Abstract:
Kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan dukungan fisik dan emosional dari suami agar ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan aman dan nyaman. Dukungan suami berperan dalam meningkatkan keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) yang berfungsi untuk mendeteksi dini komplikasi kehamilan. Namun, hasil penelitian pendahuluan di Puskesmas Jetis Kabupaten Mojokerto menunjukkan masih banyak ibu hamil yang belum teratur melakukan pemeriksaan ANC, yang diduga berkaitan dengan rendahnya dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan suami terhadap keteraturan pemeriksaan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Jetis Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 42 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan, dan sebanyak 29 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria ibu hamil trimester II dan III. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami yang menilai kategori dukungan positif dan negatif. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 responden, sebagian besar ibu hamil memperoleh dukungan suami negatif sebanyak 16 responden (56%) menunjukkan bahwa dukungan suami dalam keteraturan kunjungan ANC masih tergolong rendah., sedangkan dukungan suami positif diperoleh oleh 13 responden (44%). Faktor yang memengaruhi rendahnya dukungan suami adalah yang dibawah UMK. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan dan program pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan kesadaran serta peran suami dalam mendukung keteraturan pemeriksaan ANC.