuan fungsional, &#13;
diperlukan pendekatan yang komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan &#13;
bahwa pasien tidak hanya mendapatkan perawatan fisik, tetapi juga dukungan &#13;
emosional yang diperlukan untuk pemulihan yang lebih baik.
</description>
<dc:date>2025-11-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
