<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/763">
<title>KIAN PROFESI NERS</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/763</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4613"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4610"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4607"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-17T09:52:39Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411">
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</link>
<description>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto
Orang tua rentan mengalami masalah kesehatan karena saat usia mereka meningkat, tubuh mulai menua. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan nyeri sendi adalah Gout Arthritis. Terapi non-farmakologis seperti latihan ergonomis terbukti mampu mengurangi tingkat nyeri serta keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara memberikan perawatan keperawatan kepada seorang pasien lansia yang berusia 85 tahun, Tn. N yang mengalami nyeri kronis karena gout arthritis di UPT Pesanggrahan PMKS &#13;
Majapahit Mojokerto. Pendekatan dalam pelayanan perawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengumpulan data, penentuan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan penilaian hasil. Diagnosa keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri kronis yang disebabkan oleh kondisi muskuloskeletal kronis. Pasien mengeluh merasakan nyeri dan kaku pada kedua lutut sejak dua tahun terakhir. Nyeri tersebut seperti tertusuk-tusuk, berlokasi di kedua lutut, dengan skala nyeri 7. Nyeri muncul setelah bangun pagi dan semakin memburuk saat bergerak, intensitasnya terus meningkat. Saat nyeri terjadi, Tn. N tampak meringis dan &#13;
gelisah. Intervensi yang diberikan mencakup pemberian terapi olahraga ergonomis selama tiga hari berturut-turut, pemantauan tanda vital, serta penyuluhan tentang cara mengelola nyeri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skala rasa sakit berkurang dari 7 menjadi 4 dalam waktu 3 hari. Selain itu, ada penurunan gejala menangis dan peningkatan tanda-tanda kehidupan vital. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi ergonomic exercise berhasil mengurangi rasa sakit yang berkepanjangan pada lansia yang menderita arthritis gout.
</description>
<dc:date>2026-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4613">
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA Tn. H DENGAN DIABETES MELLITUS MELALUI PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4613</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA Tn. H DENGAN DIABETES MELLITUS MELALUI PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO
Putra Efendie, Ghaly Wahyu; Ningsih, Arum Dwi
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi insulin tidak adekuat. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif adalah Progressive Muscle Relaxation. Terapi ini bekerja dengan menurunkan aktivitas saraf simpatis dan menekan hormon kortisol, yang mana hormon ini dapat memperberat resistensi insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek Tn. H, laki-laki berusia 61 tahun, dirawat di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo dengan diagnosa medis hiperglikemia. Berdasarkan hasil pengkajian keperawatan, ditemukan hasil kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) 350 mg/dl, poliuria, tangan gemetar, keluhan lemas, mudah lelah, dan pusing. Dari data tersebut, ditegakkan diagnosa utama yaitu Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan hiperglikemia. Intervensi PMR diberikan selama 3 hari dengan durasi 20-25 menit. Hasilnya menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan: hari pertama dari 322 mg/dl menjadi 287 mg/dl, hari kedua dari 269 mg/dl menjadi 247 mg/dl, dan hari ketiga dari 219 mg/dl menjadi 192 mg/dl. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi. PMR berperan dalam mengatur keseimbangan sistem saraf simpatis dan parasimpatis, sehingga menghambat proses glukogenesis dan menurunkan produksi glukosa hati. Teknik ini dilakukan dengan memberikan kontraksi atau ketegangan pada kelompok otot tertentu, kemudian melepasnya secara perlahan untuk mencapai kondisi relaksasi mendalam. Namun, keberhasilan jangka panjang memerlukan keberlanjutan terapi secara mandiri di rumah serta kepatuhan pasien terhadap lima pilar manajemen diabetes, yaitu edukasi, pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, dan terapi farmakologis, agar tercapai kestabilan kadar glukosa darah yang optimal dan mencegah komplikasi
</description>
<dc:date>2026-08-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4610">
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intoksikasi Pestisida Dengan Masalah Keperawatn Nausea Dengan Diberikan Intervensi Gastric Lavage</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4610</link>
<description>Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intoksikasi Pestisida Dengan Masalah Keperawatn Nausea Dengan Diberikan Intervensi Gastric Lavage
Dwi Saputro, Angga Yusditia; Achwandi, Moch
Keracunan pestisida masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada masyarakat agraris, dengan angka kejadian yang terus meningkat dan berpotensi menyebabkan morbiditas maupun mortalitas. Salah satu intervensi awal yang direkomendasikan pada kasus keracunan akut tertentu adalah gastric lavage (kumbah lambung) apabila dilakukan sesuai indikasi klinis dan dalam waktu yang tepat.Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien keracunan pestisida akut di Instalasi Gawat Darurat. Data diperoleh melalui pengkajian, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, serta implementasi intervensi keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Intervensi utama berupa gastric lavage dilakukan secara kolaboratif disertai pemantauan ketat terhadap status respirasi, hemodinamik, dan tingkat kesadaran. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut, tenggorokan terasa panas, mual muntah sebanyak lima kali setelah menelan sekitar 40 ml pestisida, serta saturasi oksigen 91%. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nausea. Setelah 1 × 24 jam perawatan dan tindakan gastric lavage, keluhan mual berkurang, tidak terjadi muntah berulang, rasa panas di tenggorokan menurun, pasien tampak lebih tenang dan kooperatif, serta tidak ditemukan komplikasi seperti aspirasi, gangguan respirasi, maupun ketidakstabilan hemodinamik. Implementasi gastric lavage yang dilakukan sesuai indikasi, disertai pemantauan intensif dan kolaborasi multidisiplin, berkontribusi terhadap penurunan gejala intoksikasi serta pencegahan komplikasi. Gastric lavage dapat memberikan manfaat pada pasien yang memenuhi indikasi klinis dengan proteksi jalan napas yang adekuat. Intervensi keperawatan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti berperan penting dalam meningkatkan luaran pasien keracunan pestisida
</description>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4607">
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN Tn.B DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN MENGGUNAKAN INTERVENSI TEKNIK MEMUKUL BANTAL</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4607</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN Tn.B DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN MENGGUNAKAN INTERVENSI TEKNIK MEMUKUL BANTAL
MAULANA, DIMAS; ZAINURI, IMAM
Pendahuluan: Perilaku kekerasan merupakan respons maladaptif terhadap stresor yang ditandai dengan agresi fisik maupun verbal yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Pada pasien skizofrenia, perilaku kekerasan sering muncul sebagai manifestasi dari gangguan proses pikir, halusinasi, waham, serta ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi dan impuls. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk mengatasi perilaku kekerasan adalah penerapan terapi memukul bantal yang bertujuan untuk menyalurkan emosi marah secara fisik dengan cara yang aman dan terkontrol.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu klien dengan diagnosis keperawatan perilaku kekerasan, yaitu Tn. B di Rumah Singgah Al-Hidayah Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi diberikan melalui strategi pelaksanaan (SP) perilaku kekerasan yang dipadukan dengan terapi memukul bantal selama enam kali pertemuan pada tanggal 5 juli  – 10 Juli 2026.Hasil: Setelah dilakukan intervensi, klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali penyebab marah, tanda dan gejala marah, serta perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. Klien mampu mempraktikkan teknik memukul bantal dengan baik dan telah memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian. Klien juga mampu mengontrol marah secara verbal dengan cara bicara yang baik, menggunakan kegiatan spiritual untuk menenangkan hati, serta patuh minum obat. Terjadi penurunan intensitas dan frekuensi perilaku kekerasan pada klien. Klien tampak lebih tenang, mampu mengontrol emosi, dan tidak lagi menunjukkan perilaku agresif selama proses asuhan keperawatan. Pembahasan: Penerapan terapi memukul bantal sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa mampu mendukung pencapaian tujuan keperawatan pada klien dengan perilaku kekerasan. Teknik memukul bantal memberikan efek katarsis emosional yang membantu pasien meredakan agresivitas tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain. Terapi memukul bantal dapat dijadikan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa bagi klien dengan masalah perilaku kekerasan.
</description>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
