<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TESIS S2 KEPERAWATAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/11</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:11:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-13T09:11:27Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS BEBAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT RAWAT INAP LANTAI 15 BERBASIS TEORI SIMONE ROACH DI RUMAH SAKIT SILOAM JEMBER</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3788</link>
<description>ANALISIS BEBAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT RAWAT INAP LANTAI 15 BERBASIS TEORI SIMONE ROACH DI RUMAH SAKIT SILOAM JEMBER
Sri Budiani, Ni Putu
Perilaku caring adalah fondasi penting dalam memberikan asuhan kepada pasien untuk memenuhi kepuasan pasien. Caring adalah tindakan menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan empati yang mendalam terhadap orang lain, yang mendukung kesejahteraan fisik, emosional atau psikologis, serta bagaimana menciptakan lingkungan tempat yang aman, di hargai dan di pahami. Dalam palaksanaan pemberian asuhan kepada pasien , perawat mengalami tantangan beban kerja dan tingkat komitmen organisasi. Untuk itu perawat di harapkan mempunyai kemampuan untuk merasakan empati, keberanian untuk menghadapi tantangan, kepercayaan diri dalam memberikan perawatan serta ketrampilan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan komitmen organisasi terhadap perilaku caring perawat. Metode: desain penelitian yaitu analitik korelational dengan pendekatan cross sectional dengan sampel responden 50 perawat dengan teknik total sampling, pengumpulan data menggunakan formulir observasi beban kerja untuk variabel independent beban kerja, kuesioner komitmen organisasi untuk variabel independent komitmen organisasi dan kuesioner caring untuk variabel dependent caring. Data di analisis mengunakan regresi logistik ordinal dengan nilai p &lt; 0,05. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja (0,070), tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku caring. Komitmen organisasi (0,023) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku caring perawat. Kesimpulan: beban kerja tidak mempunyai hubungan pada perilaku caring perawat, sedangkan komitmen organisasi mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku caring perawat dalam memberikan asuhan kepada pasien.
</description>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3788</guid>
<dc:date>2025-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS IN HOUSE TRAINING DAN SUPERVISI BUNDLE PLABSI (PERIPHERAL LINE ASSOCIATED BLOOD STREAM INFECTION) TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM  UPAYA PENURUNAN KEJADIAN PHLEBITIS DI  RS KARTINI MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3780</link>
<description>EFEKTIVITAS IN HOUSE TRAINING DAN SUPERVISI BUNDLE PLABSI (PERIPHERAL LINE ASSOCIATED BLOOD STREAM INFECTION) TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM  UPAYA PENURUNAN KEJADIAN PHLEBITIS DI  RS KARTINI MOJOKERTO
Widiyanti, Ayu Tri; Ratnaningsih, Tri; Hidayati, Rina Nur
Berdasarkan data surveilans IPCN di RS Kartini Mojosari, diketahui bahwa rata-rata 74,5% perawat tidak patuh terhadap Standar Prosedur Operasional (SPO) pemasangan infus selama bulan Mei hingga Juli 2024 yang berdampak pada tingginya angka kejadian phlebitis. Rendahnya kepatuhan ini berkaitan dengan kurangnya pelatihan serta lemahnya fungsi supervisi. Oleh karena itu, dilakukan intervensi berupa In House Training (IHT) dan supervisi dengan pendekatan Bundle PLABSI guna meningkatkan kepatuhan perawat dan menurunkan angka kejadian phlebitis. Tujuan untuk mengetahui efektivitas In-House Training (IHT) dan supervisi Bundle PLABSI terhadap kepatuhan perawat dalam upaya penurunan kejadian phlebitis. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Eksperimental One-Group Pretest-Posttest Design dengan sampel sebanyak 49 perawat yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Range Test. Hasil uji statistik Wilcoxon Range Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan kepatuhan perawat setelah intervensi (p-value = 0.000 &lt; α = 0.00). Intervensi In House Training dan supervisi Bundle PLABSI terbukti efektif meningkatkan kepatuhan perawat terhadap SPO Pemasangan Infus sebagai upaya menurunkan angka kejadian phlebitis. Temuan ini sejalan dengan Health Promotion Model Theory yang menekankan pentingnya edukasi, motivasi, dan dukungan lingkungan dalam pembentukan perilaku kesehatan, serta Theory of Planned Behavior yang menjelaskan bahwa kepatuhan dipengaruhi oleh niat, sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Selain itu, intervensi ini mencerminkan penerapan Balanced Scorecard pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan serta proses internal, dengan fokus pada penguatan kompetensi SDM dan peningkatan kualitas layanan sebagai indikator kinerja institusi kesehatan.
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3780</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS HUBUNGAN SUPERVISI, COACHING DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN DOKUMENTASI NURSING ROUND  DI RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA WARU</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3753</link>
<description>ANALISIS HUBUNGAN SUPERVISI, COACHING DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN DOKUMENTASI NURSING ROUND  DI RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA WARU
Argentina, Ita Bagus; Ratnaningsih, Tri; Andriyanto, Arief
Pendahuluan: Nursing round merupakan bagian dari dokumentasi keperawatan &#13;
yang dilakukan setiap dua jam, mencakup monitor keluhan pasien, monitor kondisi &#13;
pada IV line, memposisikan pasien dengan nyaman, memenuhi kebutuhan pribadi &#13;
dan eliminasi, serta privasi pasien. Kepatuhan perawat dalam mendokumentasikan &#13;
nursing round masih berada pada level yang kurang baik. Kepatuhan dokumentasi &#13;
nursing round dapat ditingkatkan melalui supervisi, coaching, dan motivasi &#13;
perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan supervisi, coaching, dan &#13;
motivasi terhadap kepatuhan dokumentasi nursing round. Metode: Desain &#13;
penelitian analitik korelasional dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah &#13;
84 perawat melalui teknik purposive sampling dari populasi 90 perawat. Instrumen &#13;
yang digunakan meliputi lembar observasi supervisi nursing round, kuesioner &#13;
coaching GROW-ME, kuesioner motivasi kerja, serta lembar observasi kepatuhan&#13;
dokumentasi nursing round. Analisis data dengan uji Korelasi Spearman Rho dan&#13;
Regresi Logistik Ordinal (α &lt; 0,05). Hasil: Sebagian besar perawat memperoleh &#13;
supervisi (89%), coaching (76%), dan motivasi kerja (63%) yang baik. 80% &#13;
perawat menunjukkan kepatuhan dalam dokumentasi nursing round. Terdapat &#13;
hubungan signifikan antara supervisi (p=0,000), coaching (p=0,000), dan motivasi &#13;
(p=0,000) dengan kepatuhan dokumentasi. Variabel yang paling berpengaruh &#13;
adalah motivasi (koefisien = 55,467), coaching (47,444), dan supervisi (22,750).&#13;
Pembahasan: Penelitian menunjukkan, perawat yang dilakukan supervisi, &#13;
coaching, dan peningkatan motivasi memiliki kepatuhan dokumentasi Nursing &#13;
Round yang baik. Supervisi meningkatkan pemahaman serta kepatuhan perawat &#13;
dalam melakukan prosedur klinis. Coaching meningkatkan pengembangan &#13;
keterampilan. Motivasi perawat meningkatkan rasa tanggung jawab perawat &#13;
terhadap pekerjaan. Supervisi, Coaching, dan Motivasi perawat memiliki hubungan &#13;
dalam kepatuhan dokumentasi nursing round. Direkomendasikan agar instansi &#13;
dapat memperkuat program pembinaan, pelatihan, dan pemberian motivasi untuk &#13;
meningkatkan kualitas dokumentasi dan pelayanan keperawatan.
</description>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3753</guid>
<dc:date>2025-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN STRES, MOTIVASI DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SAKINAH MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3724</link>
<description>HUBUNGAN STRES, MOTIVASI DAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SAKINAH MOJOKERTO
ARIYANTO, AKHMAD; AZIZAH, LILIK MA'RIFATUL; ZAKIYAH, ANA
ABSTRAK&#13;
“Hubungan Stres, Motivasi, dan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto“&#13;
Oleh : Akhmad Ariyanto&#13;
Kinerja perawat yang optimal menjadi kunci untuk menjaga kualitas perawatan dan keselamatan pasien. Stres, motivasi, dan beban kerja menjadi faktor yang paling sering dikaitkan dengan kinerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan stres, motivasi dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan sejumlah 106 responden dengan sample yang digunakan sejumlah 84 responden yang diambil secara Cluster Random Sampling. Pengolahan data melalui proses editing, coding, scoring dan tabulating. Analisis data penelitian menggunakan uji Regresi logistic. Hasil penelitian menunjukan secara parsial stres, motivasi kerja dan beban kerja berhubungan signifikan dengan kinerja perawat dengan nilai p-value stres kerja sebesar 0,000 &lt; 0,05, motivasi perawat 0,001 &lt; 0,05, beban kerja 0,003 &lt; 0,05. Secara bersama stres, motivasi dan beban kerja berhubungan signifikan dengan kinerja perawat dengan nilai ρ-value = 0,000 &lt; α = 0,05. Berdasarkan nilai Exp (B) motivasi kerja mempunyai nilai tertinggi daripada nilai variabel yang lain. Hal ini menunjukan motivasi kerja mempunyai potensi pengaruh yang paling tinggi terhadap kinerja perawat di RSI Sakinah Mojokerto. Stres kerja yang tinggi dapat menurunkan fokus, mengganggu emosional, dan meningkatkan risiko kesalahan kerja. Sementara itu, motivasi kerja yang tinggi terbukti dapat memperkuat daya tahan perawat dalam menghadapi tekanan dan menjaga semangat untuk tetap memberikan pelayanan terbaik. Di sisi lain, beban kerja yang tidak proporsional secara langsung berdampak pada waktu, energi, dan kapasitas kerja perawat, sehingga menurunkan performa kerja. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya strategi manajemen SDM yang terpadu di RSI Sakinah Mojokerto yang membangun sistem kerja yang efisien, dengan memperhatikan kesejahteraan mental dan motivasi perawat.&#13;
Kata Kunci : Stres, motivasi, beban kerja, Kinerja, Perawat
</description>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3724</guid>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
