DSpace Repository

HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN GLOMERULUS FILTRASI RATE (GFR) PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 DI RSUD DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO

Show simple item record

dc.contributor.author Indrawan, Muhammad Fachry
dc.contributor.author Windartik, Emyk
dc.contributor.author Pratiwi, Rizky Meuthia
dc.date.accessioned 2025-07-17T03:56:48Z
dc.date.available 2025-07-17T03:56:48Z
dc.date.issued 2025-06-25
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3374
dc.description.abstract Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan/atau resistensi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi mikrovaskular, salah satunya adalah nefropati diabetik, yang berdampak pada penurunan fungsi ginjal dan ditandai dengan penurunan Glomerulus Filtrasi Rate (GFR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dengan nilai GFR pada pasien DM tipe 2 di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi dan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 yang dirawat di ruang rawat inap Kerta Wijaya, Hayam Wuruk, dan Raden Wijaya sebanyak 138 pasien. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah sewaktu dan nilai GFR yang diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro- Wilk, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal (p = 0,292 untuk kadar gula darah dan p = 0,335 untuk GFR). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang lemah namun signifikan antara kadar gula darah dan GFR (r = -0,359; p = 0,040). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kadar gula darah berkontribusi terhadap penurunan GFR sebesar 12,9% (R² = 0,129) dengan koefisien beta sebesar -0,194. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar gula darah pada pasien DM tipe 2, maka semakin rendah nilai GFR, yang mengindikasikan penurunan fungsi ginjal. Oleh karena itu, pengelolaan dan kontrol kadar gula darah secara optimal sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi nefropati diabetik. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Diabetes Melitus Tipe 2 en_US
dc.subject Gula Darah en_US
dc.subject Glomerulus Filtrasi Rate en_US
dc.title HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN GLOMERULUS FILTRASI RATE (GFR) PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 DI RSUD DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account