<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4196">
<title>KTI/ LTA D3 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4196</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4600"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4540"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4464"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4376"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-17T14:59:15Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4600">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4600</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO
Rismi Angger, Luly; Janes Pratiwi, Chaterina
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular, seperti nefropati, neuropati, retinopati, hingga penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan klien yang mengalami diabetes melitus tipe 2 dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua partisipan dengan diagnosis medis diabetes melitus tipe 2 dan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis selama tiga hari perawatan. Hasil penelitian menunjukkan kedua partisipan mengalami penurunan kadar glukosa darah &lt;200 mg/dL disertai keluhan lemas, mulut kering, poliuria, dan polidipsia. Diagnosa utama yang ditegakkan adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan glukosa darah, manajemen hiperglikemia, edukasi diet dan kepatuhan terapi, pemantauan cairan, senam kaki diabetik, serta kolaborasi pemberian insulin dan cairan intravena. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan keluhan lemas, penurunan frekuensi haus dan berkemih, serta perbaikan kadar glukosa darah. Asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan efektif membantu stabilisasi kadar glukosa darah serta menurunkan risiko komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2.
</description>
<dc:date>2026-07-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4540">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DEMAM THYPOID DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI RSUD DR. WAHIDIN  SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4540</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DEMAM THYPOID DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI RSUD DR. WAHIDIN  SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO
Yuliati, Ratna Septha; Laili, Siti Indatul
Demam tifoid merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Invasi bakteri ke dalam tubuh memicu respons imun dan pelepasan mediator inflamasi yang meningkatkan suhu tubuh sehingga muncul masalah keperawatan hipertermi. Hipertermi yang tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dehidrasi, dan komplikasi pada anak. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua anak usia prasekolah dengan demam tifoid dan masalah hipertermi di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Data diperoleh melalui pengkajian, observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah hipertermi berhubungan dengan proses infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan suhu tubuh dan tanda vital, identifikasi penyebab hipertermi, pemberian kompres air hangat, pemenuhan kebutuhan cairan, pengaturan lingkungan yang nyaman, penggunaan pakaian tipis, edukasi keluarga, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari dan kedua pasien dievaluasi suhu tubuh klien A menurun dari 38,7°C menjadi 36,8°C dan klien B dari 38,5°C menjadi 36,7°C. Pasien tampak lebih nyaman, kulit tidak lagi teraba hangat, dan tanda-tanda hipertermi berkurang. Asuhan keperawatan komprehensif efektif mengatasi hipertermi pada anak dengan demam tifoid. Perawat dan keluarga disarankan mempertahankan pemantauan suhu serta pemenuhan cairan guna mencegah komplikasi dan mendukung pemulihan.
</description>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4464">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DI RUANG SUNAN DRAJAT RSI SAKINAH MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4464</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DI RUANG SUNAN DRAJAT RSI SAKINAH MOJOKERTO
Rahmawati, Ima; Dwi, Arum; Khoirunnisak, Elvira
Gangguan Integritas Kulit adalah kerusakan kulit (dermis dan/ epidermis). Salah satu gangguan integritas kulit yang terjadi pada pasien diabetes mellitus adalah Ulkus diabetik, yang disebabkan oleh masalah vaskular, dapat menyebabkan amputasi pada individu dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan terhadap kelainan integritas kulit dan jaringan pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Sakinah. Pendekatan penelitian ini menggunakan analisis studi kasus deskriptif. Pemberian asuhan keperawatan kepada dua klien dengan integritas kulit dan jaringan yang terganggu akibat diabetes mellitus, termasuk penilaian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, penilaian fisik, observasi, dan pendokumentasian. Hasil studi setelah 72 jam perawatan keperawatan pada klien 1, berusia 57 tahun, menunjukkan penyelesaian masalah, ditandai dengan berkurangnya nanah dan jaringan nekrotik, pembentukan jaringan granulasi, serta berkurangnya bau luka, dengan nilai GDA 170 mg/dl dan kadar albumin 3,1 g/dl. Pada klien 2, seorang berusia 59 tahun, terlihat jaringan granulasi, disertai berkurangnya bau pada luka, dengan hasil GDA 195 mg/dl dan HbA1c 9%. Semua intervensi mencakup mekanisme perawatan luka dengan NaCl dan kolaborasi dengan gentamicin salep.
</description>
<dc:date>2026-07-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4376">
<title>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH NAUSEA PADA IBU HAMIL EMESIS GRAVIDARUM DI BPM AMIRUL CHOLIFAH, S.TR.KEB.</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4376</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH NAUSEA PADA IBU HAMIL EMESIS GRAVIDARUM DI BPM AMIRUL CHOLIFAH, S.TR.KEB.
Imelda, Meirina; Dewi, Catur Prasastia Lukita
Mual serta muntah yang dialami selama kehamilan, yang dikenal sebagai emesis gravidarum  atau morning sickness merupakan suatu kondisi mual yang muncul pada wanita hamil dan terkadang disertai dengan muntah (frekuensi kurang dari 5 kali), serta dapat terjadi perubahan keseimbangan elektrolit yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini melaksanakan asuhan keperawatan klien dengan masalah Nausea pada ibu hamil Emesis Gravidarum di BPM Amirul Cholifah, S.Tr.Keb. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan study kasus. Penelitian ini dilakukan pada partisipan 1 pada tanggal 13 Januari 2026 – 15 Januari 2026 dan partisipan 2 pada tanggal 30 Januari 2026 – 01 Februari 2026. Partisipan yang diberikan asuhan keperawatan 2 klien yang mengalami Nausea pada ibu hamil Emesis Gravidarum dari tahap pengkajian, Analisa data, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi. Pengumpulan data dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian setelah dilakukan Tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada partisipan 1 dan partisipan 2 Nausea dapat di kontrol selama kehamilan ditandai dengan frekuensi mual menurun, perasaan ingin muntah menurun, perasaan asam di mulut menurun, takikardi menurun, pucat membaik, nafsu makan membaik. Intervensi fokus pada manajemen mual meliputi monitor frekuensi mual, monitor asupan nutrisi dan kalori, pengaturan pola makan sedikit tapi sering, anjurkan konsumsi makanan tinggi protein, pengendalian faktor pencetus, pemberian aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis yang efektif membantu mengurangi gejala emesis gravidarum. Asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu mengatasi dan mengontrol masalah Nausea pada ibu hamil Emesis Gravidarum, yang ditandai dengan penurunan frekuensi dan intensitas mual, peningkatan nafsu makan, serta peningkatan kondisi umum.
</description>
<dc:date>2026-03-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
