| dc.description.abstract |
Kesehatan mental remaja merupakan permasalahan yang semakin meningkat dan menjadi perhatian dalam perkembangan psikososial. Penggunaan media sosial diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja di SMP Persatuan Krembung. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sampel berjumlah 67 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data yang diperoleh berskala ordinal sehingga dianalisis menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman’s rho. Hasil deskriptif menunjukkan 38 responden (56,7%) memiliki kondisi kesehatan mental kategori abnormal, serta 47 responden (70,1%) berada pada tingkat penggunaan media sosial kategori rendah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja dengan ρ = 0,221 serta p-value = 0,072. Nilai koefisien rho menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah dan lebih tinggi dibandingkan penelitian sebelumnya. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai kondisi kesehatan mental remaja dan kaitannya dengan penggunaan media sosial. |
en_US |