<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5">
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4437"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4436"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4433"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4432"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-27T00:53:05Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4437">
<title>Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Tingkat Ansietas Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisis</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4437</link>
<description>Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Tingkat Ansietas Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisis
Pitaloka, Febrina Diah; Yuniarti, Enny Virda; Sudarsih, Sri
Chronic Kidney Disease (CKD) yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dapat menimbulkan ansietas. Progressive Muscle Relaxation (PMR) merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan ansietas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh PMR terhadap ansietas pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSI Sakinah Mojokerto berjumlah 215 pasien. Sampel sebanyak 37 responden dipilih menggunakan consecutive sampling. Tingkat ansietas diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). PMR diberikan selama 15–20 menit sebelum hemodialisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami ansietas berat (37,8%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar tidak mengalami ansietas (32,4%). Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05). PMR membantu menurunkan ansietas dengan mengurangi ketegangan otot, meningkatkan relaksasi fisik serta menekan aktivasi sistem saraf simpatis yang berperan dalam respons stres, sehingga pasien merasa lebih tenang dan nyaman selama menjalani hemodialisis. Disimpulkan bahwa PMR efektif menurunkan tingkat ansietas pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.
</description>
<dc:date>2026-06-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4436">
<title>KOMBINASI TRIPOD POSITION DAN BALLOON BLOWING EXERCISE TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK  DI POLI PARU RSI SAKINAH MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4436</link>
<description>KOMBINASI TRIPOD POSITION DAN BALLOON BLOWING EXERCISE TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK  DI POLI PARU RSI SAKINAH MOJOKERTO
Trina Zarina, Syeira; Virda Yuniarti, Enny; Merbawani, Raras
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan hambatan aliran udara progresif sehingga menyebabkan gangguan ventilasi dan pertukaran gas yang berdampak pada penurunan saturasi oksigen. Penurunan saturasi oksigen dapat memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK di Poli Paru RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest dan posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien PPOK yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi penelitian. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen (SpO₂) sebelum intervensi sebesar 93,72% dan meningkat menjadi 95,02% setelah intervensi dengan selisih peningkatan sebesar 1,30%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,811 dan p-value = 0,000 (p&lt;0,05), sehingga disimpulkan terdapat pengaruh kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK di Poli Paru RSI Sakinah Mojokerto. Tripod position membantu mengoptimalkan kerja diafragma dan meningkatkan ekspansi paru, sedangkan balloon blowing exercise membantu memperpanjang fase ekspirasi, mengurangi air trapping, dan meningkatkan ventilasi alveolar sehingga dapat meningkatkan saturasi oksigen.
</description>
<dc:date>2026-04-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4433">
<title>Hubungan Marriage is Scary dengan Kesiapan Mental Menikah pada Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4433</link>
<description>Hubungan Marriage is Scary dengan Kesiapan Mental Menikah pada Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto
Khumairoh, Putri Dwi Alia; Sajidin, Muhammad; Andriyanto, Arief
Marriage is scary merupakan  kondisi yang menggambarkan rasa takut, cemas atau kekhawatiran terhadap kehidupan pernikahan, sehingga dapat memengaruhi kesiapan mental menikah seseorang, apabila tidak dikelola dengan baik akan meningkatkan risiko terjadinya konflik rumah tangga hingga berujung pada perpisahan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan marriage is scary dengan kesiapan mental menikah pada mahasiswa profesi ners di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Jenis penelitian analitik korelasi menggunakan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 136 mahasiswa profesi ners yang dihitung secara purposive sampling, sehingga mendapatkan sampel 133 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner persepsi marriage is scary dan kesiapan mental pra-nikah. Analisis menggunakan Uji Statistik Chi-Square (a&lt;0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpersepsi marriage is scary pada kategori negatif (62,4%), sedangkan hampir seluruhnya kesiapan mental menikah pada mahasiswa profesi ners rendah (76,7%). Nilai P (0,001) dengan nilai contingency coefficient (0,410) yang berarti kekuatan hubungan pada kategori sedang antara marriage is scary dengan kesiapan mental menikah. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin negatif marriage is scary yang dimiliki mahasiswa profesi ners, semakin rendah pula kesiapan mental menikah, oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesiapan mental sebelum memasuki kehidupan pernikahan dengan mencari informasi yang positif, meningkatkan pemahaman diri dan hal positif lainnya.
</description>
<dc:date>2026-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4432">
<title>Pengaruh Isometric Handgrip Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4432</link>
<description>Pengaruh Isometric Handgrip Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto
Hidayati, Virly Ana; Ibnu, Faisal; Hidayati, Rina Nur
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Isometric handgrip exercise merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isometric handgrip exercise terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 penderita hipertensi yang aktif mengikuti program Prolanis di Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Sampel sebanyak 28 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value tekanan darah sistolik sebesar 0,000 dan tekanan darah diastolik sebesar 0,012. Nilai p-value pada kedua variabel lebih kecil dari α = 0,05, sehingga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh isometric handgrip exercise terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan isometric handgrip exercise selama 5 hari berturut-turut dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Isometric handgrip exercise yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan berpotensi membantu mengontrol tekanan darah secara lebih optimal.
</description>
<dc:date>2026-06-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
