DSpace Repository

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sirosis Hepatis Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif Di RSU Anwar Medika Sidoarjo

Show simple item record

dc.contributor.author Rosyada, Rahma Amrina
dc.contributor.author Wahyuni, Lutfi
dc.contributor.author Pratiwi, Chaterina Jannes
dc.date.accessioned 2023-10-09T23:33:41Z
dc.date.available 2023-10-09T23:33:41Z
dc.date.issued 2023-08-22
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/2135
dc.description.abstract ABSTRAK ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI GASTROINTESTINAL TIDAK EFEKTIK DI RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO OLEH : Rahma Amrina Rosyada Sirosis hepatis yakni terjadinya pergantian jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati yang mengakibatkan rusaknya sel-sel hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya. Sirosis hepatis ditandai dengan timbulnya benjolan kecil yang diawali dengan peradangan, kematian jaringan sel hati yang luas, penambahan jaringan ikat secara difus. Kelainan atau gangguan fungsi hati berdampak pada vena portal yang dapat menyebabkan varises esofagus, varises ini mudah pecah sehingga mengakibatkan perdarahan maka timbul masalah keperawatan resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sirosis hepatis dengan masalah keperawatan resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif. Metode deskriptif dalam pendekatan studi kasus pada 2 partisipan yang mengalami resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif pada sirosis hepatis. 2 partisipan laki-laki dengan usia 48 dan 61 tahun mengalami nyeri perut kuadran kanan atas. Perbedaan keluhan yang dialami kedua klien yakni klien 1 dengan keluhan nyeri perut, mual dan nafsu makan sedangkan klien 2 dengan keluhan nyeri perut seperti kembung, mual, nafsu makan menurun dan badan lemas, hal ini dikarenakan kadar hemoglobin klien 2 yang lebih rendah dibandingkan klien 1. Asuhan keperawatan yang diberikan yakni monitor terjadinya perdarahan, monitor nilai hemoglobin dan hematokrit, monitor tanda dan gejala perdarahan massif, pertahankan akses IV, jelaskan tanda-tanda perdarahan, anjurkan membatasi aktifitas dan kolaborasi pemberian tranfusi darah, jika perlu. Kata kunci : Sirosis Hepatis, Resiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject ABSTRAK ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI GASTROINTESTINAL TIDAK EFEKTIK DI RSU ANWAR MEDIKA SIDOARJO OLEH : Rahma Amrina Rosyada Sirosis hepatis yakni terjadinya pergantian jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati yang mengakibatkan rusaknya sel-sel hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya. Sirosis hepatis ditandai dengan timbulnya benjolan kecil yang diawali dengan peradangan, kematian jaringan sel hati yang luas, penambahan jaringan ikat secara difus. Kelainan atau gangguan fungsi hati berdampak pada vena portal yang dapat menyebabkan varises esofagus, varises ini mudah pecah sehingga mengakibatkan perdarahan maka timbul masalah keperawatan resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sirosis hepatis dengan masalah keperawatan resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif. Metode deskriptif dalam pendekatan studi kasus pada 2 partisipan yang mengalami resiko perfusi gastrointestinal tidak efektif pada sirosis hepatis. 2 partisipan laki-laki dengan usia 48 dan 61 tahun mengalami nyeri perut kuadran kanan atas. Perbedaan keluhan yang dialami kedua klien yakni klien 1 dengan keluhan nyeri perut, mual dan nafsu makan sedangkan klien 2 dengan keluhan nyeri perut seperti kembung, mual, nafsu makan menurun dan badan lemas, hal ini dikarenakan kadar hemoglobin klien 2 yang lebih rendah dibandingkan klien 1. Asuhan keperawatan yang diberikan yakni monitor terjadinya perdarahan, monitor nilai hemoglobin dan hematokrit, monitor tanda dan gejala perdarahan massif, pertahankan akses IV, jelaskan tanda-tanda perdarahan, anjurkan membatasi aktifitas dan kolaborasi pemberian tranfusi darah, jika perlu. Kata kunci : Sirosis Hepatis, Resiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif en_US
dc.title Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sirosis Hepatis Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif Di RSU Anwar Medika Sidoarjo en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account