<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>KIAN PROFESI NERS 2023</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/1815</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 10:49:55 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-13T10:49:55Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN  PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIC DENGAN INTERVENSI PEMBERIAN AROMA TERAPI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MASALAH NAUSEA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2501</link>
<description>ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN  PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIC DENGAN INTERVENSI PEMBERIAN AROMA TERAPI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MASALAH NAUSEA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL
wicaksono, krisna; Dwi Wahyuningsih, Binarti; Meuthia, Rizky
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit dengan kondisi menurunnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Hemodialisis merupakan terapi yang paling tepat untuk mengatasi kerusakan ginjal pada klien Chronic Kidney Disease. Salah satu gangguan pada Chronic Kidney Disease yaitu suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi yang bersifat menahun, berlangsung progresif, seperti kejadian mual dan muntah. Aroma terapi inhalasi adalah teknik penyembuhan yang menggunakan bahan- bahan alami yang banyak digunakan sebagai terapi alternatif. Tehnik aroma terapi merupakan bagian strategi holistik self-care untuk mengatasi berbagai keluhan mual dan muntah, kaki pegal-pegal dan gangguan tidur. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan pasien CKD dengan intervensi inovasi pemberian aroma terapi minyak kayu putih dalam rangka membantu mengurangi gangguan mual-mual yang dialami pasien CKD dengan hemodialisa. Dari hasil analisis penulis selama 3 hari. Evaluasi intervensi inovasi aroma terapi minyak kayu putih, mampu menurunkan meringankan gangguan mual muntah pasien yang menjalani proses hemodialisis.
</description>
<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2501</guid>
<dc:date>2023-09-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIFITAS SENAM DIABETIK DALAM MENGURANGI MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAKEFEKTIF  PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT MAWADDAH MEDIKA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2474</link>
<description>EFEKTIFITAS SENAM DIABETIK DALAM MENGURANGI MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAKEFEKTIF  PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT MAWADDAH MEDIKA MOJOKERTO
Khoridatul Bahiyah; Rudi Hariyono, M.Kep
Latar Belakang : Neuropati DM yaitu adanya tingkat penurunan sensasi pada kaki penderita DM, akibat dari penyerangan pada sirkulasi saraf perifer. Neuropati diabetik ini dipengaruhi adanya peningkatan GDA  pada penderita DM sehingga berpengaruhi pada fleksibilitas sel darah merah yang melepas O2, jadi O2 dalam darah mengalami penurunan dan terjadi hipoksia perifer yang memicu terjadinya perfusi perifer tidak efektif (Rahayu, 2018). Maka dari itu karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk memaparkan proses senam kaki pada pasien DM Di Rumah Sakit Mawaddah Medika Mojokerto.&#13;
&#13;
Metodhe : Metodhe di dalam karya ilmiah akhir ini menggunakan case studi. Dengan proses pengkajian dan penulis disini berbagai teknikdalam melakukan  pengumpulan data antara lain dengan anamnesa, observasi, studi dokumentasi, Selain itu juga melakukan wawancara pada pasien DM.&#13;
&#13;
Hasil : Penelitian ini dilakukan 1 minggu dengan 3 klien perfusi perifer tidak efektif. Proses ini dilakukan senam diabetik  yang dilakukan pada 3 klien tersebut merupakan yang sama. Dari 3 klien tersebut terjadi hasil yang signifikan pada ke 3 klien, untuk mengurangi kesemutan dan terjadi penurunan hasil GDA setelah melakukan senam kaki diabetik tersebut dengan hasil awal klien 1 GDA 290, klien 2 GDA 230, klien 3 GDA 400 dan setelah melakukan senam diabetik selam 3 hari klien 1 GDA 270, klien 2 GDA 210, klien 3 GDA 385&#13;
&#13;
Diskusi : Setelah dilakukan senam kaki terjadi penurunan hasil GDA dan kesemutan juga menurun, sehingga didiharapkan setelah ini melakukan senam kaki diabetik mandiri secara rutin.
</description>
<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2474</guid>
<dc:date>2023-07-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN MASALAH  NYERI MENGGUNAKAN TEKNIK SLOW DEEP BREATHING   DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2457</link>
<description>ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN MASALAH  NYERI MENGGUNAKAN TEKNIK SLOW DEEP BREATHING   DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA
Putri Nurmalitasari; Umi Azizah Kusumaningrum, M.Kep
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah secara&#13;
abnormal di dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari satu&#13;
periode. Nyeri kepala akibat hipertensi adalah rasa nyeri atau rasa tidak&#13;
mengenakkan di seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke&#13;
belakang kepala. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah mampu&#13;
mengaplikasikan analisis Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada pasien lansia&#13;
hipertensi dengan Slow Deep Breathing yang dapat memberikan manfaat&#13;
hemodinamik pada tubuh. Hasil dari asuhan keperawatan secara menyeluruh&#13;
selama 3x24 jam pada pasien, dalam pengkajian data dasar ditemukan da.ta&#13;
subjektif dan data objektif yang menunjukkan ketiga pasien mengalami Nyeri&#13;
Akut. Rencana asuhan sesuai dengan yang diimplementasikan dalam asuhan&#13;
keperawatan sesuai dengan standar intervensi keperawatan Indonesia. Perbedaan&#13;
hasil evaluasi Pada hari ketiga pemberian asuhan keperawatan, Pasien ke 1&#13;
mengatakan nyeri pada kepala bagian depan dengan skala nyeri 1, Tekanan darah:&#13;
130/80 mmhg N : 82 x/menit, Nyeri Akut akut teratasi, dan intervensi dihentikan.&#13;
Pasien ke 2 mengatakan nyeri pada kepala bagian depan skala nyeri 1, Tekanan&#13;
darah : 140/78 mmHg, N : 81 x/menit, Nyeri Akut akut teratasi, dan intervensi&#13;
dihentikan. Pasien ke 3 mengatakan nyeri pada bagian kepala menyeluruh dengan&#13;
skala 3, Tekanan darah : 130/70 mmHg N : 86 x/menit, Nyeri Akut akut teratasi,&#13;
dan intervensi dihentikan. Perawat disarankan untuk mengajarkan metode non&#13;
farmakologi dalam mengurangi nyeri karena dapat mengurangi nyeri yang dialami&#13;
pasien.
</description>
<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2457</guid>
<dc:date>2023-08-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.S Dengan Gangguan Pola Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Cakar Ayam Kelurahan Mentikan Kec. Prajurit Kulon Kota Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2447</link>
<description>Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.S Dengan Gangguan Pola Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Cakar Ayam Kelurahan Mentikan Kec. Prajurit Kulon Kota Mojokerto
Yudiyanto; Heri Triwibowo, S.Kep.Ns.M.Kes; Umi Azizah, S.Kep.Ns.,M.Kes
Hipertensi dengan gangguan pola tidur, disebabkan karena terjadinya aktivitas simpatik pada pembuluh darah sehingga seseorang akan mengalami perubahan curah jantung yang tidak signifikan pada malam hari.
</description>
<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2447</guid>
<dc:date>2022-11-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
