<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/5</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:39:46 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-17T14:39:46Z</dc:date>
<item>
<title>HUBUNGAN FRAILTY SYNDROM DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GAYAMAN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4598</link>
<description>HUBUNGAN FRAILTY SYNDROM DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GAYAMAN MOJOKERTO
Aprilia Widyaningrum, Tasya; Rahmawati, Ima M.Si., M.Kep.; Meuthia Pratiwi, Rizky S.Kep.Ns.,M.Kep.
ABSTRAK&#13;
&#13;
OLEH: TASYA APRILIA WIDYANINGRUM&#13;
Frailty syndrome merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan cadangan fisiologis sehingga meningkatkan kerentanan lansia terhadap berbagai stressor. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dengan hipertensi dan dapat menurunkan kualitas hidup, yaitu persepsi individu terhadap kondisi kehidupannya yang meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan frailty syndrome dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gayaman Mojokerto.Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 438 pasien hipertensi lansia dengan sampel 82 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner RAPUH dan WHOQOL-BREF, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank (Spearman Rho) dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara frailty syndrome dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,574 menunjukkan hubungan kuat dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi tingkat frailty syndrome, semakin rendah kualitas hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat frailty syndrome berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan intervensi keperawatan secara komprehensif untuk mencegah perburukan frailty dan mempertahankan kualitas hidup lansia.&#13;
&#13;
Kata kunci: Frailty syndrome, kualitas hidup, hipertensi, lansia.
</description>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4598</guid>
<dc:date>2026-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Awitan Serangan dengan Prehospital Delay Pada Pasien Stroke Di Instalasi Gawat darurat</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4591</link>
<description>Hubungan Awitan Serangan dengan Prehospital Delay Pada Pasien Stroke Di Instalasi Gawat darurat
Arisandi, Salsa Eka; Rofi'ah, Ika Ainur; Hariyono, Rudi
Pre-hospital delay (keterlambatan pra-rumah sakit) adalah durasi waktu dari onset gejala stroke hingga pasien tiba di rumah sakit, yang sering kali melebihi golden period 3 jam. Penanganan yang terlambat pada kasus stroke akut dapat menyebabkan penyempitan atau bahkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi jika stroke tidak mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan awitan serangan dengan prehospital delay pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional dengan populasi sebanyak 72 pasien dan sampel menjadi 42 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan awitan baru sebesar 86,5%.  Sebagian besar responden mengalami delay sebesar 81,1%. Sebagian besar responden adalah awitan baru yang mengalami delay sebesar 78,4%. Hasil uji spearmen rho di ketahui bahwa nilai P. Value 0,000 &lt; α 0.05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara awitan serangan dengan prehospital delay pada pasien stroke di Instalasi Gawat Darurat RSI Sakinah Mojokerto.Disarankan agar masyarakat langsung menghubungi layanan ambulans atau membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat sesegera mungkin setelah awitan serangan terjadi, tanpa menunda atau mencoba pengobatan alternatif terlebih dahulu. Semakin cepat tindakan diberikan, bukan hanya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, tetapi juga dapat mengurangi resiko kecacatan serta komplikasi lainnya.
</description>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4591</guid>
<dc:date>2026-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Health Beleief Model Dan Sikap Remaja Tentang Sugar Addiction Dengan Risiko Diabetes Melitus Pada Siswa SMK Idhotun Nasyi'in</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4590</link>
<description>Hubungan Health Beleief Model Dan Sikap Remaja Tentang Sugar Addiction Dengan Risiko Diabetes Melitus Pada Siswa SMK Idhotun Nasyi'in
Shofiyah Huda, Asmaus; Rahmawati, Ima; Virda Yuniarti, Enny
Remaja merupakan kelompok yang rentan memiliki kebiasaan konsumsi gula berlebih yang dapat berkembang menjadi sugar addiction dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes melitus. Pencegahan sejak remaja perlu didukung oleh keyakinan kesehatan dan sikap yang tepat terhadap konsumsi gula. Health Belief Model (HBM) dan sikap dapat menjadi aspek penting dalam membentuk perilaku pencegahan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan HBM dan sikap remaja tentang sugar addiction dengan risiko diabetes melitus pada siswa SMK Idhotun Nasyi’in Sugihwaras Kalitengah Lamongan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 56 siswa menggunakan total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner HBM, kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang dimodifikasi. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 55 responden (98,2%) memiliki HBM kategori tinggi dan 56 responden (100%) memiliki sikap negatif. Risiko diabetes melitus terdiri dari 22 responden (39,3%) kategori rendah, 19 (33,9%) sedang, dan 15 (26,8%) tinggi. HBM berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus (p=0,004; r=-0,382), dengan korelasi lemah dan arah negatif. Sikap juga berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus (p=0,001; r=-0,443), dengan korelasi sedang dan arah negatif. Semakin baik HBM dan sikap remaja tentang sugar addiction, semakin rendah risiko diabetes melitus.
</description>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4590</guid>
<dc:date>2026-07-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH PEER GROUP SUPPORT TERHADAP DIABETES BURNOUT SYNDROM PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT DHARMA HUSADA NGORO MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4589</link>
<description>PENGARUH PEER GROUP SUPPORT TERHADAP DIABETES BURNOUT SYNDROM PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT DHARMA HUSADA NGORO MOJOKERTO
Anas; Merbawani, Raras; Wahyuni, Lutfi
Diabetes Burnout Syndrome merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, &#13;
dan mental yang dialami pasien akibat tuntutan pengelolaan Diabetes Melitus yang &#13;
dilakukan secara terus-menerus sehingga dapat menurunkan motivasi dalam &#13;
melakukan perawatan diri. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk &#13;
mengatasi kondisi tersebut adalah Peer Group Support melalui dukungan &#13;
emosional, informasi, dan motivasi dari sesama penderita Diabetes Melitus. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Group Support terhadap &#13;
Diabetes Burnout Syndrome pada pasien Diabetes Melitus. Penelitian ini &#13;
menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest&#13;
Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 25 pasien Diabetes Melitus di Poli &#13;
Penyakit Dalam RS Dharma Husada Ngoro Mojokerto. Teknik pengambilan sampel &#13;
menggunakan consecutive sampling sehingga diperoleh 20 responden yang &#13;
memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes &#13;
Burnout Syndrome. Prosedur penelitian diawali dengan pre-test, dilanjutkan &#13;
pemberian intervensi Peer Group Support selama 3 minggu melalui edukasi, &#13;
diskusi, dan pendampingan menggunakan grup WhatsApp, kemudian dilakukan &#13;
post-test menggunakan kuesioner yang sama. Analisis data menggunakan uji &#13;
Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami &#13;
distress tinggi sebanyak 16 responden (80,0%) dan distress sedang sebanyak 4 &#13;
responden (20,0%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami &#13;
distress sedang sebanyak 12 responden (60,0%), distress tinggi sebanyak 5 &#13;
responden (25,0%), dan tidak ada distress sebanyak 3 responden (15,0%). Hasil uji &#13;
diperoleh nilai Z = -3,742 dengan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa &#13;
Peer Group Support berpengaruh signifikan terhadap penurunan Diabetes Burnout &#13;
Syndrome pada pasien Diabetes Melitus.
</description>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4589</guid>
<dc:date>2026-08-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
