| dc.description.abstract |
Proses menua merupakan proses degeneratif yang menyebabkan penurunan tonus otot, kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal, masalah yang paling sering adalah nyeri pada daerah punggung bawah. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri punggung bawah pada lansia adalah dengan senam low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam low back pain terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada lansia. Desain penelitian preeksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di Dusun Setoyo Desa Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto sejumlah 137 orang. Teknik sampling penelitian ini adalah purposive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah 25 orang. nstrumen penelitian menggunakan SOP low back pain dan skala nyeri numerik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar nyeri sedang yaitu sebanyak 56% sebelum melakukan senam low back pain, dan sebagian besar nyeri ringan yaitu sebanyak 68% sesudah melakukan senam low backpain. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan pvalue =0,001 atau kurang dari a (0,05) sehingga ada pengaruh senam low back pain terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada lansia di Dusun Setoyo Desa Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto tahun 2019. Lansia dalam melakukan senam low back pain tergantung dari niat, apabila gerakan kurang tepat, obesitas, tubuh kurang elastis, maka tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan yaitu penurunan nyeri.
Kata Kunci: senam low back pain, tingkat nyeri punggung bawah, lansia |
en_US |