DSpace Repository

Hubungan Bayi Prematur Dengan Hiperbilirubin Di Ruang Perawatan Bayi RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto

Show simple item record

dc.contributor.author NURJANAH, SITI
dc.contributor.author PENI, TRI
dc.contributor.author INDATUL LAILI, SITI
dc.date.accessioned 2024-09-26T02:17:22Z
dc.date.available 2024-09-26T02:17:22Z
dc.date.issued 2024-08-28
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/2998
dc.description.abstract Prematuritas merupakan kelahiran kurang bulan dengan usia kehamilan <37 minggu, BBL bayi prematur biasanya < 2500 gram dan akan menimbulkan masalah bagi kesehatan bayi. Pada bayi prematur, kematangan semua organ tubuh bayi belum tercapai dengan baik yang sering ditemukan mengalami hiperbilirubinemia pada minggu pertama setelah kelahiran penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi prematur dengan hiperbilirubin. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan casecontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi prematur di ruang perawatan bayi RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto pada bulan Februari – April tahun 2024 sebanyak 47 bayi. Teknik sampling dengan Purposive Sampling sehingga Sampel sebanyak 41 bayi prematur yang dilakukan pemeriksaan bilirubin. Instrumen penelitian adalah Lembar observasi. Analisis menggunakan uji statistik Spearman Rho dengan tingkat signifikan 0,006 < ɑ0,05 H1 diterima artinya ada hubungan bayi prematur dengan hiperbilirubin di ruang perawatan bayi RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh bayi prematur dalam kategori prematur sedang sebagian besar hiperbilirubin derajat 4. Usia gestasi sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup bayi. Makin rendah usia gestasi dan makin kecil bayi yang dilahirkan makin tinggi mordibitas dan mortalitasnya. Organ tubuh bayi prematur belum berfungsi seperti bayi yang matur. Organ hati pada bayi prematur tidak dapat berfungsi maksimal dalam melarutkan bilirubin ke dalam air yang selanjutkan disalurkan ke empedu dan diekskresikan ke dalam usus menjadi urobilinogen. Hal tersebut menyebabkan kadar bilirubin meningkat dalam plasma sehingga terjadi hiperbilirubin pada bayi baru lahir. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Bayi Prematur en_US
dc.subject Hiperbilirubin en_US
dc.title Hubungan Bayi Prematur Dengan Hiperbilirubin Di Ruang Perawatan Bayi RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account