<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEBIDANAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1477</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 06:34:10 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-18T06:34:10Z</dc:date>
<item>
<title>MOTIVASI IBU UNTUK MENYUSUI BAYI DI RUANG NIFAS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK FATIMAH KECAMATAN KRASAAN KABUPATEN PROBOLINGGO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4883</link>
<description>MOTIVASI IBU UNTUK MENYUSUI BAYI DI RUANG NIFAS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK FATIMAH KECAMATAN KRASAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
AROFA, NURULLAILATUL; Yulianti, Indra; Kusmindarti, Indah; Purwati, Heni
Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi ibu sejak masa nifas. Fenomena awal menunjukkan masih terdapat ibu nifas yang ragu terhadap produksi ASI dan memilih memberikan susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi ibu dalam menyusui bayi di ruang nifas Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Fatimah Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum di ruang nifas sejumlah 70 orang, dengan sampel sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert yang mencakup indikator keinginan, ketekunan, komitmen, self-efficacy, serta kemauan mencari informasi menyusui, yang kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi dalam menyusui bayinya, yang didukung oleh faktor internal seperti pengetahuan dan keyakinan diri, serta faktor eksternal berupa dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Analisis menunjukkan bahwa motivasi yang kuat mendorong ibu untuk konsisten memberikan ASI sejak dini. Diskusi dari temuan ini menegaskan pentingnya peran konseling laktasi dan pendampingan tenaga kesehatan selama perawatan di ruang nifas untuk mempertahankan motivasi ibu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi ibu menyusui di RSIA Fatimah berada pada kategori tinggi, sehingga mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
</description>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4883</guid>
<dc:date>2026-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>GAMBARAN KEPATUHAN LANSIA DALAM PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN DI POSYANDU LANSIA MAWAR  DESA SUNGI KULON KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4882</link>
<description>GAMBARAN KEPATUHAN LANSIA DALAM PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN DI POSYANDU LANSIA MAWAR  DESA SUNGI KULON KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN
Lestari, Reka Permata; Ma'rifah, Asirotul; Sa'diya, Lida Khalimatus
Proses penuaan (aging process) pada lansia memicu penurunan fungsi biologis yang meningkatkan kerentanan terhadap penyakit degeneratif. Pemeriksaan kesehatan berkala di Posyandu Lansia sangat penting untuk deteksi dini penyakit dan pencegahan komplikasi, namun tingkat kepatuhan lansia masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kepatuhan lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu Lansia Mawar Desa Sungi Kulon Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan&#13;
Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia terdaftar di Posyandu Lansia Mawar sebanyak 55 orang. Teknik total sampling digunakan sehingga seluruh populasi diambil sebagai sampel (55 responden). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif univariat berupa distribusi frekuensi serta persentase.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada dalam kategori patuh, yaitu sebanyak 42 lansia (76,37%). Sebanyak 13 lansia (23,63%) berada dalam kategori cukup patuh, dan tidak ditemukan responden pada kategori tidak patuh (0,0%).&#13;
Tingginya persentase kepatuhan mencerminkan tingginya kesadaran lansia serta penerimaan yang baik terhadap pelayanan Posyandu Lansia. Adanya responden pada kategori cukup patuh mengindikasikan perlunya penguatan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan oleh kader serta tenaga kesehatan.&#13;
Kepatuhan lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu Lansia Mawar tergolong sangat baik. Lansia diharapkan terus mempertahankan keteraturan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya memantau kondisi fisik dan menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
</description>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4882</guid>
<dc:date>2026-09-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN  IMUNISASI SEBAGAI UPAYAH  PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA  DI PUSKESMAS JABON</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4869</link>
<description>HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN  IMUNISASI SEBAGAI UPAYAH  PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA  DI PUSKESMAS JABON
Papik, Kris Yuniar; Khusniyati, Etik; Mardiyana, Rina
Imunisasi adalah salah satu upaya untuk pencegahan penyakit menular dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit menular. Jenis bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau dimatikan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh dengan menciptakan zat antibodi dikenal sebagai vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi. Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi seluruh ibu balita sebanyak 62 ibu, menggunakan Probability Sampling dengan metode purposive sampling san sampelnya sejumlah 52 responden. Instrumen lembar kuesioner pengetahuan. menggunakan uji statistik uji Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitrian menunjukkan bahwa Pengetahuan Ibu sebagian besar responden pengetahuanya baik sebanyak 34 orang (65,4%). Dan hampir sebagian adalah cukup sebanyak 18 orang (34,6%) . Kelengkapan Imunisasi sebagian besar responden kelengkapan imunisasinya dalam kategori lengkap sebanyak 31 orang (59,6%). Dan hampir sebagian adalah tidak lengkap sebanyak 21 orang (40,4%). Berdasarkan hasil uji chi square nilai Sig. 0,000 &lt; α &lt; 0,05. Artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi di Puskesmas Jabon. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi bahan referensi ilmiah dalam pengembangan ilmu keperawatan komunitas atau kesehatan masyarakat, khususnya terkait penerapan teori perilaku kesehatan. Asumsi peneliti ketidak lengkapan imunisasi bisa di pengaruhi oleh faktor jarak faskes atau lingkungan karena banyak ibu yang pengetahuanya baik namun masih ada imunisasinya yang tidak lengkap
</description>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4869</guid>
<dc:date>2026-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>GAMBARAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI DI SMP PONPES RIYADUL JANNAH KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4866</link>
<description>GAMBARAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI DI SMP PONPES RIYADUL JANNAH KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO
Rosyida, Frita Zulfi; Suryantini, Naning Puji; Khusniyati, Etik
Remaja putri merupakan kelompok usia yang mengalami berbagai perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama masa pubertas sehingga membutuhkan perhatian khusus terhadap penerapan personal hygiene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 64 remaja putri. Pengumpulan data melalui kuesioner yang terdiri dari 35 pernyataan mengenai aspek kebersihan tubuh, rambut, tangan dan kuku, gigi dan mulut, pakaian, kulit, serta organ reproduksi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat personal hygiene dalam kategori kurang sebanyak 28 orang (43,8%), sedangkan kategori baik dan cukup masing-masing berjumlah 18 orang (28,1%). Hasil tersebut menggambarkan bahwa praktik menjaga kebersihan diri masih perlu ditingkatkan. Faktor yang memengaruhi meliputi kebiasaan sehari-hari, kedisiplinan, kesadaran pribadi, lingkungan pesantren, serta penerapan informasi kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal hygiene remaja putri masih berada pada kategori kurang. Diperlukan edukasi kesehatan berkelanjutan, serta kolaborasi sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.
</description>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4866</guid>
<dc:date>2026-05-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
