<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>KIAN PROFESI NERS 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4195</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 07:51:53 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-18T07:51:53Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</link>
<description>Analisis Asuhan Keperawatan Lansia Masalah Nyeri Kronis Dengan Gout Arthritis Melalui Intervensi Ergonomic Exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto
Orang tua rentan mengalami masalah kesehatan karena saat usia mereka meningkat, tubuh mulai menua. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan nyeri sendi adalah Gout Arthritis. Terapi non-farmakologis seperti latihan ergonomis terbukti mampu mengurangi tingkat nyeri serta keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara memberikan perawatan keperawatan kepada seorang pasien lansia yang berusia 85 tahun, Tn. N yang mengalami nyeri kronis karena gout arthritis di UPT Pesanggrahan PMKS &#13;
Majapahit Mojokerto. Pendekatan dalam pelayanan perawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengumpulan data, penentuan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan penilaian hasil. Diagnosa keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri kronis yang disebabkan oleh kondisi muskuloskeletal kronis. Pasien mengeluh merasakan nyeri dan kaku pada kedua lutut sejak dua tahun terakhir. Nyeri tersebut seperti tertusuk-tusuk, berlokasi di kedua lutut, dengan skala nyeri 7. Nyeri muncul setelah bangun pagi dan semakin memburuk saat bergerak, intensitasnya terus meningkat. Saat nyeri terjadi, Tn. N tampak meringis dan &#13;
gelisah. Intervensi yang diberikan mencakup pemberian terapi olahraga ergonomis selama tiga hari berturut-turut, pemantauan tanda vital, serta penyuluhan tentang cara mengelola nyeri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skala rasa sakit berkurang dari 7 menjadi 4 dalam waktu 3 hari. Selain itu, ada penurunan gejala menangis dan peningkatan tanda-tanda kehidupan vital. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi ergonomic exercise berhasil mengurangi rasa sakit yang berkepanjangan pada lansia yang menderita arthritis gout.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4411</guid>
<dc:date>2026-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4881</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK
Wulandari, Anis Fitryyah
Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan pada ibu postpartum yang ditandai dengan ketidakadekuatan pengeluaran ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi belum terpenuhi secara optimal. Daun katuk merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu meningkatkan produksi ASI. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui pemberian daun katuk sebagai intervensi unggulan berbasis Evidence-Based Nursing. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. I dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari, 18–20 Juli 2026, berupa pemberian ekstrak daun katuk yang dikombinasikan dengan edukasi menyusui, perbaikan posisi dan perlekatan, pijat payudara, anjuran menyusui rutin, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta pemantauan pengeluaran ASI. Hari pertama ASI masih sedikit dan masalah belum teratasi. Hari kedua pengeluaran ASI meningkat dan masalah teratasi sebagian. Hari ketiga ASI lebih deras, bayi mampu melekat dan mengisap dengan baik, serta ibu mampu menyusui secara mandiri dan percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan komprehensif dengan pemberian daun katuk menunjukkan peningkatan pengeluaran ASI dan kemampuan menyusui. Namun, masalah menyusui tidak efektif masih teratasi sebagian. Peningkatan ASI tidak dapat dikaitkan hanya dengan daun katuk karena terdapat intervensi keperawatan lain yang diberikan secara bersamaan.
</description>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4881</guid>
<dc:date>2026-08-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4880</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM MELALUI PENERAPAN EKSTRAK DAUN KATUK
Wulandari, Anis Fitryyah; Lukita Dewi, Catur PrasastiaS.Kep.,Ns.,M.Kes.
Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan pada ibu postpartum yang ditandai dengan ketidakadekuatan pengeluaran ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi belum terpenuhi secara optimal. Daun katuk merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu meningkatkan produksi ASI. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui pemberian daun katuk sebagai intervensi unggulan berbasis Evidence-Based Nursing. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. I dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari, 18–20 Juli 2026, berupa pemberian ekstrak daun katuk yang dikombinasikan dengan edukasi menyusui, perbaikan posisi dan perlekatan, pijat payudara, anjuran menyusui rutin, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta pemantauan pengeluaran ASI. Hari pertama ASI masih sedikit dan masalah belum teratasi. Hari kedua pengeluaran ASI meningkat dan masalah teratasi sebagian. Hari ketiga ASI lebih deras, bayi mampu melekat dan mengisap dengan baik, serta ibu mampu menyusui secara mandiri dan percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan komprehensif dengan pemberian daun katuk menunjukkan peningkatan pengeluaran ASI dan kemampuan menyusui. Namun, masalah menyusui tidak efektif masih teratasi sebagian. Peningkatan ASI tidak dapat dikaitkan hanya dengan daun katuk karena terdapat intervensi keperawatan lain yang diberikan secara bersamaan.
</description>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4880</guid>
<dc:date>2026-08-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIENCONGESTIVE HEART FAILURE DENGAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT NYERI DI RUANGAN HCU B RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4844</link>
<description>ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIENCONGESTIVE HEART FAILURE DENGAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT NYERI DI RUANGAN HCU B RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO
Khuswara, Denny; ainur, ika
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan sindrom klinis akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal sehingga menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan berbagai manifestasi klinis, salah satunya nyeri dada. Nyeri akut pada pasien CHF dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, memperberat kerja jantung. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik Relaksasi Benson. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan masalah keperawatan nyeri akut melalui penerapan teknik Relaksasi Benson di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien dengan diagnosis medis Congestive Heart Failure (CHF) disertai Atrial Fibrillation Rapid yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi inovasi berupa teknik Relaksasi Benson diberikan selama tiga hari berturut-turut disertai tindakan keperawatan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Setelah dilakukan implementasi selama 3×24 jam, terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala 6 menjadi 2 berdasarkan Congestive Heart Failure (NRS). Pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis dan gelisah berkurang, kualitas tidur membaik, serta terjadi perbaikan parameter fisiologis yang ditandai dengan penurunan frekuensi nadi dari 125 kali/menit menjadi 88 kali/menit, frekuensi napas dari 24 kali/menit menjadi 20 kali/menit, dan tekanan darah menjadi lebih stabil. Pasien juga mampu melakukan teknik Relaksasi Benson secara mandiri. Penerapan teknik Relaksasi Benson sebagai terapi nonfarmakologis efektif membantu menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi ini memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta memperbaiki kualitas tidur pada pasien Congestive Heart Failure (CHF).
</description>
<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4844</guid>
<dc:date>2026-07-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
