<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>KIAN PROFESI NERS 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4195</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 13:28:43 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-27T13:28:43Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</link>
<description>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto
Orang tua rentan mengalami masalah kesehatan karena saat usia mereka meningkat, tubuh mulai menua. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan nyeri sendi adalah Gout Arthritis. Terapi non-farmakologis seperti latihan ergonomis terbukti mampu mengurangi tingkat nyeri serta keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara memberikan perawatan keperawatan kepada seorang pasien lansia yang berusia 85 tahun, Tn. N yang mengalami nyeri kronis karena gout arthritis di UPT Pesanggrahan PMKS &#13;
Majapahit Mojokerto. Pendekatan dalam pelayanan perawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengumpulan data, penentuan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan penilaian hasil. Diagnosa keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri kronis yang disebabkan oleh kondisi muskuloskeletal kronis. Pasien mengeluh merasakan nyeri dan kaku pada kedua lutut sejak dua tahun terakhir. Nyeri tersebut seperti tertusuk-tusuk, berlokasi di kedua lutut, dengan skala nyeri 7. Nyeri muncul setelah bangun pagi dan semakin memburuk saat bergerak, intensitasnya terus meningkat. Saat nyeri terjadi, Tn. N tampak meringis dan &#13;
gelisah. Intervensi yang diberikan mencakup pemberian terapi olahraga ergonomis selama tiga hari berturut-turut, pemantauan tanda vital, serta penyuluhan tentang cara mengelola nyeri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skala rasa sakit berkurang dari 7 menjadi 4 dalam waktu 3 hari. Selain itu, ada penurunan gejala menangis dan peningkatan tanda-tanda kehidupan vital. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi ergonomic exercise berhasil mengurangi rasa sakit yang berkepanjangan pada lansia yang menderita arthritis gout.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</guid>
<dc:date>2026-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE INFARK DENGAN MASALAH PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL MELALUI PENERAPAN INTERVENSI POSISI HEAD UP 30°</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4759</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE INFARK DENGAN MASALAH PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL MELALUI PENERAPAN INTERVENSI POSISI HEAD UP 30°
Waruwu, Ratna Mariyanti; Pertiwi, Chaterine Janes
Stroke infark merupakan kondisi akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial sehingga menimbulkan masalah Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial. Posisi Head Up 30° merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat membantu aliran balik vena serebral dan mendukung kestabilan neurologis pasien. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien stroke infark dengan Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial melalui penerapan posisi Head Up 30°. Desain kasus deskriptif pada satu pasien stroke infark yang dirawat di Ruang Kana IHC RS Gatoel Mojokerto. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3×24 jam melalui tahap pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan penerapan posisi Head Up 30° dan kepala serta leher dalam posisi netral. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dari GCS E3V4M5 menjadi E4V5M6, penurunan tekanan darah dari 190/110 mmHg menjadi 150/90 mmHg dan MAP dari 137 mmHg menjadi 110 mmHg. Pusing dan nyeri kepala berkurang tanpa tanda perburukan neurologis, meskipun kelemahan ekstremitas kiri masih ditemukan. Masalah Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial teratasi sebagian.
</description>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4759</guid>
<dc:date>2026-06-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GERONTIK DENGAN MASALAH HIPERTENSI MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI DI UPT PMKS MAJAPAHIT MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4758</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GERONTIK DENGAN MASALAH HIPERTENSI MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI DI UPT PMKS MAJAPAHIT MOJOKERTO
Ayunda, Bella; Sajidin, Muhammad
Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia enam puluh tahun ke atas yang mengalami proses penuaan sehingga lebih rentan mengalami berbagai penyakit kronis, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Kondisi hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk masalah keperawatan berupa nyeri yang dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah terapi pijat refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan gerontik pada pasien hipertensi dengan masalah nyeri melalui penerapan pijat refleksi di UPT PMKS Mojopahit Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan penelitian adalah seorang pasien gerontik yang mengalami hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan melalui penerapan pijat refleksi selama tiga kali dua puluh empat jam, masalah nyeri mengalami penurunan, pasien tampak lebih rileks, keluhan nyeri berkurang, serta tekanan darah menunjukkan perbaikan. Penerapan pijat refleksi diharapkan dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien gerontik dengan hipertensi.
</description>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4758</guid>
<dc:date>2026-09-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GERONTIK DENGAN MASALAH HIPERTENSI MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI DI UPT PMKS MAJAPAHIT MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4757</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GERONTIK DENGAN MASALAH HIPERTENSI MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI DI UPT PMKS MAJAPAHIT MOJOKERTO
Ayunda, Bella; Sajidin, Muhammad
Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia enam puluh tahun ke atas yang mengalami proses penuaan sehingga lebih rentan mengalami berbagai penyakit kronis, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Kondisi hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk masalah keperawatan berupa nyeri yang dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah terapi pijat refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan gerontik pada pasien hipertensi dengan masalah nyeri melalui penerapan pijat refleksi di UPT PMKS Mojopahit Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan penelitian adalah seorang pasien gerontik yang mengalami hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan melalui penerapan pijat refleksi selama tiga kali dua puluh empat jam, masalah nyeri mengalami penurunan, pasien tampak lebih rileks, keluhan nyeri berkurang, serta tekanan darah menunjukkan perbaikan. Penerapan pijat refleksi diharapkan dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien gerontik dengan hipertensi.
</description>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4757</guid>
<dc:date>2026-09-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
