<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 09:55:49 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-27T09:55:49Z</dc:date>
<item>
<title>HUBUNGAN RISIKO MORTALITAS DENGAN LAMA RAWAT PADA PASIEN POST KRANIOTOMI DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4450</link>
<description>HUBUNGAN RISIKO MORTALITAS DENGAN LAMA RAWAT PADA PASIEN POST KRANIOTOMI DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)
ARIFIYAH, SALSA NABILLAH
Pasien post kraniotomi memerlukan perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) karena berisiko mengalami komplikasi neurologis yang dapat meningkatkan risiko mortalitas dan memperpanjang lama rawat. Penilaian risiko mortalitas penting dilakukan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis dan menentukan prioritas penatalaksanaan pasien selama menjalani perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara risiko mortalitas dengan lama rawat pada pasien post kraniotomi di ICU RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Risiko mortalitas diukur menggunakan Full Outline of UnResponsiveness (FOUR) Score, sedangkan data lama rawat diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,5% responden memiliki risiko mortalitas kategori sedang dan 55,8% menjalani lama rawat kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,669, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara risiko mortalitas dengan lama rawat pada pasien post kraniotomi. Hubungan tersebut memiliki kekuatan yang kuat dengan arah positif, sehingga semakin tinggi risiko mortalitas, semakin lama pasien menjalani perawatan di ICU. Identifikasi dini pasien dengan risiko mortalitas tinggi sebagai dasar dalam pemberian pemantauan dan intervensi yang tepat untuk mencegah komplikasi, mengoptimalkan proses pemulihan, dan meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien post kraniotomi.
</description>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4450</guid>
<dc:date>2026-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Gambaran Tingkat Kesadaran Pasien Cedera Kepala Menggunakan FOUR Score di IGD RSI Sakinah Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4449</link>
<description>Gambaran Tingkat Kesadaran Pasien Cedera Kepala Menggunakan FOUR Score di IGD RSI Sakinah Mojokerto
Kirana, Sendy Amanda Eka; Pratiwi, Chaterina Janes; Hariyono, Rudi
Cedera kepala merupakan salah satu penyebab gangguan neurologis yang &#13;
dapat menyebabkan penurunan tingkat kesadaran sehingga diperlukan penilaian &#13;
yang cepat dan akurat. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk menilai &#13;
kondisi pasien adalah Full Outline of UnResponsiveness (FOUR score) yang &#13;
menilai respons mata, respons motorik, refleks batang otak, dan respirasi. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kesadaran pasien cedera &#13;
kepala menggunakan FOUR score. Desain penelitian yang digunakan adalah &#13;
kuantitatif deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel &#13;
penelitian sebanyak 27 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih &#13;
menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan &#13;
lembar observasi FOUR score dan dianalisis secara deskriptif menggunakan &#13;
kuartil pertama (Q1), kuartil ketiga (Q3), dan interquartile range (IQR). Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan cedera kepala ringan sebanyak 19 &#13;
responden memiliki nilai FOUR Score dengan Q1 sebesar 15,5, Q3 sebesar 16, &#13;
dan IQR sebesar 0,5. Pada pasien dengan cedera kepala sedang sebanyak 6 &#13;
responden diperoleh nilai Q1 sebesar 10,25, Q3 sebesar 11,75, dan IQR sebesar &#13;
1,5. Sedangkan pada pasien dengan cedera kepala berat sebanyak 2 responden &#13;
diperoleh nilai Q1 sebesar 7,25, Q3 sebesar 7,75, dan IQR sebesar 0,5. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesadaran pasien cenderung menurun seiring &#13;
meningkatnya tingkat keparahan cedera kepala, dengan nilai FOUR Score &#13;
tertinggi pada cedera kepala ringan dan terendah pada cedera kepala berat.
</description>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4449</guid>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN BIM</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4448</link>
<description>HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN BIM
Septiana, Rika Dwi; Sajidin, Muhammad; Hidayati, Rina Nur
Penggunaan internet yang semakin tinggi di kalangan remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya internet addiction dan berpengaruh terhadap kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara internet addiction dengan kualitas tidur pada remaja yang bersekolah di SMK Kesehatan BIM Jombang.. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 167 siswa sebagai responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner IAT dan PSQI, kemudian data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Mayoritas responden menunjukkan tingkat kecanduan internet pada kategori ringan (58,7%) serta memiliki kualitas tidur yang tergolong buruk (68,9%). Hasil uji korelasi Spearman Rho memperoleh nilai p sebesar 0,024 dengan koefisien korelasi 0,174. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara internet addiction dengan kualitas tidur pada remaja yang bersekolah di SMK Kesehatan BIM Jombang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan internet dan kualitas tidur, namun dengan tingkat hubungan yang sangat lemah. Peningkatan kecanduan internet cenderung diikuti oleh penurunan kualitas tidur pada remaja.
</description>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4448</guid>
<dc:date>2026-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EKSPLORASI STRATEGI COPING MAHASISWA TINGKAT PERTAMA S1 KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI STRES AKADEMIK DI UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4447</link>
<description>EKSPLORASI STRATEGI COPING MAHASISWA TINGKAT PERTAMA S1 KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI STRES AKADEMIK DI UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
Cahyani, Erika Lutfia; Akbar, Amar; Kusumaningrum, Umi Azizah
Stres akademik merupakan permasalahan yang sering dialami mahasiswa tingkat pertama akibat tuntutan akademik dan proses adaptasi di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa tingkat pertama S1 Keperawatan dalam menggunakan strategi coping untuk mengelola stres akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sebanyak 11 partisipan dipilih menggunakan teknik sequential sampling berdasarkan hasil skrining Perception of Academic Stress Scale (PAS) kategori stres sedang hingga tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Van Manen. Hasil penelitian menghasilkan lima tema, yaitu bentuk-bentuk stres akademik yang dialami mahasiswa tingkat pertama, strategi coping yang digunakan mahasiswa, proses penerapan strategi coping dalam mengelola stres akademik, faktor yang memengaruhi pemilihan strategi coping pada mahasiswa tingkat pertama, serta makna dan dampak penggunaan strategi coping pada mahasiswa tingkat pertama. Mahasiswa memandang strategi coping sebagai upaya mengelola stres agar mampu beradaptasi dengan tuntutan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi coping membantu mahasiswa mengelola stres secara adaptif dan mendukung keberlangsungan proses belajar.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4447</guid>
<dc:date>2026-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
