DSpace Repository

HUBUNGAN GANGGUAN EMOSIONAL DENGAN MAKNA HIDUP KOMUNITAS LSL DI KOMISI PENANGGULANGAN AIDS MOJOKERTO

Show simple item record

dc.contributor.author Andrian, Yusup Roy
dc.contributor.author Ibnu, Faisal
dc.contributor.author Andriyanto, Arief
dc.date.accessioned 2023-09-29T04:53:46Z
dc.date.available 2023-09-29T04:53:46Z
dc.date.issued 2023-06-26
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/1834
dc.description.abstract Salah satu kelompok populasi beresiko tinggi terinfeksi HIV yaitu lelaki seks dengan lelaki (LSL). LSL cenderung memiliki perilaku seks menyimpang yang membuat mereka mempunyai pola pikir yang sempit tentang kehidupan dengan orientasi seksualnya, mempunyai konsep diri yang rendah, mendapat stigma sosial hingga kehilangan makna hidup, yang mana salah satunya dipengaruhi oleh gangguan emosional. Tujuan menganalisis hubungan gangguan emosional dengan makna hidup komunitas LSL di Komisi Penanggulangan AIDS Mojokerto. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua LSL di Komisi Penanggulangan AIDS Mojokerto yang berjumlah 35 orang. Sampel berjumlah 35 LSL yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner Self Reporting Questionnare (SRQ) dan kuesioner Meaning in Life Questionnare (MLQ). Uji validitas dan reliabilitas kuesioner SRQ dan MLQ bahwa seluruh item pernyataan valid dan reliabel dengan r= 0,63-0,77 dengan nilai cronbach alpha 0,82 dan 0,87. Analisis data menggunakan cross tabulation. Hasil penelitian terdapat hubungan gangguan emosional dengan makna hidup komunitas LSL di Komisi Penanggulangan AIDS Mojokerto yang dilihat dari hasil cross tabulation yaitu dari 25 responden yang mengalami gangguan emosional, ternyata hampir seluruhnya (76%) makna hidupnya rendah yaitu sebanyak 19 responden, sedangkan 10 responden yang tidak mengalami gangguan emosional, ternyata setengahnya (50%) mempunyai makna hidup tinggi yaitu sebanyak 5 responden. LSL yang mengalami gangguan emosional akan cenderung memiliki makna hidup yang rendah, begitupun sebaliknya semakin LSL tidak mengalami gangguan emosional maka makna hidupnya akan semakin tinggi. Pentingnya kestabilan emosional pada LSL untuk mempertahankan dan meningkatkan makna hidup. en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Gangguan Emosional en_US
dc.subject LSL en_US
dc.subject Makna hidup en_US
dc.title HUBUNGAN GANGGUAN EMOSIONAL DENGAN MAKNA HIDUP KOMUNITAS LSL DI KOMISI PENANGGULANGAN AIDS MOJOKERTO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account