DSpace Repository

Implementasi Pelaksanaan Sentralisasi Obat Di Ruang Penyakit Dalam Non Infeksius (Teratai) Rumah Sakit X Gempol Pasuruan

Show simple item record

dc.contributor.author Putri, Stevanny Aprilita
dc.contributor.author Santoso, Windu
dc.date.accessioned 2025-09-23T05:38:54Z
dc.date.available 2025-09-23T05:38:54Z
dc.date.issued 2025-07-30
dc.identifier.uri https://repositori.stikes-ppni.ac.id/handle/123456789/3926
dc.description.abstract Sentralisasi obat sebagai proses pengelolaan obat yang dilakukan dari satu lokasi terpusat, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam distribusi obat kepada pasien. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan observasi pada perawat palaksana dan kepala ruangan serta observasi langsung pada lembar pengobatan pasien. Perawat ruangan Ruang Penyakit Dalam Non Infeksius (Teratai) Rumah Sakit X Gempol Pasuruan didapatkan hasil 100% mengerti dengan sentralisasi obat. Hasil dengan nilai form sentralisasi obat sudah hampir terisi penuh pada semua pasien kelolaan didapatkan hasil meliputi tepat identitas pasien (60%) sudah dilakukan namun dengan ditanyakan langsung tanpa melihat gelang identitas pasien. Berdasarkan hasil tabulasi data dapat disimpukan bahwa perawat menulis diagnosa pada lembar sentralisasi obat sebesar 100%. Pada tanda tangan farmasi dan tanda tangan perawat dilakukan keseluruhan 100%, sedangkan tanda tangan pasien sebesar 90% dilakukan. Ruangan teratai berada pada kuadran 1 (Strategi Agresif), yang berarti ruangan teratai menghadapi situasi yang sangat menguntungkan, dimana rumah sakit X memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Peneliti mendapatkan temuan terkait program mutu sentralisasi obat belum menjadi kebiasaan pada perawat pelaksana, maka peneliti merencanakan untuk meriview kembali apakah dilakukan dapat mempermudah beban kerja perawat dalam kegiatan tatalaksana, serta melakukan monitoring kepatuhan terhadap prosedur. Sedangkan temuan yang kedua didapatkan, tidak dilakukan cek gelang pasien saat pemberian obat pasien, maka peneliti merencanakan untuk melakukan sentralisasi obat sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit, mensosialisasikan mengenai SKP ke-1 yakni prinsip 6T pada sentralisasi obat, serta melakukan supervisi kepada semua perawat ruangan teratai. Dan temuan ketiga terkait belum adanya tenaga farmasi yang ditugaskan diruangan teratai untuk menghandle obat, maka dari itu peneliti merencanakan untuk mengusulkan kepada kepala ruangan untuk meninjau ulang dari alur penerimaan obat pasien dari ruangan obat (farmasi) ke ruangan teratai , lalu mengusulkan kepada kepala ruangan untuk penataan kinerja perawat. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Farmasi en_US
dc.subject Perawat en_US
dc.subject Pasien en_US
dc.subject Sentralisasi Obat en_US
dc.title Implementasi Pelaksanaan Sentralisasi Obat Di Ruang Penyakit Dalam Non Infeksius (Teratai) Rumah Sakit X Gempol Pasuruan en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account