<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 15:06:11 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T15:06:11Z</dc:date>
<image>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2026</title>
<url>http://repositori.ubs-ppni.ac.id:80/xmlui/bitstream/id/c629c62b-dc5d-4fb0-a570-a13cac89bc3c/</url>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4198</link>
</image>
<item>
<title>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN LAMA MENDERITA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN ANGGASWANGI KABUPATEN SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4766</link>
<description>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN LAMA MENDERITA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN ANGGASWANGI KABUPATEN SIDOARJO
Amirotunnisa', Elliza; Hidayati, Rina Nur; Rofiah, Ika Ainur
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Dukungan keluarga dan lama menderita hipertensi merupakan faktor yang dapat berkaitan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Dusun Anggaswangi Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, kuesioner lama menderita hipertensi, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kurang baik sebanyak 39 responden (65,0%), lama menderita hipertensi &gt;5 tahun sebanyak 36 responden (60,0%), dan kepatuhan minum obat rendah sebanyak 29 responden (48,4%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat dengan nilai r = 0,486 dan p = 0,001, serta terdapat hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat dengan nilai r = -0,352 dan p = 0,012. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan lama menderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Dukungan keluarga yang lebih baik berkaitan dengan kepatuhan minum obat yang lebih tinggi, sedangkan semakin lama menderita hipertensi cenderung berkaitan dengan menurunnya kepatuhan minum ob
</description>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4766</guid>
<dc:date>2026-09-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA DINI DI PAUD BINTANG BANGSAKU DESA TRAWAS KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4765</link>
<description>HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA DINI DI PAUD BINTANG BANGSAKU DESA TRAWAS KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO
SAFIRA, DELA NANDA; KUSUMANINGRUM, UMI AZIZAH; IBNU, FAISAL
Anak usia dini berada pada masa golden age yang sangat krusial bagi seluruh aspek perkembangan, termasuk perkembangan emosi. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam membentuk kemampuan anak dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengatur emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua sebagai variabel independen dan perkembangan emosi anak usia dini sebagai variabel dependen di PAUD Bintang Bangsaku Desa Trawas Kecamatan Trawas Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Parenting Style Dimension Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh dan  perkembangan emosi anak diukur melalui lembar observasi berbasis Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) sesuai Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis (46,9%), diikuti otoriter (37,5%), dan permisif (15,6%). Mayoritas anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 50%, diikuti Berkembang Sangat Baik (BSB) 28,1%, Mulai Berkembang (MB) 12,5%, dan Belum Berkembang (BB) 9,4%. Hasil uji Fisher exact menunjukkan nilai p- value= 0,000 (p&lt;0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi progam parenting berbasis komunitas yang melibatkan tenaga kesehatan, guru PAUD, serta orang tua dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan yang mendukung perkembangan emosi anak usia dini secara optimal.
</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4765</guid>
<dc:date>2026-09-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4760</link>
<description>Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto
Fitriya, Nurrochmatul; Yuniarti, Enny Virda; Laili, Siti Indatul
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya masih tinggi dan erat kaitannya dengan pola makan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 135 responden dengan teknik total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 81 orang (60%) dan sebagian besar mengalami hipertensi stage 2 sebanyak 54 orang (40%). Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,000 (&lt;0,05) dengan koefisien korelasi 0,864 yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Disimpulkan bahwa semakin tidak baik pola makan seseorang, semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi. Disarankan masyarakat menerapkan pola makan sehat rendah garam dan lemak sebagai upaya pencegahan hipertensi.
</description>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4760</guid>
<dc:date>2026-09-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STUDI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI PELAYANAN PUSKESMAS PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4748</link>
<description>STUDI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI PELAYANAN PUSKESMAS PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO
Putri, Dita Octaviana; Basuki, Duwi; Santoso, Windu
Komunikasi terapeutik perawat berperan penting dalam membentuk kepuasan&#13;
pasien, termasuk di Puskesmas Prambon Kabupaten Sidoarjo. Nilai Survei&#13;
Kepuasan Masyarakat (SKM) periode Januari sampai Juni 2026 tergolong&#13;
Sangat Baik (97,55), namun Rekap Pengaduan Triwulan I Tahun 2026 masih&#13;
mencatat keluhan terkait sikap petugas, waktu pelayanan, dan kejelasan&#13;
informasi, sehingga tingkat kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik&#13;
perawat perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat&#13;
kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik perawat di Puskesmas Prambon.&#13;
Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional&#13;
digunakan pada 171 responden yang diambil melalui consecutive sampling,&#13;
menggunakan kuesioner adaptasi dari Gunawan, Girsang, dan Nasution (2025)&#13;
yang mencakup tahap pra-interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan mayoritas pasien berada pada&#13;
kategori cukup puas (55,6%), dengan proporsi ketidakpuasan tertinggi terjadi&#13;
pada tahap terminasi (35,7%) dibanding tahap lainnya. Temuan ini&#13;
mengindikasikan bahwa komunikasi terapeutik perawat di Puskesmas Prambon&#13;
sudah berjalan namun belum sepenuhnya optimal, terutama pada tahap&#13;
penutupan interaksi dengan pasien, sehingga diperlukan pelatihan komunikasi&#13;
terapeutik secara berkala serta penataan sumber daya manusia keperawatan yang&#13;
lebih baik.
</description>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4748</guid>
<dc:date>2026-09-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
