<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4203"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4201"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4200"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T10:51:11Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4203">
<title>HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KUALITAS HIDUP PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4203</link>
<description>HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KUALITAS HIDUP PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA MOJOKERTO
FITRIYANI, ELY
Semua tugas yang diselesaikan perawat saat bertugas di unit layanan membentuk&#13;
beban kerja mereka. Beban kerja yang tidak merata biasanya berdampak langsung&#13;
pada kualitas hidup perawat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
hubungan antara kualitas hidup perawat dan beban kerja mereka di fasilitas&#13;
kesehatan masyarakat di Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif&#13;
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Yang menjadi sampel dalam&#13;
penelitian ini adalah perawat puskesmas di kota Mojokerto dengan teknik&#13;
Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Random Sampling. Jumlah&#13;
sampel ditentukan dengan rumus Slovin sejumlah 58 perawat dari 6 Puskesmas.&#13;
Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner tentang beban kerja ( NASA TLX)&#13;
dan kuesioner kualitas hidup (WHOQOL-BREEF). Uji korelasi Spearman (α =&#13;
0,05) digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
mayoritas perawat memiliki beban kerja yang berat (72,4%) dan kualitas hidup&#13;
yang umumnya baik (72,4%). Tidak ada hubungan antara beban kerja dan kualitas&#13;
hidup perawat di puskesmas di kota Mojokerto, menurut hasil uji statistik&#13;
Spearman, yang menghasilkan nilai p &gt; 0,05, nilai p = 0,218 dengan koefisien&#13;
korelasi r = 0,16. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup perawat di Puskesmas&#13;
dapat dipengaruhi oleh karakteristik internal dan lingkungan, seperti ketahanan dan&#13;
lingkungan kerja yang mendukung, bukan hanya beban kerja fisik dan&#13;
administratif. Disarankan agar manajemen pusat kesehatan masyarakat&#13;
memperhatikan kualitas hidup perawat dengan menilai elemen psikologis lainnya.
</description>
<dc:date>2026-01-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4201">
<title>GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI DALAM KETERATURAN PEMERIKSAAN  ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS  JETIS KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4201</link>
<description>GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI DALAM KETERATURAN PEMERIKSAAN  ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS  JETIS KABUPATEN MOJOKERTO
Khusnah, Niswatul; Lestari, Indah; Prasastia, Catur
Kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan dukungan fisik dan emosional dari suami agar ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan aman dan nyaman. Dukungan suami berperan dalam meningkatkan keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) yang berfungsi untuk mendeteksi dini komplikasi kehamilan. Namun, hasil penelitian pendahuluan di Puskesmas Jetis Kabupaten Mojokerto menunjukkan masih banyak ibu hamil yang belum teratur melakukan pemeriksaan ANC, yang diduga berkaitan dengan rendahnya dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan suami terhadap keteraturan pemeriksaan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Jetis Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 42 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan, dan sebanyak 29 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria ibu hamil trimester II dan III. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami yang menilai kategori dukungan positif dan negatif. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 responden, sebagian besar ibu hamil memperoleh dukungan suami negatif sebanyak 16 responden (56%) menunjukkan bahwa dukungan suami dalam keteraturan kunjungan ANC masih tergolong rendah., sedangkan dukungan suami positif diperoleh oleh 13 responden (44%). Faktor yang memengaruhi rendahnya dukungan suami adalah yang dibawah UMK. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan dan program pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan kesadaran serta peran suami dalam mendukung keteraturan pemeriksaan ANC.
</description>
<dc:date>2026-01-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4200">
<title>PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI PADA PASIEN STEMI DI RUANG ICU RUMAH SAKIT GATOEL MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4200</link>
<description>PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI PADA PASIEN STEMI DI RUANG ICU RUMAH SAKIT GATOEL MOJOKERTO
Nyoto, Sulistyaningsih
Nyeri dada merupakan gejala utama pada pasien ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI). Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah Deep Breathing Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Deep Breathing Exercise terhadap nyeri pada pasien STEMI di ruang ICU RS Gatoel Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pre test-Post test. Populasi penelitian ini seluruh pasien STEMI yang dirawat di Ruang ICU RS Gatoel Mojokerto setelah 2 jam pemberikan terapi farmakologi tetapi masih merasakan nyeri. Sampel penelitian ini berjumlah 30 pasien STEMI yang dipilih menggunakan Purposive Pampling. Nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian Deep Breathing Exercise. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai signifikan α&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nyeri sebelum dan setelah dilakukan intervensi Deep Breathing Exercise pada pasien STEMI di Ruang ICU RS Gatoel Mojokerto dengan nilai p &lt; 0,001. Sebelum diberikan Deep Breathing Exercise sebagian besar 23 (76.7%) responden mengalami nyeri sedang, setelah diberikan Deep Breathing Exercise sebagian besar 24 (80,0%) responden mengalami nyeri ringan. Hal ini menunjukkan bahwa Deep Breathing Exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien STEMI. Dengan demikian, Deep Breathing Exercise dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien STEMI di Ruang ICU RS Gatoel Mojokerto.&#13;
Kata kunci: Deep Breathing Exercise, Nyeri, STEMI
</description>
<dc:date>2026-01-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
