DSpace Repository

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ASOKA RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO

Show simple item record

dc.contributor.author Rumatora, Kristina
dc.contributor.author Haryanto, Agus
dc.date.accessioned 2022-09-25T04:07:37Z
dc.date.available 2022-09-25T04:07:37Z
dc.date.issued 2022-09-25
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/1122
dc.description.abstract Tuberkulosis Paru (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis yang pada umumnya menyerang jaringan paru. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang organ lainya. Tuberkulosis paru akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak dan kadang mengeluarkan darah. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kasus, yaitu untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada satu partisipan yaitu pasien dengan diagnosa medis tuberkulosis paru dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif Di Ruangan Asoka RSU Anwar Medika. Data yang diperoleh berdasarkan hasil pengkajian dan pembahasan sebagai berikut : pengkajian terdiri dari data subjektif dan objektif dari partisipan. Pada tahap penatalaksanaan partisipan dilakukan implementasi yang dilakukan peneliti sudah sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat yaitu Manajemen jalan nafas antara lain Observasi (Monitor Pola nafas, Monitor bunyi nafas dan monitor sputum), Terapeutik (Posisikan pasien semi-fowler, berikan pasien minum hangat dan berikan oksigen jika perlu), Edukasi (Ajarkan nafas dalam dan batuk efektif ), Kolaborasi (pemberian terapi dan obat-obatan) dan Latihan Batuk Efektif antara lain Observasi (Identifikasi kemampuan batuk dan monitor adanya retensi sputum), Edukasi (mengajarkan latihan batuk efektif). Hasil evaluasi menunjukkan sudah berhasil karena pasien mampu batuk secara efektif dan mampu mengeluarkan secret, tetapi sebagian kriteria hasil yang belum tercapai yaitu pasien masih mengeluh batuk walaupun hanya kadang-kadang dan masih terdengar bunyi nafas tambahan ronkhi tetapi sudah menurun. Sehingga perlu adanya intervensi lanjutan yaitu perlu adanya edukasi kepada pasien saat persiapan pulang. en_US
dc.publisher STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO en_US
dc.subject Asuhan Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif en_US
dc.title ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ASOKA RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account