DSpace Repository

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Terjadinya Fluor Albus Pada Santriwati Kelas VII Di Pondok Pesantren Annuqoyah Kabupaten Sumenep

Show simple item record

dc.contributor.author Maulida, Putri Hikmatul
dc.contributor.author Prameswari, Veryudha Eka
dc.contributor.author Khusniyati, Etik
dc.date.accessioned 2024-09-09T23:00:14Z
dc.date.available 2024-09-09T23:00:14Z
dc.date.issued 2024-08-12
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/2610
dc.description.abstract Keputihan atau Fluor albus adalah masalah kesehatan umum yang dialami oleh banyak perempuan, khususnya yang berada dalam usia subur. Keputihan sendiri adalah keluarnya cairan dari vagina, yang dalam kondisi normal berfungsi untuk menjaga kelembapan dan kebersihan area intim. Namun, keputihan yang berlebihan atau disertai dengan gejala lain seperti bau tidak sedap, perubahan warna, atau rasa gatal, dapat menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya. Di Indonesia, keputihan sering kali menjadi perhatian serius dalam kesehatan reproduksi perempuan. Hal ini karena keputihan yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi indikator adanya penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi lainnya. Meski demikian, meskipun terlihat sebagai masalah yang sederhana, keputihan bisa menjadi kondisi yang sulit disembuhkan, terutama jika penyebab dasarnya tidak diidentifikasi dan ditangani dengan tepat. Tujuan untuk membuktikan hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan pada santriwati kelas VIl di pondok pesantren Annuqayah Sumenep. jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi analitik korelasional dengan pendekatan metode cross-sectional. Sampel penelitian ini 80 santriwati yang diambil menggunakan random sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah Spearman rho. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas memiliki pengetahuan cukup dengan fluor albus fisiologis sebanyak 16 responden (47.1%) dan fluor albus patologis sebanyak 18 responden (52.9%). Dari uji Spearman rho didapatkan nilai hasil korelasi dengan jumlah p=0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian Fluor albus atau keputihan pada Santriwati di Pondok Pesantren Annuqayah Kabupaten Sumenep. Tingkat pengetahuan seseorang yang memadai menjadi berperan penting dalam pencegahan dan penanganan keputihan, tingginya tingkat pengetahuan maka akan mengurangi risiko komplikasi, begitu juga dengan tingkat pengetahuan kurang maka akan menimbulkan masalah lebih serius di kemudian hari. en_US
dc.publisher Putri Hikmatul Maulida en_US
dc.subject Pengetahuan, Fluor albus, remaja, pencegahan en_US
dc.title Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Terjadinya Fluor Albus Pada Santriwati Kelas VII Di Pondok Pesantren Annuqoyah Kabupaten Sumenep en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account