<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description>LAMPIRAN</description>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2026 19:45:33 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-11-08T19:45:33Z</dc:date>
<image>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<url>http://repositori.ubs-ppni.ac.id:80/xmlui/bitstream/id/ad22e013-469b-497d-9023-9999ced3fef4/</url>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
</image>
<item>
<title>GAMBARAN SKRINING RESIKO KEHAMILAN BERBASIS SKOR POEDJI ROCHYATI DI UPT PUSKESMAS DLANGGU  KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4887</link>
<description>GAMBARAN SKRINING RESIKO KEHAMILAN BERBASIS SKOR POEDJI ROCHYATI DI UPT PUSKESMAS DLANGGU  KABUPATEN MOJOKERTO
BIMANTARA, ARSA; LESTARI, INDAH; RISKY L.D, CATUR
Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan&#13;
mortalitas ibu serta bayi karena berpotensi menimbulkan komplikasi selama&#13;
kehamilan maupun persalinan. Deteksi dini risiko kehamilan melalui skrining&#13;
secara tepat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya komplikasi.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran skrining risiko kehamilan berbasis&#13;
Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) di UPT Puskesmas Dlanggu Kabupaten&#13;
Mojokerto. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan populasi&#13;
sebanyak 61 ibu hamil trimester I. Sampel berjumlah 49 responden yang dipilih&#13;
menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar&#13;
observasi Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa 40 responden (81,6%) termasuk kategori kehamilan&#13;
risiko rendah, 7 responden (14,3%) kategori risiko tinggi, dan 2 responden (4,1%)&#13;
kategori risiko sangat tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar&#13;
ibu hamil berada pada kategori risiko rendah, meskipun masih ditemukan ibu hamil&#13;
dengan risiko tinggi dan sangat tinggi yang memerlukan pemantauan lebih intensif.&#13;
Penggunaan KSPR memberikan gambaran tingkat risiko kehamilan secara&#13;
sistematis sehingga dapat mendukung tenaga kesehatan dalam melakukan skrining,&#13;
menentukan tindak lanjut, serta merencanakan rujukan sesuai tingkat risiko&#13;
kehamilan.
</description>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4887</guid>
<dc:date>2026-08-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>GAMBARAN TRIASE ESI DI IGD RS MUTIARA HATI MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4879</link>
<description>GAMBARAN TRIASE ESI DI IGD RS MUTIARA HATI MOJOKERTO
Rahman, Nur Fazlur; Haryanto, Agus; Hariyono, Rudi
Triase merupakan proses pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatan untuk menetukan prioritas pelayanan di IGD. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah ESI yang mengelompokkan pasien kedalam 5 tingkat bedasarkan tingkat kegawatan dan kebutuhan sumerdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran triase ESI di IGD RS Mutiara Hati Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian merupakan data pasien yang mendapatkan pelayanan di IGD RS Mutiara Hati Mojokerto selama periode februari, dengan jumlah 262 pasien. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan data rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kategori ESI 1 sebanyak 5 pasien (1,9%), ESI 2 sebanyak 12 pasein (4,6%), ESI 3 sebanyak100 pasien( 38,2%), ESI 4 sebanyak 45 pasien( 17,2 %), dan ESI 5 sebanyak 100 pasein (38,2%). Kategori ESI 3 dan ESI 5 merupakan kategori dengan jumlah pasien terbanyak, sedangkan ESI 1 merupakan kategori dengan jumlah pasien paling sedikit. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa gambaran triae ESI di IGD RS Mutiara Hati Mojokerto didominasi oleh pasien dengan kategori ESI 3 dan ESI 5, sementara pasien dengan kondisi yang memerlukan resusitasi segera (ESI 1) memiliki proporsi paling rendah.
</description>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4879</guid>
<dc:date>2026-08-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengetahuan Warga Tentang Pencegahan Diabetes Melitus di Dusun Tengahan, Desa Kalimati, Kecamatan Tarik</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4878</link>
<description>Pengetahuan Warga Tentang Pencegahan Diabetes Melitus di Dusun Tengahan, Desa Kalimati, Kecamatan Tarik
Imas Aulia, Nur
ABSTRACT&#13;
COMMUNITY KNOWLEDGE REGARDING DIABETES MELLITUS PREVENTION IN TENGAHAN HAMLET, KALIMATI VILLAGE, TARIK SUB-DISTRICT&#13;
Nur Imas Aulia&#13;
Introduction: Type 2 Diabetes Mellitus (DM) can be prevented through healthy lifestyle practices, but prevention requires understanding of risk factors. This study aimed to describe community knowledge regarding DM prevention in Tengahan Hamlet, Kalimati Village, Tarik Sub-district. Methods: This study used a quantitative descriptive design. The sample included 90 respondents selected through simple random sampling. Data were collected in September 2026 using a questionnaire containing 20 questions about DM prevention. Correct answers scored 1 and incorrect answers 0. Data were analyzed descriptively using frequency distributions, percentages, and cross-tabulation. Actual lifestyle behavior was not measured directly. Results: Of the 90 respondents, 46 (51.1%) had moderate knowledge, 23 (25.6%) had poor knowledge, and 21 (23.3%) had good knowledge. Cross-tabulation showed variation in knowledge levels by education. Among 21 respondents with primary school education, 16 had poor knowledge and five had moderate knowledge. All seven respondents with college education had good knowledge. Discussion: Knowledge can shape attitudes and decisions about healthy lifestyles. Understanding sugar restriction, balanced nutrition, physical activity, weight management, and blood glucose checks can help residents identify preventive actions. However, knowledge does not automatically change behavior. Education may also help address practical barriers. Application also depends on habits, family support, environment, information access, and health services. Since this study measured knowledge only, its direct effect on healthy lifestyle behavior cannot be concluded. Conclusion: Community knowledge was most commonly at a moderate level. Ongoing health education should be strengthened, particularly for residents with poor knowledge, to improve understanding of DM prevention locally.
</description>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4878</guid>
<dc:date>2026-10-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KUALITAS DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS ELECTRONIC MEDICAL RECORD DI RSI SAKINAH MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4876</link>
<description>HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KUALITAS DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS ELECTRONIC MEDICAL RECORD DI RSI SAKINAH MOJOKERTO
Beban kerja perawat merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas keperawatan, termasuk kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan keterbatasan waktu dan konsentrasi perawat dalam melakukan dokumentasi secara lengkap dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap di RSI Sakinah Mojokerto, dengan teknik pengambilan sampel sesuai kriteria penelitian. Beban kerja perawat diukur menggunakan instrumen NASA-TLX, sedangkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dinilai menggunakan instrumen dokumentasi keperawatan Depkes. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja dalam kategori tinggi sebanyak 41 responden (60,3%), sedangkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan sebagian besar berada dalam kategori baik sebanyak 20 responden (29,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,003 dan koefisien korelasi r = -0,354. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Arah hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja perawat, maka kualitas dokumentasi asuhan keperawatan cenderung semakin rendah. Kekuatan hubungan termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan beban kerja perawat agar kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
</description>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4876</guid>
<dc:date>2026-09-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
