<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2024</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/2415</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:31:28 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-13T13:31:28Z</dc:date>
<item>
<title>KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI POSKESDES BANJARTANGGUL KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3213</link>
<description>KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI POSKESDES BANJARTANGGUL KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO
Eka Pratiwi, Reni Novianti; Sajidin, Muhammad; Andriyanto, Arief
Diabetes Mellitus bisa disebut juga kencing manis merupakan penyakit di mana nilai gula di dalamdarah tidak normal lebih ke tinggi dikarenakan tubuh tidak mampu membuat atau memaksimalkan insulin sendiri. Tingginya kadar gula didalam darah dan kelainan metabolik yang dikarenakan oleh Diabetes Melitus, salah satu penyakit kronis. Diabetes melitus (DM) yang biasanya dikatakan dengan kencing manis, atau mother of diseases, dan juga kebanyakan disebut dengan penyakit utama dan menyebabkan banyak penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Sikap pengendalian Diabetes Mellitus di Poskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan responden berjumlah 29 Responden. Penelitian ini dilaksanakan di Pskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner MMAS-8 Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden patuh terhadap kepatuhan meminum obat dengan jumlah 22 responden (76%), serta dalam kategori tidak patuh yaitu sebanyak 7 responden (24%). Hasil dari penelitian ini diperoleh dari faktor faktor yang mempengaruhi Diabetes Mellitus yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lama pengobatan. Penderita Diabetes Mellitus di Poskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto sebagian besar patuh dalam meminum obat serta kontrol rutin sehingga sebagian besar memiliki kadar gula darah normal.
</description>
<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3213</guid>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI POSKESDES BANJARTANGGUL KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3211</link>
<description>KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI POSKESDES BANJARTANGGUL KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO
Eka Pratiwi, Reni Novianti; Sajidin, Muhammad; Andriyanto, Arief
Diabetes Mellitus bisa disebut juga kencing manis merupakan penyakit di mana nilai gula di dalamdarah tidak normal lebih ke tinggi dikarenakan tubuh tidak mampu membuat atau memaksimalkan insulin sendiri. Tingginya kadar gula didalam darah dan kelainan metabolik yang dikarenakan oleh Diabetes Melitus, salah satu penyakit kronis. Diabetes melitus (DM) yang biasanya dikatakan dengan kencing manis, atau mother of diseases, dan juga kebanyakan disebut dengan penyakit utama dan menyebabkan banyak penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Sikap pengendalian Diabetes Mellitus di Poskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan responden berjumlah 29 Responden. Penelitian ini dilaksanakan di Pskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner MMAS-8 Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden patuh terhadap kepatuhan meminum obat dengan jumlah 22 responden (76%), serta dalam kategori tidak patuh yaitu sebanyak 7 responden (24%). Hasil dari penelitian ini diperoleh dari faktor faktor yang mempengaruhi Diabetes Mellitus yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lama pengobatan. Penderita Diabetes Mellitus di Poskesdes Banjartanggul Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto sebagian besar patuh dalam meminum obat serta kontrol rutin sehingga sebagian besar memiliki kadar gula darah normal.
</description>
<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3211</guid>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA  PADA IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN  TEORI LAWRENCE W. GREEN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3204</link>
<description>ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA  PADA IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN  TEORI LAWRENCE W. GREEN
Nuritasari, Eva; Lestari, Indah; Lukita Dewi, Catur Prasastia
Masa kehamilan merupakan masa yang penting bagi seorang wanita dalam siklus hidupnya. Masa ini memerlukan perhatian khusus, karena masa ini akan menentukan kualitas kehidupan setelah hidup diluar kandungan, termasuk melihat bayi yang akan dilahirkan kelak, sehingga pada masa kehamilan ibu harus memenuhi segala kewajiban semasa hamil agar tidak terjadi masalah pada kehamilan dan menyebabkan anemia yang akan berdampak buruk pada keadaan ibu dan janinnya. Pada prinsipnya untuk mencegah terjadinya anemia pada masa kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor tidak hanya faktor individu melainkan faktor dari luar individu. pendekatan teori Lawrence W. Green. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh ibu hamil di ruang kandungan RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto sebanyak 160 ibu hamil. Sampel dalam penelitian  sesuai dengan kriteria inklusi Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara deskriptif Faktor predisposisi perilaku pencegahan anemia pada domain pengetahuan sebagian besar responden pengetahuanya kurang tentang pencegahan anemia pada ibu hamil sebanyak 25 orang (45,5%). Faktor predisposisi perilaku pencegahan anemia pada domain sikap sebagian besar responden sikapnya terhadap perilaku pencegahan anemia adalah negatif sebanyak 33 orang (60%). Faktor pendukung perilaku pencegahan anemia pada domain akses kesehatan  hampir setengahnya responden dalam menjangkau akses kesehatan adalah terjangkau sebanyak 23 orang (41,8%). Faktor penguat perilaku pencegahan anemia pada domain dukungan suami  hampir setengahnya responden suaminya kuirang mendukung dalam melakukan pencegahan anemia sebanyak 25 orang (45,5%). Faktor penguat perilaku pencegahan anemia pada domain petugas kesehatan   sebagian besar responden petugas kesehatanya sangatterpenuhi sebanyak 31 orang (56,4%). Melalui penelitian ini dijarapkan perilaku ibu dalam pencegahan anemia agar lebih positif
</description>
<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3204</guid>
<dc:date>2024-10-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA PA’TERA KRAYAN SELATAN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3202</link>
<description>HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA PA’TERA KRAYAN SELATAN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA
Srimaitika, Srimaitika; Akbar, Amar; Zainuri, Imam
Masalah kesehatan yang sering didapatkan pada lanjut usia adalah kemunduran fisik, menurunnya daya ingat, stress, gangguan tidur, serta peningkatan penyakit infeksi. Salah satu penyebab masalah kualitas tidur lanjut usia adalah stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur pada lanjut usia di Desa Pa’tera Krayan Nunukan Kalimantan Utara. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang berjumlah 18 orang di Desa Pa’tera Krayan Nunukan Kalimantan Utara. Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini adalah PSS dan PSQI. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stress Sedang, yaitu 10 orang (55,6%), sebagian besar mempunyai kualitas tidur buruk, yaitu 12 orang (66,7%). Sebagian besar responden yang mengalami stress ringan mempunyai kualitas tidur baik yaitu 5 dari 7 orang (71,4%), hampir seluruh responden yang mengalami stress sedang mempunyai kualitas tidur buruk yaitu 9 dari 10 orang (90%). Hasil analisa Uji Spearman Rho didapatkan p value sebesar 0,018 kurang dari α (0,05) dan nilai koefisien kolerasi 0,550 sehingga ada hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur lansia Di Desa Pa’tera Krayan Selatan Nunukan Kalimatan Utara. Semakin berat tingkat stress maka semakin buruk kualitas tidur lansia. Pada saat stress terjadi peningkatan hormon epinefrin, norepinefrin, dan kortisol yang mempengaruhi susunan saraf pusat dan menimbulkan keadaan terjaga dan juga mempengaruhi siklus tidur NREM dan REM sehingga dapat membuat orang sering terbangun pada malam hari dan bermimpi buruk.
</description>
<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/3202</guid>
<dc:date>2024-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
