Abstract:
Perilaku caring merupakan salah satu inti dari praktik keperawatan yang berkontribusi terhadap kepuasan dan pemulihan pasien. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi perilaku caring adalah self-efficacy, yaitu keyakinan perawat terhadap kemampuannya dalam menghadapi situasi klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara self-efficacy dengan perilaku caring pada perawat rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 36 perawat rawat inap di RSUD Sumberglagah yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Caring Behavior Inventory (CBI-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar perawat memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori sedang (66,7%) dan perilaku caring dalam kategori tinggi (61,1%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan perilaku caring (p = 0,000; r = 0,701). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy perawat, maka semakin tinggi pula perilaku caring yang ditampilkan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan self-efficacy dapat berperan dalam memperbaiki kualitas pelayanan keperawatan yang lebih empatik dan berorientasi pada pasien. Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan perilaku caring pada perawat rawat inap di RSUD Sumberglagah. Diperlukan intervensi pelatihan dan pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan self-efficacy perawat.