DSpace Repository

Analisis Assesment Risiko Jatuh Di Ruang Teratai Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Mojokerto

Show simple item record

dc.contributor.author Lusmono, Lusi Indah
dc.contributor.author Basuki, Duwi
dc.date.accessioned 2025-09-08T08:31:48Z
dc.date.available 2025-09-08T08:31:48Z
dc.date.issued 2025-08-22
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3708
dc.description.abstract Pendahuluan: Risiko jatuh merupakan kejadian hampir jatuh atau jatuh yang dialami pasien di unit perawatan, baik saat istirahat maupun terjaga. Kejadian ini menjadi salah satu sasaran keselamatan pasien yang diwajibkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan mengacu pada standar WHO serta Joint Commission International (JCI). Faktor risiko jatuh dapat berasal dari kondisi pasien (usia, gangguan kognitif, penyakit, riwayat jatuh) maupun lingkungan (lantai licin, pencahayaan buruk, peralatan tidak aman). Dampak jatuh meliputi masalah fisiologis, psikologis, dan finansial. Metode: Kajian ini merangkum teori dan standar penilaian risiko jatuh berdasarkan literatur NANDA International, Setiawati, Putrina, Depkes RI, dan instrumen seperti Morse Fall Scale (MFS) dan Hendrich Fall Scale (HFS). Proses re-assessment risiko jatuh dilakukan secara berkala melalui identifikasi faktor risiko, observasi keseimbangan, penilaian lingkungan, serta penerapan intervensi pencegahan. Hasil: MFS mengkategorikan risiko jatuh menjadi tidak berisiko (0–24), risiko rendah (25–44), dan risiko tinggi (>45), sedangkan HFS membaginya menjadi risiko rendah (0–5), sedang (6–15), dan tinggi (16–25). Intervensi pencegahan meliputi pengaturan posisi tempat tidur, penguncian roda, orientasi pasien, pemasangan tanda risiko, serta perbaikan lingkungan. Penanganan insiden jatuh diatur melalui pelaporan, verifikasi, investigasi, analisis akar masalah, dan pemberian rekomendasi oleh tim keselamatan pasien, sesuai PMK No. 11 Tahun 2017. Diskusi: Pencegahan risiko jatuh memerlukan kombinasi penilaian klinis, perbaikan lingkungan, edukasi pasien, dan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Implementasi instrumen MFS dan HFS terbukti membantu mengidentifikasi tingkat risiko secara cepat dan tepat, sehingga intervensi dapat diberikan sesuai tingkat risiko. Pelaporan insiden secara non-blaming menjadi kunci perbaikan sistem dan penurunan kejadian jatuh di fasilitas kesehatan. Kata kunci: risiko jatuh, keselamatan pasien, re-assessment en_US
dc.language.iso en en_US
dc.publisher Perpustakaan Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Risiko Jatuh, Keselamatan pasien, Re-Assesment en_US
dc.title Analisis Assesment Risiko Jatuh Di Ruang Teratai Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Mojokerto en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account