<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2023</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1797</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:18:02 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-13T13:18:02Z</dc:date>
<item>
<title>KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTRAPI DI RSUD PROF DR SOEKANDAR MOJOSARI</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3143</link>
<description>KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTRAPI DI RSUD PROF DR SOEKANDAR MOJOSARI
ADISTINA, SWETA; Lestari, Indah; Prasastia, Catur
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Diagnosis kanker merupakan hal yang sangat menakutkan bagi pasien dan dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien dan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof dr. Soekandar Mojokerto sebanyak 100 orang. Teknik sampling menggunakan Accidental sampling dengan kurun waktu 1 minggu sehingga didapatkan sampel sebanyak 30 orang dari tanggal 1-7 Oktober 2023. Instrument penelitian ini menggunakan EORTC QLQ 30. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker yang menjalani kemoterapi mempunyai kualitas hidup yang buruk sebanyak 18 orang (60%), dan yang mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 12 orang (40%). Analisa data menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker yang menjalani kemoterapi mempunyai kualitas hidup buruk. Buruknya kualitas hidup pasien kanker disebabkan karena efek samping yang dialami selama proses kemoterapi akan membuat kondisi fisik melemah, efek samping kemoterapi yang membuat aktivitas kehidupan pasien kanker menjadi terganggu, dan efek psikologis yang dapat menyebabkan depresi dan putus asa. Keluarga dan masyarakat diharapkan memberikan dukungan kepada pasien kanker untuk menjalani kemoterapi secara teratur, memberikan semangat agar terus berjuang melawan kanker, menghilangkan stigma negatif terhadap pasien kanker agar hubungan sosial dan lingkungan pasien kanker yang menjalani kemoterapi menjadi lebih baik
</description>
<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3143</guid>
<dc:date>2023-07-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF PERCEPTIONS WITH THE LEVEL OF  ELDERLY PARTICIPATION IN POSBINDU PTM IN BANJARTANGGUL VILLAGE, MOJOKERTO DISTRICT</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3142</link>
<description>ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF PERCEPTIONS WITH THE LEVEL OF  ELDERLY PARTICIPATION IN POSBINDU PTM IN BANJARTANGGUL VILLAGE, MOJOKERTO DISTRICT
KURNIAWAN, HEPI; Faisal Ibnu; Arief Andriyanto
Salah satu faktor yang mempengaruhi keikutsertaan lansia adalah persepsi. Dalam presepsi &#13;
manusia sangat berkaitan erat dengan pengetahuan dari lansia itu sendiri. Perspsi yang baik akan&#13;
timbul rasa kesadaran diri dari peserta posbindu untuk  ikut serta hadir sehingga tingkat partisipasi&#13;
kunjungan posbindu lansia juga tinggi. Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan&#13;
presepsi lansia terhadap kunjungan posbindu PTM di desa Banjar tanggul Mojokerto. Metode&#13;
penelitian yang digunakan menggunakan desain korelasi analitik dengan study crossectional.&#13;
Populasi dala penelitian ini adalah lansia kunjungan posbindu PTM di desa Banjar tanggul&#13;
Mojokerto sebanyak 300 orang. Teknik sampling yang digubakan adalah purposive sampling&#13;
sebanyak 75 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 september 2023 di posbindu PTM&#13;
di desa Banjar tanggul Mojokerto. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner  yang telah diuji&#13;
validitas dan realibilitas. hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi lansia positif dengan&#13;
kunjungan lansia sebanyak 40 (63,5%). Berdasarkan hasil uji spearman rho p value 0,000&lt; α 0.05&#13;
yang artinya memiliki hubungan yang signifikan antara persepsi dengan tingkat kunjungan&#13;
posbindu. Correlation Coefficient dengan nilai r 0,614 artinya kekuatan hubungan dalam katagori&#13;
kuat dan bersifat searah sehingga persepsi  baik pada lansia maka semakin sering partisipasinya&#13;
dalam kunjungan posbindu dan begitu juga sebaliknya. Presepsi yang baik perlu dimiliki oleh&#13;
peserta posbindu karena untuk meningkatkan kesadaran diri dalam melakukan pemeriksaan dari&#13;
proses penuaan baik secara fisik ,biologis dan psikologis. Sehingga lansia dapat menikmati masa&#13;
tua yang sehat sehingga dapat meningkatan kesejateraan kesehatan pada lansia.
</description>
<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3142</guid>
<dc:date>2023-07-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN MAKNA HIDUP DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI DESA SAWO KECAMATAN  KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3141</link>
<description>HUBUNGAN MAKNA HIDUP DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI DESA SAWO KECAMATAN  KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO
., SUDIRMANTOYO; Andriyanto, Arief; Azizah, Umi
Banyak dari lansia merasa bahwa mereka sudah tidak berguna lagi dan bahkan terkadang mereka sering terlihat menarik diri, kurang bisa bersosialisasi dengan para tetangga dan orang-orang di sekelilingnya, sering melamun, dan bahkan sering terlihat takut untuk bertemu dengan orang lain sehingga menyebabkan stres dan frustasi karena belum siap untuk menerima apa yang terjadi pada dirinya pada saat ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan makna hidup dengan kesejahteraan psikologis pada lansia di Desa Sawo Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian yaitu seluruh lansia di Desa Sawo Kecamatan Kutorejo  Kabupaten Mojokerto sebanyak 86 lansia. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 54 responden. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan diuji dengan uji spearman rho. Berdasarkan tabulasi silang diatas menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden yang memiliki makna hidup dalam kategori baik mempunyai kesejahteraan psikologis tinggi sebanyak 23  responden (78,9%). Sedangkan hampir seluruhnya responden yang memiliki makna hidup buruk mengalami kesejahteraan psikologis rendah sebanyak 28 responden (60,650 dan hampir seluruhnya responden yang mempunyai makan hidup yang buruk mempunyai kesejahteraan psikologis rendah sebanyak 18 responden (94,7%). Hasil uji spearman rho menunjukkan nilai ρ = 0,000 dan α = 0,05 maka ρ &lt; α sehingga terdapat hubungan antara makna hidup dengan kesejahteraan psikologis pada lansia di Desa Sawo Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, nilai koefisien korelasi positif sebesar = 0,889 sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin baik makna hidup maka akan semakin tinggi kesejahteraan psikologis yang dialami lansia
</description>
<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3141</guid>
<dc:date>2023-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN JENJANG KARIR DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN EWS PERAWAT DI RAWAT INAP RSI SITI HAJAR  SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2379</link>
<description>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN JENJANG KARIR DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN EWS PERAWAT DI RAWAT INAP RSI SITI HAJAR  SIDOARJO
Budi, Ardhe Sulistyo; Haryanto, Agus; Rofi'ah, Ika Ainur
Kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam penatalaksanaan pasien kritis dapat menyebabkan terjadinya medical error, karena henti jantung (cardiac arrest, henti nafas (apneu) dan kematian) dengan melakukan penilaian yang tepat terhadap kondisi pasien, salah satunya dengan menggunakan EWS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dan jenjang karir perawat dengan kepatuhan pelaksanaan EWS perawat di ruang Rawat Inap RSI Siti Hajar Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel diambil dengan teknik  purposive sampling sebanyak 44 responden. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan diuji dengan uji chi square dan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup tentang early warning sistem (EWS) sebanyak 27 responden (61,4%). Berdasarkan jenjang karis menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden dalam jenjang karir perawat klinis (PK) II sebanyak 20 responden (45,5%). Berdasarkan kepatuhan menujukkan sebagian besar responden memiliki kepatuhan pelaksanaan early warning sistem (EWS) dalam kategori patuh sebanyak 26 responden (59,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kepatuhan dalam pelaksanaan Early Warning Sistem (ρ= 0,002  &lt;  α = 0,05)  dan juga terdapat Hubungan jenjang karir perawat dengan kepatuhan dalam pelaksanaan Early Warning Sistem (ρ= 0,001  &lt;  α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pengetahuan dan jenjang karir mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan early warning system.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Oct 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2379</guid>
<dc:date>2023-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
