| dc.description.abstract |
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling banyak ditemukan pada perempuan, dengan kecenderungan risiko yang meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita yang belum pernah melahirkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis cross-sectional dan bertujuan untuk mengkaji hubungan antara usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri. Sebanyak 92 responden ditetapkan sebagai sampel melalui metode purposive sampling yang bersumber dari data rekam medis pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia lebih dari 35 tahun, yaitu sebesar 88%. Selain itu, lebih dari separuh responden (54,3%) teridentifikasi memiliki mioma uteri dengan ukuran kategori besar lebih dari 60 mm atau 6 cm. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia reproduksi dan kejadian mioma uteri.Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam mengidentifikasi dan memetakan faktor risiko mioma uteri, khususnya yang berkaitan dengan usia reproduksi. Selain itu, hasil studi ini dapat mendukung upaya pencegahan serta deteksi dini melalui edukasi kesehatan bagi perempuan usia reproduktif yang memiliki risiko tinggi. Dari sisi pelayanan kesehatan, informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih tepat sasaran dan profesional. |
en_US |