<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 00:16:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-27T00:16:37Z</dc:date>
<item>
<title>PENGARUH PENDAMPINGAN MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT GATOEL MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4239</link>
<description>PENGARUH PENDAMPINGAN MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT GATOEL MOJOKERTO
Wijayanti, Wieke; Saudah, Noer; Dewi, Catur Prasastia Lukita
Nyeri pascaoperasi setelah tindakan seksio sesarea merupakan masalah umum yang&#13;
dialami oleh ibu postpartum dan dapat menghambat mobilisasi dini serta&#13;
memperlambat proses pemulihan. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi&#13;
nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan intensitas nyeri; namun,&#13;
pelaksanaannya sering kali terbatas oleh rasa takut dan kurangnya pemahaman&#13;
pasien, sehingga memerlukan pendampingan dari tenaga kesehatan. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini dengan pendampingan&#13;
terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca seksio sesarea di Rumah Sakit Gatoel&#13;
Mojokerto.Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan&#13;
pendekatan one-group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh pasien&#13;
pasca seksio sesarea yang dirawat di Ruang Jasmine Gold Rumah Sakit Gatoel&#13;
Mojokerto. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive&#13;
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur&#13;
menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pelaksanaan&#13;
mobilisasi dini dengan pendampingan sesuai standar operasional prosedur. Analisis&#13;
data dilakukan menggunakan uji T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan mobilisasi dini dengan&#13;
pendampingan, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang hingga berat.&#13;
Setelah intervensi, intensitas nyeri pada sebagian besar responden menurun menjadi&#13;
nyeri ringan. Hasil analisis uji T-Test menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p &lt; 0,05),&#13;
yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan dari mobilisasi dini dengan&#13;
pendampingan terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien pasca seksio&#13;
sesarea. Mobilisasi dini dengan pendampingan yang dilakukan secara terstruktur&#13;
dan berkelanjutan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan rutin untuk&#13;
meningkatkan kepercayaan diri pasien, menurunkan nyeri, serta mempercepat&#13;
proses pemulihan.
</description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4239</guid>
<dc:date>2026-05-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMP PERSATUAN KREMBUNG</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4234</link>
<description>HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMP PERSATUAN KREMBUNG
Aulia, Amanda
Kesehatan mental remaja merupakan permasalahan yang semakin meningkat dan menjadi perhatian dalam perkembangan psikososial. Penggunaan media sosial diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja di SMP Persatuan Krembung. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sampel berjumlah 67 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data yang diperoleh berskala ordinal sehingga dianalisis menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman’s rho. Hasil deskriptif menunjukkan 38 responden (56,7%) memiliki kondisi kesehatan mental kategori abnormal, serta 47 responden (70,1%) berada pada tingkat penggunaan media sosial kategori rendah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja dengan ρ = 0,221 serta p-value = 0,072. Nilai koefisien rho menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah dan lebih tinggi dibandingkan penelitian sebelumnya. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai kondisi kesehatan mental remaja dan kaitannya dengan penggunaan media sosial.
</description>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4234</guid>
<dc:date>2026-02-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN FIVE MOMENT &amp; HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GATOEL KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4206</link>
<description>HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN FIVE MOMENT &amp; HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GATOEL KOTA MOJOKERTO
CHRISTIYANTI, ELSA PUTRI
Kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene merupakan pilar utama dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Motivasi kerja yang didasari oleh dorongan intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Gatoel Mojokerto yang diambil menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen motivasi diukur menggunakan kuesioner Work Extrinsic and Intrinsic Motivation Scale (WEIMS), untuk kepatuhan five moment &amp; hand hygiene diukur melalui teknik observasi menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman rank (α= 0,05) Hasil penelitian menunjukkan motivasi perawat yang tinggi dan kepatuhan five moment &amp; hand hygiene yang tinggi . Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar p-value = 0,000 yang dapat diartikan bahwa H1 diterima. Dari hasil uji statistic dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan five moments &amp; hand hygiene di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Gatoel Mojokerto. Perawat dengan motivasi yang tinggi cenderung lebih patuh dalam melakukan prosedur hand hygiene pada setiap momen yang ditentukan. Dari hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat mempertahankan motivasinya dalam melaksanakan five moment &amp; hand hygiene dan meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan five moment hand hygiene. Mengingat hand hygiene merupakan dasar dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit.
</description>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4206</guid>
<dc:date>2026-01-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KUALITAS HIDUP PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4203</link>
<description>HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KUALITAS HIDUP PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA MOJOKERTO
FITRIYANI, ELY
Semua tugas yang diselesaikan perawat saat bertugas di unit layanan membentuk&#13;
beban kerja mereka. Beban kerja yang tidak merata biasanya berdampak langsung&#13;
pada kualitas hidup perawat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
hubungan antara kualitas hidup perawat dan beban kerja mereka di fasilitas&#13;
kesehatan masyarakat di Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif&#13;
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Yang menjadi sampel dalam&#13;
penelitian ini adalah perawat puskesmas di kota Mojokerto dengan teknik&#13;
Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Random Sampling. Jumlah&#13;
sampel ditentukan dengan rumus Slovin sejumlah 58 perawat dari 6 Puskesmas.&#13;
Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner tentang beban kerja ( NASA TLX)&#13;
dan kuesioner kualitas hidup (WHOQOL-BREEF). Uji korelasi Spearman (α =&#13;
0,05) digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
mayoritas perawat memiliki beban kerja yang berat (72,4%) dan kualitas hidup&#13;
yang umumnya baik (72,4%). Tidak ada hubungan antara beban kerja dan kualitas&#13;
hidup perawat di puskesmas di kota Mojokerto, menurut hasil uji statistik&#13;
Spearman, yang menghasilkan nilai p &gt; 0,05, nilai p = 0,218 dengan koefisien&#13;
korelasi r = 0,16. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup perawat di Puskesmas&#13;
dapat dipengaruhi oleh karakteristik internal dan lingkungan, seperti ketahanan dan&#13;
lingkungan kerja yang mendukung, bukan hanya beban kerja fisik dan&#13;
administratif. Disarankan agar manajemen pusat kesehatan masyarakat&#13;
memperhatikan kualitas hidup perawat dengan menilai elemen psikologis lainnya.
</description>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4203</guid>
<dc:date>2026-01-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
