<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SKRIPSI S1 KEPERAWATAN 2019</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/8</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:39:26 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-17T14:39:26Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Dukungan Tempat Bekerja dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Desa Petakgeneng Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4543</link>
<description>Hubungan Dukungan Tempat Bekerja dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Desa Petakgeneng Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto
ISLAMI, MEINIA NUR; SAUDAH, NOER; DEWI, CATUR PRASASTIA LUKITA
Dukungan tempat bekerja memiliki dampak yang positif dalam pemberian ASI eksklusif, terutama bagi ibu bekerja. Dukungan dari tempat kerja bagi karyawan wanita yang sedang menyusui dan memiliki bayi dapat meningkatkan kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Dukungan tersebut meliputi penyediaan ruang khusus untuk menyusui, fasilitas istirahat yang memadai bagi ibu menyusui, serta kebijakan perusahaan yang mendukung ibu menyusui.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Desa Petakgeneng Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.&#13;
&#13;
Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu menyusui yang bekerja di Desa Petakgeneng sebanyak 48 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 36 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:&#13;
&#13;
sebagian besar responden memperoleh dukungan tempat bekerja yang baik sebanyak 24 responden (66,7%);&#13;
sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sebanyak 23 responden (63,9%).&#13;
&#13;
Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,001, sehingga terdapat hubungan antara dukungan tempat bekerja dengan pemberian ASI eksklusif. Semakin baik dukungan tempat kerja, semakin tinggi keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.&#13;
&#13;
Penelitian menyarankan agar perusahaan menyediakan kebijakan dan fasilitas yang mendukung ibu menyusui sehingga pemberian ASI eksklusif dapat berlangsung secara optimal.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4543</guid>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS PADA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT RSI SAKINAH KAB MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4402</link>
<description>PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS PADA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT RSI SAKINAH KAB MOJOKERTO
HAQ, MARISTANNA MILATAL; SANTOSO, WINDU
Tingkat kepuasan pasien dapat digunakan sebagai sarana untuk menilai kualitas perawatan kesehatan. Ini mencerminkan kemampuan penyedia untuk memenuhi kebutuhan pasien. Seharusnya pasien harus diberlakukan sama sesuai dengan keadaan sakitnya dan tidak ada diskriminasi, hal ini diberlakukan bagi pasien umum ataupun pasien yang menggunakan BPJS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS pada mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSI. Sakinah. Desain penelitian adalah deskriptif komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien BPJS dan non BPJS sebanyak 983 responden. Sampel berjumlah 70 Responden yang terdiri dari 35 pasien BPJS dan 35 pasien non BPJS diambil dengan menggunakan teknik Consecutive sampling. Sumber data menggunakan data primer, instrumen menggunakan lembar kuesioner tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di ruang Rawat Inap. Hasil penelitian menggunakan analisis Mann Whitney didapatkan nilai ρ= 0,000 &lt; 0,05 yang artinya terdapat perbedaan kepuasan pasien BPJS dan non BPJS pada mutu pelayanan suasana yang diberikan kurang nyaman, sedangkan pada aspek tangibles meliputi fasilitas yang diberikan kurang memadai dan pada saat komunikasi juga kurang. sedangkan pada pasien non BPJS, pada aspek assurance dan tangibles tersebut sudah mendapatkan puas dikarenakan pasien sudah mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang mereka harapkan. Karena standar pelayanan rumah sakit seharusnya sama tanpa membedakan status pasien.keperawatan dari aspek assurance dan tangibles di RSI Sakinah. Hal ini dikarenakan pasien BPJS kurang puas dalam aspek assurance meliputi
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4402</guid>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238</link>
<description>GAMBARAN TINGKAT NYE RI HAID (DISMENOREA) PADA REMA.JA PUTRI DI PONDOK PESANTREN FATCHUL ULUM KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO
SARI, UUNG CAHYA  SHOLEH  HARIA
Masa remaja  merupakan masa   terjadi transisi masa kanak-kanak menuju dewasa,   perubahan   pubertas  pada   anak   gadis  ditandai  dengan   terjadinya menstruasi.   Sering kali remaja  mengeluhkan gangguan  menstruasi yaitu  nyeri menstruasi  (dismenorea).   Tujuan  penelitian untuk  mengetahui tingkat  nyeri dismenorea yang dialarni  oleh Remaja Putri Di Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet. Populasi  Remaja  Putri   Di  Pondok Pesantren  Fatchul Ulum Kecamatan Pacet    berjumlah 150   remaja  putri.   Sampel diambil secara teknik nonprobability   sampling  with   simple  purposive   sampling  ber  jumlah  40. menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional.  Variabel dari penelitian ini  adalah tingkat nyeri  haid.   lnstrumen pada  penelitian  ini  berupa kuiseoner.  Serta untuk mengukur itensitas nyeri digunakan skala nyeri Bourbanis. Kemudian Setelah  data  terkumpul   dilakukan   editing,   cording  ,scoring,   dan tabulating.  Analisa menggunakan uji  Deskriptif mencari modus.   Penelitian ini menghasilkan      penemuan bahwa  sebagian  besar  Remaja  Putri  Di  Pondok Pesantren   Fatchul  Ulum  Kecamatan  Pacet   Kabupaten   Mojokerto   dengan dismenorea sedang (32.5%).   Sebagian  besar Remaja Putri  Di  Pondok Pesantren Fatchul Ulum Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dengan penangganan nyeri haid secara non farmakologi  dengan  minum air putih (50.0%).  Nyeri dismenorea dipengaruhi   oleh  beberapa  faktor  yaitu  umur,  stres,  alergi,   gizi  dan  siklus&#13;
menstruasi.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4238</guid>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto</title>
<link>https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237</link>
<description>Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto
Laili, Ulfa Binti Nuril
Suami merupakan orang pertama yang memberi dukungan karena menjadi sumber kekuatan utama bagi istri. Ibu yang tidak memperoleh dukungan dari suami akan merasa diabaikan, tidak berharga, merasa dalam bahaya, merasa diperlakukan tidak hormat, dan dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi postpartum.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan depresi postpartum pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.&#13;
&#13;
Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum kurang dari 6 minggu di wilayah kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto sebanyak 34 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 32 responden.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:&#13;
&#13;
sebagian besar responden memperoleh dukungan suami positif sebanyak 17 orang (53,1%)&#13;
sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum sebanyak 23 orang (71,9%)&#13;
&#13;
Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p = 0,007 (α &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kejadian depresi postpartum. Ibu yang mendapatkan dukungan suami positif cenderung tidak mengalami depresi postpartum.&#13;
&#13;
Bentuk dukungan suami meliputi ungkapan empati dan cinta, peningkatan kepercayaan diri istri, pemberian nasihat dan pengetahuan, bantuan sarana, serta penghargaan positif.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dukungan Suami, Depresi Postpartum, Ibu Postpartum
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4237</guid>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
