<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 23:06:05 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-06T23:06:05Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Kejadian Fatigue Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di RSI Sakinah Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4291</link>
<description>Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Kejadian Fatigue Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di RSI Sakinah Mojokerto
Dwi Apriliyanah, Risa; Nur So’emah, Eka; Dwi Ningsih, Arum
Fatigue adalah gangguan fisik dan mental yang terjadi dalam waktu lama dan tidak membaik meskipun telah beristirahat, Bila fatigue tidak di atas i dapat dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi, proses berpikir, berhubungan sosial, serta dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan rancangan one group pre test dan post test design. Teknik Sampling yang di gunakan adalah Consecutive Sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Sebelum di berikan intervensi sebagian besar responden mengalami fatigue sedang, sedangkan setelah di berikan intervensi terjadi penurunan tingkat fatigue menjadi fatigue ringan pada sebagian besar responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh deep breathing exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa, dengan adanya nilai P-Value ( 0,000 ), Nilai P-Value &lt; ( 0,05 ). Terdapat pengaruh Deep Breathing Exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Sakinah Mojokerto. Deep Breathing Exercise terbukti efektif dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien yang menjalani hemodilalisa, karena Deep Breathing Exercise menstimulasi saraf parasimpatik sehingga tubuh lebih rileks dan suplai oksigen meningkat, membantu untuk meningkatkan produksi energi sehingga fatigue dapat menurun.
</description>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4291</guid>
<dc:date>2026-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Edukasi Berbasis Video Animasi Resusitasi Jantung Paru Terhadap Self-efficacy Pertolongan Pertama Pada Cardiac Arrest Di SMK 4 Pancasila Ambulu Jember</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4277</link>
<description>Edukasi Berbasis Video Animasi Resusitasi Jantung Paru Terhadap Self-efficacy Pertolongan Pertama Pada Cardiac Arrest Di SMK 4 Pancasila Ambulu Jember
Firdausi, Lita Arifanda
Salah satu kondisi gawat darurat yang menjadi perhatian dalam keperawatan adalah henti jantung atau cardiac arrest. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Rendahnya self-efficacy siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat penanganan awal. Salah satu metode edukasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan self-efficacy adalah media video animasi karena dapat menyampaikan informasi secara visual, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis video animasi resusitasi jantung paru terhadap self-efficacy pertolongan pertama pada kasus cardiac arrest di SMK 4 Pancasila Ambulu Jember. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK 4 Pancasila Ambulu Jember sebanyak 62 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self-efficacy dengan skala Likert 1–5. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 23 responden (37,1%) memiliki self-efficacy tinggi, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan menjadi 59 responden (95,2%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p &lt; 0,05) dengan mean rank 31.50, dan Z-score -6,849. Peningkatan self-efficacy tersebut menunjukkan bahwa video animasi merupakan media edukasi yang efektif karena mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan menarik, sehingga memudahkan siswa memahami tahapan resusitasi jantung paru, meningkatkan daya ingat terhadap informasi yang diberikan, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus henti jantung.
</description>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4277</guid>
<dc:date>2026-06-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN MORNING MEAL ADHERENCE DAN SNACKING DENGAN STATUS GIZI ANAK DALAM MASA PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI  MI MIFTAHUL HUDA PECALUKAN, KABUPATEN PASURUAN : STUDI CASE CONTROL</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4275</link>
<description>HUBUNGAN MORNING MEAL ADHERENCE DAN SNACKING DENGAN STATUS GIZI ANAK DALAM MASA PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI  MI MIFTAHUL HUDA PECALUKAN, KABUPATEN PASURUAN : STUDI CASE CONTROL
Hadiratus Amaria Putri, Ade; Ibnu, Faisal; Azizah Kusumaningrum, Umi
Morning meal adherence dan snacking merupakan salah satu bagian dari pola makan anak usia sekolah yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi dan kondisi status gizi anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara morning meal adherence dan snacking dengan status gizi anak pada masa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Mi Miftahul Huda Pecalukan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh siswa kelas 4,5, dan 6 di MI Miftahul Huda Pecalukan sejumlah 166  dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 117 responden. Data diambil dengan menggunakan pengukuran IMT/U dan kuesioner. Setelah terkumpul dilakukan pengolahan data dan dilanjutkan uji statistik Regresi Logistik Ordinal dengan bantuan SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan morning meal adherence dalam kategori cukup patuh (64,1%), responden memiliki kebiasaan snacking dalam kategori sedang (70,9%), dan responden memiliki status gizi kurang (55,6%). Hasil analisis uji statistik Regresi Logistik Ordinal didapatkan nilai   p (0,661) &gt; &#120572; (0,05), sehingga H1 ditolak artinya tidak terdapat hubungan antara morning meal adherence dan snacking dengan status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi anak kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola makan harian, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, pola asuh orang tua, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak.
</description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4275</guid>
<dc:date>2026-05-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4263</link>
<description>HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO
Arianto, Fajar
Asam urat adalah kondisi metabolik yang ditandai oleh rasa sakit pada sendi dan dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Nyeri yang dialami pasien sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup, namun bukti empiris mengenai hubungan kedua variabel ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat nyeri dengan kualitas hidup pasien asam urat.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling di Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan kuesioner HRQoL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's Rho).Sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (65%) dan nyeri sedang (24,2%). Kualitas hidup responden mayoritas berada pada kategori sedang (47,5%) dan baik (40,8%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,384 dengan nilai signifikansi p = 0,011 (p &lt; 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif dan kekuatan lemah antara tingkat nyeri dan kualitas hidup pasien asam urat. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat nyeri, semakin rendah kualitas hidup pasien. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hirsch (2010), Chandratre (2013), dan Watson (2023) yang menyatakan nyeri sebagai prediktor utama penurunan kualitas hidup pada pasien gout. Kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa kualitas hidup dipengaruhi oleh faktor multifaktorial seperti usia, dukungan keluarga, dan adaptasi psikologis. Penanganan asam urat memerlukan pendekatan holistik tidak hanya berfokus pada manajemen nyeri tetapi juga intervensi psikososial dan edukasi berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4263</guid>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
