DSpace Repository

Hubungan index massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post op sectio caesarea dengan spinal anestesi di recovery room di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan

Show simple item record

dc.contributor.author Masriyah, Nur
dc.contributor.author Wahyuni, Lutfi
dc.contributor.author Nur So'emah, Eka
dc.date.accessioned 2024-09-27T07:49:47Z
dc.date.available 2024-09-27T07:49:47Z
dc.date.issued 2024-08-26
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3081
dc.description.abstract Anestesi spinal merupakan penyuntikan obat anestesi lokal ke dalam ruang subaraknoid yang menghasilkan analgesia. Pemberian obat lokal anestesi ke dalam ruang subaraknoid diantara vertebra lumbal 2-3, lumbal 3-4, dan lumbal 4-5 untuk menghasilkan onset obat anestesi yang cepat dengan derajat keberhasilan yang tinggi, namun teknik anestesi spinal memiliki efek samping yang umum terjadi pada pasien operasi yaitu terjadinya menggigil (Shivering). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan index massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post op sectio caesarea dengan spinal anestesi di recovery room. Desain penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien post op sectio caesarea dengan spinal anestesi di recovery room di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan sejumlah 65 dengan sampel 52 dengan tehnik purposive sampling. Variabel independen Indeks Massa Tubuh dan dependen kejadian Shivering. Analisa menggunakan spearman rho. Hasil penelitian didapatkan indeks massa tubuh hampir setengahnya menunjukan indeks massa tubuh normal yang berjumlah 23 responden (44.2%). Derajat shivering hampir setengahnya menunjukan derajat 1 sejumlah 20 responden (38.5%). Hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai p value 0,000 < a 0,05. Maka dapat disimpulkan jika terdapat hubungan index massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post op sectio caesarea dengan spinal anestesi di recovery room di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Pasien dengan IMT rendah lebih rentan terhadap shivering karena tubuh mereka kehilangan panas lebih cepat akibat lapisan lemak yang tipis, sementara pasien dengan IMT tinggi lebih mampu mempertahankan suhu tubuh karena memiliki cadangan lemak dan energi yang lebih besar. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Shivering en_US
dc.subject Indeks Massa Tubuh en_US
dc.subject Sectio Caesarea en_US
dc.title Hubungan index massa tubuh dengan kejadian Shivering pada pasien post op sectio caesarea dengan spinal anestesi di recovery room di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account