<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/763">
<title>KIAN PROFESI NERS</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/763</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4334"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4333"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4332"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4331"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-06T23:03:31Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4334">
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF MELALUI INTERVENSI PIJAT OKSITOSIN DI RUANG DAHLIA RSU ANWAR MEDIKA</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4334</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF MELALUI INTERVENSI PIJAT OKSITOSIN DI RUANG DAHLIA RSU ANWAR MEDIKA
RAHMAWATI, EVANDA DWI
Ibu post sectio caesarea sering mengalami masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, dan gangguan hormon oksitosin yang memengaruhi produksi ASI. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi secara optimal dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis intervensi pijat oksitosin pada pasien post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif di Ruang Dahlia RSU Anwar Medika. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan berupa pijat oksitosin dan edukasi teknik menyusui. Subjek penelitian adalah satu pasien post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi yang diberikan berupa pijat oksitosin selama 10–15 menit setiap sesi, dilakukan dua kali sehari selama dua hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kelancaran ASI, bayi mampu melekat lebih baik saat menyusu, bayi lebih tenang, serta kecemasan ibu berkurang. Selain itu, pijat oksitosin memberikan efek relaksasi sehingga membantu meningkatkan kenyamanan ibu postpartum. Pijat oksitosin efektif membantu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI pada ibu post sectio caesarea sehingga dapat mendukung keberhasilan menyusui.
</description>
<dc:date>2026-07-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4333">
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK ISPA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF MELALUI PEMBERIAN TERAPI INHALASI UAP MINYAK KAYU PUTIH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJOSARI</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4333</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK ISPA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF MELALUI PEMBERIAN TERAPI INHALASI UAP MINYAK KAYU PUTIH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJOSARI
Ramadhani, Putri
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernafasan, baik saluran pernafasan atas maupun saluran pernafasan bawah yang akan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan nafas dimana individu tidak mampu membersihkan sekresi atau obstruksi saluran nafas untuk mempertahankan jalan nafas yang paten. Menganalisis asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif menggunakan pemberian terapi inhalasi uap minyak kayu putih pada Anak ISPA. Karya ilmiah akhir ners ini menggunakan studi kasus deskriptif. Subjek studi kasus yaitu 1 responden anak dengan ISPA. Instrumen yang digunakan format pengkajian keperawatan. Diagnosa keperawatan yaitu bersihan nafas tidak efektif. Intervensi keperawatan yaitu pemberian terapi inhalasi uap minyak kayu putih. Implementasi yang dilakukan sebanyak 3x dalam 3 hari dengan lama pemberian 15 menit. Evaluasi dilihat dari hasil bersihan jalan nafas yang diukur sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi. Hasil pengkajian sebelum diberikan terapi inhalasi uap minyak kayu putih pasien mengeluh batuk berdahak dan setelah diberikan intervensi bersihan jalan nafas membaik. Mengapa tindakan terapi inhalasi uap minyak kayu putih terbukti mampu untuk memperbaiki bersihan jalan nafas pada anak dengan ISPA.
</description>
<dc:date>2026-07-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4332">
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Close Fraktur Radius Dextra Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Melalui Penerapan Terapi Benson di RSUD Bangil Pasuruan</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4332</link>
<description>Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Close Fraktur Radius Dextra Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Melalui Penerapan Terapi Benson di RSUD Bangil Pasuruan
Meidiana, Eliza
Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang sering disertai nyeri, terutama pada pasien post operasi. Nyeri post operasi dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas, dan istirahat pasien sehingga memerlukan penanganan keperawatan yang komprehensif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri adalah terapi relaksasi Benson. Terapi ini bekerja melalui mekanisme relaksasi yang dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga membantu mengurangi persepsi nyeri. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis penerapan terapi relaksasi Benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi close fraktur radius dekstra. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah Tn. S dengan diagnosis medis close fraktur radius dekstra post operasi yang dirawat di Ruang Anggrek RSUD Bangil Pasuruan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi utama yang diberikan berupa terapi relaksasi Benson selama 2×24 jam dengan durasi ±15 menit setiap sesi serta kolaborasi pemberian analgesik sesuai program medis. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari 6/10 menjadi 3/10 setelah dilakukan intervensi selama dua hari. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, dan tanda vital berada dalam batas normal. Kombinasi terapi relaksasi Benson dan analgesik farmakologis memberikan hasil yang baik dalam mengontrol nyeri akut pada pasien post operasi fraktur. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan nyeri pada pasien post operasi fraktur shaft os radius dekstra.
</description>
<dc:date>2026-07-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4331">
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF MELALUI PENERAPAN  TERAPI FOOT SPA DIABETIC TERHADAP NILAI ABI (ANKLE BRACHIAL INDEX) DI RSUD R.T NOTOPURO  KABUPATEN SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4331</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF MELALUI PENERAPAN  TERAPI FOOT SPA DIABETIC TERHADAP NILAI ABI (ANKLE BRACHIAL INDEX) DI RSUD R.T NOTOPURO  KABUPATEN SIDOARJO
Nisa', Hilmiatun
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi perifer yang ditandai dengan perfusi perifer tidak efektif dan berisiko menimbulkan ulkus diabetik hingga amputasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah perifer adalah Foot SPA Diabetic. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif melalui penerapan Foot SPA Diabetic di Ruang Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi Foot SPA Diabetic diberikan selama tiga hari berturut-turut yang meliputi perendaman kaki menggunakan air hangat suhu 37–39°C selama 10–15 menit, pembersihan kaki, pijatan ringan, latihan gerak kaki, pengeringan kaki, dan pemberian pelembap. Hasil menunjukkan adanya perbaikan perfusi perifer setelah pemberian Foot SPA Diabetic yang ditandai dengan peningkatan nilai ABI (Ankle Brachial Index) dari 0,75 pada hari pertama menjadi 0,81 pada hari kedua dan 1,01 pada hari ketiga. Selain itu, terjadi penurunan keluhan kesemutan, peningkatan suhu ekstremitas, perbaikan capillary refill time (CRT), berkurangnya edema, serta peningkatan kenyamanan saat berjalan. Kadar glukosa darah juga mengalami penurunan dari 392 mg/dL menjadi 178 mg/dL selama periode perawatan. Penerapan Foot SPA Diabetic dapat membantu meningkatkan perfusi perifer pada pasien diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan nilai ABI (Ankle Brachial Index), perbaikan sirkulasi perifer, dan peningkatan kenyamanan pasien.
</description>
<dc:date>2026-07-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
