DSpace Repository

PENGARUH LATIHAN ISOMETRIK HANDGRIP TERHADAP NILAI MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS ARAFAH ANWAR MEDIKA SUKODONO

Show simple item record

dc.contributor.author Sundaryati, Wiwin
dc.contributor.author Merbawani, Raras
dc.contributor.author So’emah, Eka Nur
dc.date.accessioned 2024-09-17T05:52:45Z
dc.date.available 2024-09-17T05:52:45Z
dc.date.issued 2024-09-05
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/2738
dc.description.abstract Hipertensi sering diberi gelar The Sillent Killer karena penyakit ini merupakan pembunuh tersembunyi, dimana orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya sehingga diperlukan penatalaksanaan untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya melalui latihan isometrik handgrip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan isometrik handgrip terhadap MAP pada pasien hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasy experimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di RS Arafah Anwar Medika Sukodono pada bulan Agustus 2024 sebanyak 33 orang. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah 30 orang yang Instrumen penelitian menggunakan SOP latihan isometrik handgrip, tensimeter, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai MAP pada pasien hipertensi sebelum latihan isometrik handgrip sebagian besar termasuk dalam hipertensi derajat I yaitu 18 orang (60%), dan milai MAP sesudah latihan isometrik handgrip sebagian besar termasuk prehipertensi yaitu 18 orang (60%), sehingga ada pengaruh latihan isometrik handgrip terhadap perubahan nilai MAP pada pasien hipertensi di RS Arafah Anwar Medika Sukodono dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan pvalue=0,000. Latihan kombinasi gerakan kelompok otot dengan latihan pernafasan terkontrol dapat merangsang aktivasi sistem saraf otonom parasimpatis nuclei rafe yang terletak di separuh bagian bawah pons dan di medula. Aktivasi sistem saraf parasimpatis akan menghambat stimulasi sistem saraf simpatis. Terhambatnya sistem saraf simpatis akan menyebabkan penurunan curah jantung dan penurunan tahanan perifer sehingga terjadi vasodilatasi. Gabungan vasodilatasi dan penurunan curah jantung akan menyebabkan terjadinya penurunan nilai MAP. en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject handgrip en_US
dc.subject MAP en_US
dc.subject hipertensi en_US
dc.title PENGARUH LATIHAN ISOMETRIK HANDGRIP TERHADAP NILAI MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS ARAFAH ANWAR MEDIKA SUKODONO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account