DSpace Repository

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN INTERVENSI PENERAPAN TERAPI MENGHARDIK DI POLI JIWA RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBU BANGKALAN

Show simple item record

dc.contributor.author Wahyuningtyas, Iin Endang
dc.contributor.author Akbar, Amar
dc.date.accessioned 2025-07-24T03:17:38Z
dc.date.available 2025-07-24T03:17:38Z
dc.date.issued 2025-06-19
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3447
dc.description.abstract Sebagian besar pasien yang mengalami skizofrenia dapat mengalami halusinasi atau perasaan sensori yang tidak benar dan tidak berdasarkan realita, menjadikan hilangnya kemampuan membedakan stimulus internal (pikiran), dan atau stimulus eksternal (dunia luar) (WHO, 2017). Herawati & Afconneri, (2020) halusinasi adalah suatu keadaan klien mengalami perubahan sensori persepsi yang disebabkan suatu stimulus yang sebenarnaya itu tidak ada. Halusinasi pendengaran adalah halusinasi yang paling banyak diderita. Penerapan terapi menghardik dapat menurunkan tanda gejala dan meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran. Cara menghardik merupakan salah satu strategi pelaksanaan pada pasien dengan halusinasi. Untuk menganalisis asuhan keperawatan Ny. S dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dengan intervensi penerapan terapi menghardik di Poli Jiwa RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Ny. S, perubahan penurunan tanda dan gejala pada Ny. S setelah dilakukan terapi menghardik gejala halusinasi menurun dengan hasil perubahan 36 % (dari 11 tanda gejala halusinasi menjadi 7 gejala halusinasi). Pada Ny. S menunjukkan pengurangan pada gejala halusinasi setelah dilakukan terapi menghardik selama 5 hari yaitu dari tanggal 2 Mei 2025 s/d 7 Mei 2025. . Hasil dari karya ilmiah akhir ners ini didapatkan analisis asuhan keperawatan setelah dilakukan intervensi strategi selama5 hari yang dilakukan 3 kali perhari, didapatkan bahwa tindakan keperawatan yang diajarkan mendapatkan hasil positif, tanda dan gejala halusinasi pada klien mengalami penurunan. Penurunan persentase tanda gejala halusinasi disebabkan karena klien kooperatif dan bersedia mengikuti arahan perawat selama diajarkan teknik menghardik dengan memasukkan jadwal Latihan teknik mengghardik dalam jadwal kegiatan sehari-hari Ny. S . Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi menghardik merupakan upaya mengendalikan diri terhadap halusinasi dengan cara menolak halusinasi yang muncul. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Halusinasi Pendengaran en_US
dc.subject Teknik Menghardik en_US
dc.title ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN INTERVENSI PENERAPAN TERAPI MENGHARDIK DI POLI JIWA RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBU BANGKALAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account