<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4665"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4664"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4662"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4660"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-07T12:25:18Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4665">
<title>HUBUNGAN KEPATUHAN BEROBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TRAWAS</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4665</link>
<description>HUBUNGAN KEPATUHAN BEROBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TRAWAS
Balafif Subkhi, Achmad; Dwi Wahyuningsih, Binarti; Nur So'emah, Eka
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang berisiko memicu komplikasi kardiovaskular fatal jika tidak dikendalikan dengan baik, di mana kepatuhan berobat menjadi kunci utama dalam mengontrol tekanan darah pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan berobat dengan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Trawas. Jenis penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 36 pasien hipertensi peserta PROLANIS yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran kepatuhan berobat menggunakan kuesioner Hill-Bone Scale, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan berobat tinggi sebesar 75,0%, namun sebagian besar responden masih berada pada kategori hipertensi derajat 2 sebesar 44,4%. Hasil analisis uji statistik menghasilkan nilai p-value = 0,008 (p&lt;0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,432, yang menandakan adanya hubungan signifikan dengan arah positif dan tingkat kekuatan sedang antara kepatuhan berobat dan tekanan darah. Berdasarkan temuan tersebut, pihak UPTD Puskesmas Trawas disarankan untuk meningkatkan program edukasi kesehatan secara berkala, menyediakan media pengingat minum obat, serta melakukan pemantauan ketat pada pasien berisiko tinggi. Pasien juga diharapkan terus mempertahankan kepatuhan terapi dan pola hidup sehat, sementara peneliti selanjutnya disarankan mengkaji variabel lain seperti dukungan keluarga dan kualitas pelayanan.
</description>
<dc:date>2026-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4664">
<title>HUBUNGAN TOXIC FRIENDSHIP DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SMAN 1 BANGSAL</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4664</link>
<description>HUBUNGAN TOXIC FRIENDSHIP DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA SMAN 1 BANGSAL
pambudi, alif rachmandani
Toxic friendship is an unhealthy interpersonal relationship that can negatively affect an &#13;
individual's psychological well-being. Adolescents, as individuals undergoing a transitional &#13;
stage of development, are particularly vulnerable to mental health problems due to social &#13;
pressures, including toxic friendships. This study aimed to determine the relationship between &#13;
toxic friendship and mental health among students at SMAN 1 Bangsal. This study employed &#13;
a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population consisted of 271 &#13;
students at SMAN 1 Bangsal. The sampling technique used was proportionate Stratified &#13;
Random Sampling, resulting in a sample of 271 respondents. The independent variable was &#13;
toxic friendship, while the dependent variable was mental health. Data were collected using the &#13;
Friendship Quality Scale to measure toxic friendship and the Mental Health Inventory-38 &#13;
(MHI-38) to assess mental health. Data were analyzed using the Spearman's rho test with SPSS &#13;
version 21. The results showed that the majority of respondents had a moderate level of toxic &#13;
friendship, with 106 students (39.1%), and most respondents had good mental health, with 111 &#13;
students (41.0%). The Spearman's rho test yielded a p-value of 0.030 (α &lt; 0.05) and a &#13;
correlation coefficient of 0.132, indicating that H₀ was rejected. This means that there is a &#13;
significant relationship between toxic friendship and mental health among students at SMAN &#13;
1 Bangsal. The correlation coefficient indicated a very weak negative relationship, suggesting &#13;
that the higher the level of toxic friendship experienced by students, the greater the likelihood &#13;
of mental health problems. Unhealthy friendships characterized by manipulation, emotional &#13;
pressure, and a lack of social support may increase psychological stress, thereby negatively &#13;
affecting adolescents' mental health. Therefore, fostering healthy friendships and strengthening
</description>
<dc:date>2026-12-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4662">
<title>"Hubungan Peran Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan"</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4662</link>
<description>"Hubungan Peran Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan"
Farhan, Ariq Rafiul; Muhammad, Sajidin; Triwibowo, Heri
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, serta gagal ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengendalian tekanan darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi, pengawasan, dan pendampingan pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi berusia lebih dari 60 tahun yang melakukan kontrol rutin di Puskesmas Gadingrejo Kota Pasuruan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling selama dua minggu dan diperoleh 53 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga baik, yaitu 41 orang (77,4%), sedangkan kepatuhan minum obat sebagian besar tergolong patuh, yaitu 27 orang (50,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p=0,007; r=0,364). Hubungan tersebut memiliki kekuatan rendah dengan arah positif. Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik pula kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hipertensi. Oleh karena itu, keluarga perlu meningkatkan keterlibatan dalam memberikan dukungan dan pendampingan selama pengobatan untuk meningkatkan kesadaran pasien serta mencegah komplikasi hipertensi.
</description>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4660">
<title>Kepuasan Kerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RS Gatoel Kota Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4660</link>
<description>Kepuasan Kerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RS Gatoel Kota Mojokerto
tri irmawan, Mukhammad Dimas
Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RS Gatoel Kota Mojokerto&#13;
Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Namun, kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa masih terdapat perawat yang belum merasa puas terhadap pekerjaannya akibat berbagai faktor seperti beban kerja, sistem penghargaan, kesempatan promosi, supervisi, dan hubungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 86 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS Gatoel, dengan teknik proportional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 71 responden. Variabel penelitian adalah kepuasan kerja perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) yang telah dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,823). Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian responden memiliki kepuasan terhadap pekerjaan, gaji, promosi, supervisi, rekan kerja berada pada kategori puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat di Instalasi Rawat Inap RS Gatoel memiliki tingkat kepuasan kerja yang baik, meskipun masih diperlukan upaya peningkatan terutama pada aspek penghargaan, kompensasi, dan dukungan organisasi. Peningkatan kepuasan kerja dapat dilakukan melalui perbaikan sistem penghargaan yang adil, peningkatan kesempatan pengembangan karier, supervisi yang efektif, serta penguatan kerja sama dan komunikasi antarperawat sehingga kualitas pelayanan keperawatan dapat terus ditingkatkan.
</description>
<dc:date>2026-08-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
