| dc.description.abstract |
Ketidakcukupan produksi ASI pada awal nifas sering disebabkan terhambatnya refleks oksitosin (let down reflex) akibat kelelahan dan kecemasan, khususnya pada ibu primipara. Secara fisiologis, stres memicu adrenalin yang menghambat pengeluaran oksitosin, sehingga ASI sulit keluar. Pijat oksitosin merupakan stimulasi untuk memberikan efek relaksasi dan memicu pusat saraf menyekresi hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap kecukupan ASI bayi di PMB Lilis Suryawati, Kabupaten Jombang. Desain Pre-Experimental pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang bersalin dan/atau melakukan kunjungan nifas di PMB Lilis Suryawati. Sampel penelitian berjumlah 24 ibu nifas hari ke-1-3 dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan sebanyak 2 kali sehari (durasi 3-5 menit). Instrumen yaitu lembar observasi kecukupan ASI dan SOP pijat oksitosin. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian sebelum dilakukan intervensi (pre-test), hampir seluruh responden (91,7%) mengalami produksi ASI dengan kategori tidak cukup. Setelah diberikan intervensi pijat oksitosin (post-test), terjadi peningkatan dimana sebagian besar responden (87,5%) memiliki produksi ASI kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI bayi pada ibu nifas. Pijat oksitosin terbukti efektif memberikan efek relaksasi dan menstimulasi pengeluaran hormon oksitosin untuk memperlancar produksi ASI. |
en_US |