<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/752">
<title>COC PROFESI BIDAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/752</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4266"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4265"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4264"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4261"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-16T18:01:49Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4266">
<title>ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N G1P0A0 DI TPMB RO’YATUL DWI FITRIA DESA BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4266</link>
<description>ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N G1P0A0 DI TPMB RO’YATUL DWI FITRIA DESA BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT
Klianti, Jumah; Yulianti, Indra; Yani, Lasiyati
Angka Kematian Ibu dan Bayi sering dipicu oleh status gizi buruk seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK). Ny. N di TPMB Ro’yatul Dwi Fitria terdeteksi memiliki LILA 22,4 cm, yang berisiko menyebabkan persalinan macet dan BBLR. Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (CoC) untuk memastikan luaran fisiologis.Asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari kehamilan trimester III (1 kali), persalinan (APN), nifas (KF 1-4), neonatus (KN 1-3), hingga pelayanan KB pascasalin. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi langsung. Pada masa hamil, terjadi peningkatan LILA menjadi 24,1 cm melalui intervensi nutrisi. Persalinan berlangsung spontan pada 25 Desember 2025 dengan bayi lahir bugar (APGAR 10/10, BB 2.700 gr). Masa nifas dan neonatal berlangsung normal tanpa komplikasi. Ibu memilih menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Intervensi protein hewani lokal secara konsisten efektif mentransformasi status KEK menjadi normal, sehingga mencegah komplikasi persalinan. Seluruh asuhan yang diberikan telah sesuai dengan standar kompetensi bidan dan kebutuhan subjektif pasien. Asuhan CoC pada Ny. N berhasil mencapai kondisi ibu dan bayi sehat. Disarankan bagi bidan untuk memperkuat pemantauan LILA sejak awal kehamilan guna deteksi dini risiko gizi.
</description>
<dc:date>2026-04-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4265">
<title>ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIH PADA NY. N G1P0A0  UMUR 23 TAHUN DI TPMB KIKI DIAN MEGAWATI, S.KEB DESA JOKARTO  KECAMATAN TEMPEH KAB. LUMAJANG TAHUN 2025/2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4265</link>
<description>ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIH PADA NY. N G1P0A0  UMUR 23 TAHUN DI TPMB KIKI DIAN MEGAWATI, S.KEB DESA JOKARTO  KECAMATAN TEMPEH KAB. LUMAJANG TAHUN 2025/2026
Fadilah, Yuyus Sofi S.Keb
RINGKASAN LAPORAN STASE CONTINUITY OF CARE &#13;
OLEH : &#13;
Yuyus Sofi Fadilah, S. Keb &#13;
Laporan Tugas Akhir ini mendokumentasikan asuhan kebidanan komprehensif &#13;
(Continuity of Care) pada Ny. N (23 tahun) di TPMB Kiki Dian Megawati dengan &#13;
menerapkan manajemen Varney dan pendokumentasian SOAP. Pada masa kehamilan, &#13;
ditemukan masalah anemia ringan yang berhasil ditangani melalui intervensi nutrisi dan &#13;
suplemen zat besi, ditandai dengan peningkatan kadar Hb dari 9,4 g/dL menjadi 12,2 g/dL. &#13;
Pada 21 Desember 2025, bayi laki-laki lahir spontan (3.000 g, AS 8-9) dengan penanganan &#13;
laserasi derajat II dan keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Selama masa nifas, proses &#13;
involusi uteri berlangsung fisiologis. Berat badan neonatus meningkat 400 g dalam 14 hari &#13;
melalui pemberian ASI eksklusif, serta hasil Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dalam &#13;
batas normal. Keberhasilan asuhan ini didukung oleh penerapan Manajemen Aktif Kala III &#13;
(MAK III) dan dukungan keluarga. Sebagai metode kontrasepsi, ibu memilih suntik progestin &#13;
yang aman bagi laktasi. Dapat disimpulkan bahwa asuhan berkelanjutan efektif dalam &#13;
memantau kondisi kesehatan, menurunkan risiko morbiditas, serta mengoptimalkan &#13;
kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
</description>
<dc:date>2026-04-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4264">
<title>LAPORAN ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN CONTINUITY OF CARE PADA NY "A" USIA 20 THN, GIPO UK 38-39 MGG DI RUMAH SAKIT MAWADDAH MEDIKA NGORO MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4264</link>
<description>LAPORAN ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN CONTINUITY OF CARE PADA NY "A" USIA 20 THN, GIPO UK 38-39 MGG DI RUMAH SAKIT MAWADDAH MEDIKA NGORO MOJOKERTO
Nurmayanti, Desy; Yani, Lasiyati; Kusmindari, Indah
Studi Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. A usia 20 tahun G1P0A0 dengan usia kehamilan 38–39 minggu dilakukan di Rumah Sakit Mawaddah Ngoro Mojokerto. Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kebidanan yang menekankan pada pemberian asuhan secara berkesinambungan antara bidan dan klien untuk memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang optimal. Asuhan ini meliputi pelayanan komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Pada masa kehamilan, Ny. A mengalami kondisi patologis berupa anemia, namun melalui pemantauan dan asuhan kebidanan yang tepat kondisi tersebut mengalami perbaikan hingga menjadi kondisi fisiologis menjelang persalinan. Pelaksanaan asuhan dilakukan melalui pemantauan selama trimester III hingga masa nifas dengan pemeriksaan kehamilan secara berkala, pendampingan proses persalinan, serta pemantauan kesehatan ibu dan bayi setelah lahir. Persalinan berlangsung di RS Mawaddah Ngoro Mojokerto secara normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Bayi lahir dengan berat badan 2900 gram dan panjang badan 49 cm, segera menangis kuat dan bergerak aktif tanpa tanda komplikasi. Asuhan nifas dan neonatus dilakukan melalui pemantauan kondisi ibu dan bayi hingga masa neonatal, yang menunjukkan kondisi fisiologis tanpa adanya komplikasi. Setelah masa nifas, ibu mendapatkan konseling dan pelayanan keluarga berencana sebagai upaya perencanaan kehamilan berikutnya. Secara keseluruhan, pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan ini menunjukkan bahwa pemantauan yang komprehensif dapat membantu mengatasi masalah kehamilan serta menjaga kesehatan ibu dan bayi sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
</description>
<dc:date>2026-04-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4261">
<title>ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.“C”USIA 21 TAHUN DI PUSKESMAS KEMBANGBAHU LAMONGAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4261</link>
<description>ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.“C”USIA 21 TAHUN DI PUSKESMAS KEMBANGBAHU LAMONGAN
Fatma Wati, Vitri; Frilasari, Heni
Pelaksanaan asuhan kebidanan ini dilakukan secara holistik melalui pendekatan Continuity of Care yang mencakup fase gestasi sampai program KB, dengan pendampingan intensif sesuai kondisi pasien. Peneliti menggunakan metode observasi selama kurun waktu 42 hari, yang terdiri atas satu kali asuhan kehamilan, satu kali persalinan, empat kali masa nifas, satu kali BBL, tiga kali pemeriksaan neonatus, serta satu kali pelayanan KB. Target utama asuhan ini adalah menjamin kesinambungan pelayanan dari awal kehamilan hingga kontrasepsi dengan sistem pencatatan SOAP. Berdasarkan tinjauan kasus Ny. ”C” (21 tahun), status kesehatan dari awal hingga akhir Trimester III teridentifikasi sebagai Kehamilan Risiko Rendah (KRR). Namun, ditemukan ketidaksesuaian antara teori dan praktik pada fase melahirkan karena pasien mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) yang memicu tindakan operasi sesar. Masa pascasalin berlangsung normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir sehat dengan berat 2550 gram serta panjang 45 cm, tanpa ada gangguan pada fase neonatal. Pasien kemudian menetapkan pilihan pada kontrasepsi suntik 3 bulan pasca konseling. Secara prinsip, pendampingan berkelanjutan yang optimal berperan krusial dalam menekan risiko komplikasi maternal maupun neonatal.
</description>
<dc:date>2026-04-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
