DSpace Repository

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PERMASALAHAN DEFISIT NUTRISI PADA PASIEN KANKER NASOFARING YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD BANGIL

Show simple item record

dc.contributor.author Felisia, Adrya
dc.contributor.author Merbawani, Raras
dc.contributor.author Windartik, Emyk
dc.date.accessioned 2022-09-29T04:13:19Z
dc.date.available 2022-09-29T04:13:19Z
dc.date.issued 2022-09-01
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/1294
dc.description.abstract Kanker nasofaring merupakan kanker yang terjadi di mukosa nasofaring yang menunjukan adanya diferensiasi sel skuamosa. Kejadian tumor kepala leher sangat bervariasi. Di dunia ditemukan lebih dari 500.000 kasus dengan tingkat mortalitas sebanyak 270.000 kasus per tahun, dan umumnya terjadi di negara berkembang. Kanker nasofaring memiliki beberapa faktor resiko diantaranya riwayat merokok, jenis kelamin, faktor makanan, faktor lingkungan, konsumsi alkohol, dan faktor genetik. Selain itu, kanker nasofaring juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, yaitu virus Epstein-Barr. Metode penelitian deskriptif yang digunakan dalam karya ilmiah ini. Etika PenelitianDalam memberikan judul penulis mengangkat judul asuhan keperawatan kanker nasofaring dengan masalah deficit nutrisi saat menjalani kemoterapi merupakan efek samping dari regimen yang diberikan, sehingga perlu diberikan asuhan keperawtan pada pasien tersebut, guna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien selama menjalani pengobatan kemoterapi. adanya keluhan malas makan, mual dan muntah. Penulis menentukan salah satu diagnosa prioritas utama yaitu defisit nutrisi berhungungan dengan ketidaakmampuan menelan karena adanya nafsu makan menurun, adanya mual dan muntah serta ditambah dengan adanya penurunan BB dari 55 kg menjadi 54 kg selama pasien sakit. Intervensi yang diberikan memonitor asupan makanan, memonitor berat badan, menyajikan makanan secara menarik dan dengan suhu yang sesuai,memberikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi, mengajarkan diet yang diprogramkan, kebutuhan nutrisi, kolaborasi dengan ahli gizi ntuk menentukan jumlah nutrisi. Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis: antiemetik) dan Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan. Serta Hasil evaluasi dari yang didapatkan oleh penulis pada diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan. mencerna makanan karena klien lebih cenderung mual dan muntah sebagai tanda adanya efek samping dari regimen kemoterapi. en_US
dc.subject Kanker Nasofaring en_US
dc.subject Defisit Nutrisi en_US
dc.title ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PERMASALAHAN DEFISIT NUTRISI PADA PASIEN KANKER NASOFARING YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD BANGIL en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account